Sabtu, 03 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Bahasa Minangkabau

Bahasa Minangkabau

bahasa Melayik yang dituturkan oleh suku Minangkabau terutama di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya

Bagikan:
Bahasa Minangkabau
BPS: 0028 4
Baso Minangkabau
باسو مينڠكابو
250px-Minangkabau_royal_seal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengucapan[ˈbasomi.naŋˈka.bau]
Dituturkan diIndonesia
Malaysia
WilayahMencakup Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Riau, Aceh, serta Negeri Sembilan, Selangor
EtnisMinangkabau
Penutur
± 6.5 juta[1]
Dialek
Modern:

Historis:

SumberPedoman Umum Ejaan Bahasa Minangkabau[2]
Status resmi
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kode bahasa
ISO 639-2min
ISO 639-3min
Glottologmina1268
IETFmin
BPS (2010)0028 4
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C5 DevelopingBahasa Minangkabau dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
 Video yang lain 
Video dari seorang penutur yang berbicara dalam bahasa Minangkabau Suntingan nilai di Wikidata
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Minangkabau. (Teks)
Sadonyo manusia dilahiakan mardeka dan punyo martabat sarato hak-hak nan samo. Mareka dikaruniai aka jo hati nurani, supayo satu samo lain bagaul sarupo urang badunsanak.
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
The Minangkabau origin place
Wilayah di mana bahasa Minangkabau dituturkan secara dominan (pulau Sumatra bagian Barat; mencakup wilayah Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Bengkulu dan Aceh). Penuturan Bahasa Minangkabau juga mencakup beberapa wilayah di Malaysia, khususnya Negeri Sembilan
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Minangkabau&revid=29854936&groups=_59b312f2a800f1a23b9bb6d172df35880a776f41&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Minangkabau&revid=29854936&groups=_59b312f2a800f1a23b9bb6d172df35880a776f41&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 0°54′0″S 100°26′24″E / 0.90000°S 100.44000°E / -0.90000; 100.44000 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

00.07, Jumat, 2 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Minangkabau (Endonim: Baso Minangkabau, Abjad Jawi: باسو مينڠكابو, pengucapan dalam IPA: [ˈbasomi.naŋˈka.bau]) atau Bahasa Minang adalah suatu bahasa Austronesia yang dituturkan oleh Suku Minangkabau.[4] Melalui diaspora masyarakat bersuku Minangkabau, bahasa ini juga dituturkan di beberapa wilayah lain di Sumatera Utara,Bengkulu, sebagian Aceh, sebagian Riau, serta di wilayah luar negeri meliputi Negeri Sembilan.

Dialek

Bahasa Minang memiliki banyak dialek, bahkan antarkampung yang dipisahkan oleh sungai sekali pun dapat mempunyai dialek yang berbeda. Menurut Nadra, di wilayah Sumatera Barat bahasa Minang dapat dibagi dalam 8 dialek, yaitu:[5]

  1. Dialek Rao Mapat
  2. Dialek Muara Lolo
  3. Dialek Lubuak Alai
  4. Dialek Payakumbuh
  5. Dialek Agam
  6. Dialek Pancung Soal
  7. Dialek Koto Baru
  8. Dialek Pekal
  9. Dialek Lintau

Selain itu, masing-masing dialek Payakumbuh, Agam, dan Pancung Soal masih dapat dibagi lagi ke dalam sub-dialek.[6].[7][8]

Dialek bahasa Minangkabau yang dituturkan di Singkil, Simeulue, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Barat juga disebut dengan bahasa Aneuk Jamee.[9]

Sedangkan di Tapanuli Tengah, Sibolga, pantai Tapanuli Selatan dan Pantai Mandailing Natal disebut bahasa Pesisir.

Bahasa Minangkabau yang ada di Provinsi Riau terdiri dari 4 dialek,[10] di antaranya:

  1. Dialek Rokan, dipakai di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu
  2. Dialek Kampar juga disebut sebagai bahaso Ocu, dipakai di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Kuantan Singingi (Kuansing), dan Indragiri Hulu
  3. Dialek Basilam, dipakai di Kabupaten Rokan Hilir
  4. Dialek Indragiri, dipakai di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Dialek-dialek bahasa Minangkabau yang berada di Provinsi Riau dalam perkembangannya mendapat pengaruh dari bahasa Melayu di sekitarnya. Oleh sebagian masyarakat pengguna dialek tersebut mengganggapnya sebagai bahasa tersendiri.[11][12][13] Bahasa Minangkabau Umum ini juga disebut sebagai dialek Padang yang biasa disebut Bahaso Padang atau Bahaso Urang Awak.[14]

