Rabu, 14 Oktober 2026
01:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Rujak kembang katis

Rujak kembang katis

makanan khas daerah

Bagikan:
Rujak kembang katis
250px-Rujak_kembang_kates_%28papaya_flowers_salad_with_peanut_sauce%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rujak kembang katis dengan saus kacang.
Nama lainRujak bunga pepaya, rujak daun ubi kembang katis
Tempat asalIndonesia
Dibuat olehMasyarakat Pulau Bangka
Bahan utamaDaun singkong, bunga pepaya
Bahan yang umum digunakanbawang, garam, terasi, cabai, minyak kelapa

Rujak kembang katis, rujak kembang kates adalah hidangan tradisional dari Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.[1]

Rujak ini terbuat dari bahan utama yang sederhana berupa daun ubi (daun singkong) dan bunga pepaya muda atau dalam bahasa Melayu Bangka disebut kembang katis. Berbeda dari rujak yang biasanya memasukkan bahan segar, daun ubi dan bunga pepaya untuk bahan rujak ini harus direbus terlebih dahulu.[2] Bunga pepaya dapat dimasak dua kali agar tidak berasa pahit.[1] Kedua bahan ini lalu ditumis dengan minyak kelapa bersama bawang, cabai, terasi dan garam. Bahan-bahan lainnya kadang ditambahkan sesuai selera misalnya kecambah atau saus kacang.

Referensi

  1. 1