Karya sastra

Karya sastra tradisional berbahasa Minang memiliki persamaan bentuk dengan karya sastra tradisional berbahasa Melayu pada umumnya, yaitu berbentuk prosa, cerita rakyat, dan hikayat. Penyampaiannya biasa dilakukan dalam bentuk cerita (kaba) atau dinyanyikan (dendang). Adapula karya sastra yang digunakan untuk prosesi adat Minang, seperti pepatah-petitih dan persembahan (pasambahan). Pepatah-petitih dan persembahan banyak menggunakan kata-kata kiasan. Agar tidak kehilangan makna, karya sastra jenis ini tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Oleh karenanya sangat sedikit sekali orang yang menguasai karya sastra ini, yang hanya terbatas pada ninik mamak dan pemuka adat.[15]

Fonologi

Berikut merupakan kotak fonem suara dari bahasa Minangkabau.[16]

Konsonan

Dwi-
bibir
Rongga-
gigi
langit-
langit
lang.
bel.
Celah-
suara
Sengau m ⟨m⟩ n ⟨n⟩ ɲ ⟨ny⟩ ŋ ⟨ng⟩
Letup/
Gesek
nirsuara p ⟨p⟩ t ⟨t⟩ tʃ ⟨c⟩ k ⟨k⟩ ʔ ⟨'⟩
bersuara b ⟨b⟩ d ⟨d⟩ dʒ ⟨j⟩ ɡ ⟨g⟩
Geser s ⟨s⟩ h ⟨h⟩
Sisian l ⟨l⟩
Getar r ⟨r⟩
Semivokal w ⟨w⟩ j ⟨y⟩

Vokal

Monoftong
Depan Madya Belakang
Tertutup i ⟨i⟩ u ⟨u⟩
Tengah e ⟨e⟩ o ⟨o⟩
Terbuka a ⟨a⟩
Diftong
Depan Belakang
Tertutup iə̯⁓ie̯ ⟨ia⟩ uə̯⁓uo̯ ⟨ua⟩, ui̯ ⟨ui⟩
Tengah eə̯ ⟨ea⟩ oə̯ ⟨oa⟩
Terbuka ai̯ ⟨ai⟩, au̯ ⟨au⟩

Hubungan dengan bahasa lain

Orang Minangkabau umumnya berpendapat banyak persamaan antara Bahasa Minangkabau dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Marah Roesli dalam Peladjaran Bahasa Minangkabau menyebutkan pada umumnya perbedaan antara Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia adalah pada perbedaan lafal, selain perbedaan beberapa kata. Namun itu lebih merujuk pada Bahasa Minang pada suatu dialek di wilayah pasisia yang Bahasa Minang-nya tidak semurni yang ada di wilayah darek yang terfokus pada Luhak Nan Tigo yang kosa katanya begitu kompleks, dan itu juga digunakan secara umum sebagai komunikasi yang lebih mudah dipahami pada masyarakat Minangkabau yang dalam bahasanya terdiri dari berbagai dialek yang terkadang juga agak sulit untuk dipahami antara satu dengan yang lainnya. Dan faktanya Bahasa Indonesia juga banyak menyerap kosakata dari Bahasa Minang, sehingga anggapan bahwa perbedaannya tidak jauh berbeda tentu tidak tepat.

Perbedaan antara Bahasa Minang dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia benar-benar cukup dirasakan perbedaannya bagi masyarakat Minang di wilayah darek, karena wilayah darek sebagai wilayah yang kecil peluangnya mendapatkan pengaruh dari budaya luar yang pada dasarnya akan terjadi suatu akulturasi atau bahkan asimilasi, dan hal itu disebabkan karena wilayah darek merupakan kawasan agraris, sedangkan wilayah pasisia merupakan kawasan maritim yang biasanya terdapat suatu persinggahan dari bangsa luar baik itu pedagang ataupun lainnya, terlebih pada masa dahulunya Bahasa Melayu adalah bahasa lingua franca sehingga bisa saja terdapat pengaruh pergeseran ataupun percampuran terhadap kosakata Bahasa Minang itu sendiri.

Bahasa Melayu dan Indonesia

Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa daerah yang banyak memberikan sumbangan terhadap kosakata Bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan karena banyaknya sarjana Minang yang berkontribusi dalam pembentukan Bahasa Melayu baku yang kelak menjadi Bahasa Indonesia.[17] Selain itu, peran para sastrawan Minang yang banyak menulis karya-karya sastra terkemuka pada masa awal kemerdekaan, juga menjadi faktor besarnya interferensi Bahasa Minangkabau terhadap Bahasa Indonesia. Mereka banyak memasukkan kosakata Minang ke dalam Bahasa Indonesia baku, terutama kosakata yang tidak memiliki padanannya di dalam Bahasa Indonesia.[18][19]

Pada tahun 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding bahasa daerah lain, seperti Bahasa Jawa (27,5%) dan Bahasa Sunda (2,5%). Meskipun dalam perkembangannya, jumlah kosakata Minangkabau cenderung menurun dibandingkan interferensi kedua bahasa daerah tersebut.[20]

Abdul Gaffar Ruskhan dalam makalah yang disampaikannya di Sarasehan Bahasa Minangkabau menyampaikan pola perubahan kata dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Minangkabau sebagai berikut:

  1. Bunyi akhir BI -ul > -ua: bandul > bandua
  2. Bunyi akhir BI -ut > -uik: rumput > rumpuik
  3. Bunyi akhir BI -us > -uih: putus > putuih
  4. Bunyi akhir BI -is > -ih: baris > barih
  5. Bunyi akhir BI -it > -ik: sakit > sakik
  6. Bunyi akhir BI -as > -eh: batas > bateh
  7. Bunyi akhir BI -ap > -ok: atap > atok
  8. Bunyi akhir BI -at > -ek: rapat > rapek
  9. Bunyi akhir BI -at (dari Arab) > -aik: adat > adaik
  10. Bunyi akhir BI -al/-ar > -a: jual > jua, kabar > kaba
  11. Bunyi akhir BI -a > -o: kuda > kudo
  12. Bunyi -e (pepet) > -a: beban > baban
  13. Awalan ter-, ber-, per- > ta-, ba-, pa-: berlari, termakan, perdalam > balari, tamakan, padalam[21]

Lafal

Contoh-contoh perbedaan lafal Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Minangkabau (umum) adalah sebagai berikut:

AkhiranMenjadiContoh
aonama—namo, kuda—kudo, cara—caro
al dan arajual—jua, kabar—kaba, kapal—kapa, tukar—tuka
apoklembap—lambok, tiap—tiok, kurap—kurok, atap—atok
asehbatas—bateh, alas—aleh, balas—baleh
atek atau aik (diftong "ai")dapat—dapek, kawat—kawek, semangat—sumangaik, barat–baraik
engeang (diftong "ea")kelereng—kalereang, loteng—loteang, beleng—beleang
ihiah (diftong "ia")kasih—kasiah, putih—putiah, pilih—piliah
ikiak (diftong "ia")adik—adiak, balik—baliak, itik—itiak, kubik—kubiak
il dan irdiftong "ia"labil—labia, adil—adia, pasir—pasia, lahir—lahia
ingiang (diftong "ia")kucing—kuciang, sanding—sandiang, gading—gadiang
isihbaris—barih, manis—manih, alis—alih
itiksakit—sakik, kulit—kulik, jahit—jahik, pelit–pilik
ongoang (diftong "oa")sokong—sokoang, tolong—toloang, lorong—loroang
uhuah (diftong "ua")tujuh—tujuah, patuh—patuah, seluruh—saluruah
ukuak (diftong "ua")untuk—untuak, buruk—buruak, busuk—busuak
ul dan urdiftong "ua"unggul—unggua, bakul—bakua, kasur—kasua, angsur—ansua
unguang (diftong "ua")langsung—lansuang, hidung—iduang, untung—untuang
up dan utuik (diftong "ui")tutup–tutuik, letup–latuik, rumput—rumpuik, takut—takuik
usuih (diftong "ui")putus—putuih, halus—aluih, bungkus—bungkuih
  • Selain perbedaan akhiran, imbuhan awalan seperti me-, ber-, ter-, ke-, pe- dan se- dalam bahasa Minang (umum) menjadi ma-, ba-, ta-, ka-, pa-, dan sa-. Contohnya meminum, berlari, terlambat, kesalahan, penakut, dan setiap dalam bahasa Minang menjadi maminum, balari, talambek, kasalahan, panakuik, dan satiok.
  • Sementara itu, imbuhan akhiran seperti -kan dan -nya dalam bahasa Minang (umum) menjadi -an dan -nyo. Contohnya memusnahkan dan selamanya dalam bahasa Minang menjadi mamusnahan dan salamonyo.[22]
  • Perbedaan lainnya adalah setiap suku kata pertama yang mengandung huruf "e pepet" dalam bahasa Minang (umum) menjadi huruf "a" (terkadang "i" atau "u"). Contohnya selama, percaya dan semangat dalam bahasa Minang menjadi salamo, picayo dan sumangaik.

Kosakata

Persamaan Bahasa Minangkabau dengan berbagai bahasa lain dari rumpun Melayu dapat dilihat misalnya dalam perbandingan kosakata berikut:

Bahasa Indonesia apa laut lihat kucing pergi ular keras manis lutut
Bahasa Minangkabau apo lauik liek/caliak

cigok

kuciang pai ula/ulo/ulau/uleu kareh manih lutuik
Bahasa Pekal apo lawik liek kucing lalui ulah kehas manis lutuik
Bahasa Urak Lawoi' nama lawoiʔ lihaiʔ mi'aw pi ulal kras maneh lutoiʔ

Frasa

Bahasa Minangkabau: Sadang'an batang di rimbo ndak samo tinggi, apo lei urang
Bahasa Indonesia: Sedangkan pohon di hutan tidak sama tinggi, apa lagi manusia
Bahasa Minangkabau: Ba'a caro koncek baranang, didalam tabek
Bahasa Indonesia: Bagaimana cara katak berenang, didalam kolam
Bahasa Minangkabau: Indak buliah mambuang sarok di siko!
Bahasa Indonesia: Tidak boleh membuang sampah di sini!
Bahasa Minangkabau: Bungo indak satangkai, kumbang indak saikua
Bahasa Indonesia: Bunga tidak setangkai, kumbang tidak seekor
Bahasa Minangkabau: A tu nan ang karajoan/Apo nan sadang ang kakok?
Bahasa Indonesia: Apa yang sedang kamu kerjakan?

kata Apa dalam Bahasa Minangkabau yaitu Apo tetapi lebih sering disingkat dengan kata A

Penamaan dokumen hukum

Sebagai contoh, perbedaan dapat dilihat dalam versi masing-masing dari Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia:

Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa Melayu (Baku)Bahasa Minangkabau
Universal Declaration of Human RightsPernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi ManusiaPerisytiharan Hak Asasi Manusia SejagatDeklarasi Sadunia Hak-Hak Asasi Manusia
Article 1Pasal 1Perkara 1Pasal 1
All human beings are born free and equal in dignity and rights. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood.Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.Semua manusia dilahirkan bebas dan samarata dari segi kemuliaan dan hak-hak. Mereka mempunyai pemikiran dan perasaan hati dan hendaklah bertindak di antara satu sama lain dengan semangat persaudaraan.Sado urang

dilaia'an babeh jo samorato dari Sagi martabaik jo hak-hak wa'no mempunyai pamikia'an jo perasaan ati jo andaklah batindak di antaro ciek samo lain jo samangeik badunsanak.

Kalimat positif dan kalimat negatif

Kalimat negatif seperti dibuat bahasa Prancis.

#Bahasa IndonesiaBahasa MinangBahasa Prancis
kalimat positifSubjek + Predikat + ObjekSubjek + Predikat + ObjekSubjek + Kata Kerja + Objek/Pelengkap
kalimat negatifSubjek + tidak + Predikat + ObjekSubjek + indak + Predikat + Objek + doSubjek + ne + Kata Kerja + pas + Objek/Pelengkap

Contoh:

  1. Iko lamak (ini enak)
    1. Iko indak lamak'do
  2. Ba a (bagaimana)
    1. Ndak ba'a'do

Kalimat pertanyaan

Bahasa IndonesiaBahasa Minang
ApaApo/A
BagaimanaBagaimano/Cammano

Cakmano/Ba'a/Bagpo

BerapaBarapo/Bara/Bagpo
Di manaDi mano/Di ma
Ke manaKa mano/Ka ma
Dari manaDari mano/Dari ma
ManaMano/Ma
SiapaSiapo/Sapo/Sia
MengapaMangapo/Manga / Ngapo/Dek'a
KapanBilo

Kalimat petunjuk

Bahasa IndonesiaBahasa Minang
IniIko/Ko
ItuItu/Tun/Itam/Iten
SiniSiko
SituSitu
SanaSinan/Sitan/Siten

Kata pengganti

SayaAmbo, Denai, Dene, Dean, Awak, Aden
KamuAwak, Angku, Oku

Ang, Kau

DiaInyo, Paja, Poja'e Pojau, Poji'e

Bilangan

Bahasa IndonesiaBahasa Minang
SatuCiek
DuaDuo
TigaTigo
EmpatAmpek
LimaLimo
EnamAnam
TujuhTujuah
DelapanSalapan
SembilanSambilan
SepuluhSapuluah
SebelasSabaleh
SeratusSaratuih, Satuih
SeribuSaribu, Sibu

Silsilah keluarga

Bahasa IndonesiaBahasa Minang
KakekPak Gaek, Antan, Inyiak, Anduang, Gayiek, Datuak
NenekMak Gaek, Enek, Anduang, Niniak, Uwo
AyahApa, Apak, Abak
IbuAma, Amak,

Amai, Mandeh Biyai, Bundo

PamanMamak, Mak Dang, Mak Ngah, Mak Uncu, Pak Tuo, Pak Angah, Pak Adang, Pak Etek, Pak Anjang
BibiAci, Ande, Etek, Uwo, Uncu
Kakak Laki-lakiUda, Ajo, Udo, Uwa, Uan
Kakak PerempuanUni, Uniang, Akak

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Moeliono, A.M., (2000), Kajian serba linguistik: untuk Anton Moeliono, pereksa bahasa, hal. 334, Jakarta: BPK Gunung Mulia, ISBN 979-687-004-5.
  2. ↑ "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Minangkabau". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  3. ↑ "Bahasa Minangkabau". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  4. ↑ Darrell T. Tryon, Comparative Austronesian Dictionary: An Introduction to Austronesian Studies, Walter de Gruyter & Co, Berlin, 1994
  5. ↑ Nadra 2006. sfn error: tanpa target: CITEREFNadra2006 (bantuan)
  6. ↑ Nadra 1997. sfn error: tanpa target: CITEREFNadra1997 (bantuan)
  7. ↑ Medan, Tamsin, (1985), Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  8. ↑ Nadra, (2006), Rekonstruksi bahasa Minangkabau, Andalas University Press, ISBN 979-3364-55-6.
  9. ↑ "AZIZ, Zulfadli A.; AMERY, Robert. A survey on the status of the local languages of Pulau Simeulue and Pulau Banyak and their use within the community. In: Proceedings of English Education International Conference. 2016. p. 487-490". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-15. Diakses tanggal 2018-08-12.
  10. ↑ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI. Bahasa Minangkabau di Provinsi Riau. Pada: Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. 2017 Diarsipkan 2018-08-12 di Wayback Machine.
  11. ↑ Saidat Dahlan, Saidat Dahlan and Anwar Syair, Anwar Syair and Abdullah Manan, Abdullah Manan and Amrin Sabrin, Amrin Sabrin (1985) Pemetaan Bahasa Daerah Riau dan Jambi (1985). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta.
  12. ↑ Agus Sri Danardana, Agus Sri Danardana (2010) persebaran dan kekerabatan bahasa-bahasa di prov riau dan kep riau 149h. Balai Bahasa Provinsi Riau. ISBN 978-979-1104-46-3
  13. ↑ Ayub A, Husin N, Muhardi M, Usman A H, & Yasin A. (1993). Tata Bahasa Minangkabau Diarsipkan 2019-04-13 di Wayback Machine.. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta. ISBN 979-459-294-3
  14. ↑ Moussay 1998, hlm. 24.
  15. ↑ Edwar Jamaris, Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau, Yayasan Obor Indonesia, 2001
  16. ↑ Adelaar, K. Alexander (1992). Proto-Malayic: The Reconstruction of its Phonology and Parts of its Lexicon and Morphology. Pacific Linguistics, Series C, no. 119. Canberra: Dept. of Linguistics, Research School of Pacific Studies, the Australian National University.
  17. ↑ S. Budisantoso, Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya, 1986
  18. ↑ Martin Haspelmath, Uri Tadmor; Loanwords in the World's Languages: A Comparative Handbook; De Gruyter Mouton, 2009
  19. ↑ Alif Danya Munsyi, 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing, KPG, 2003
  20. ↑ Adeng Chaedar Alwasilah, Politik Bahasa dan Pendidikan, 1997
  21. ↑ Ruskhan, Abdul Gaffar (2015). Penentuan Dialek Baku Bahasa Minangkabau Dalam Penulisan Daring. Bogor: Badan Bahasa.
  22. ↑ Edwar Djamaris, Beberapa masalah dalam penerjemahan naskah Sastra Minangkabau[pranala nonaktif permanen]

Bacaan lanjutan

  1. Moussay, Gérard (1998). Rahayu S. Hidayat (ed.). Tata Bahasa Minangkabau (judul asli: La Langue Minangkabau) (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Kepustakaan Popular Gramedia. ISBN 979-9023-16-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. Eberhard, David M.; Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. (2021). "Ethnologue: Languages of the World" (dalam bahasa Inggris). Dallas: SIL International. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-04. Diakses tanggal 2021-09-18.

Pranala luar

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan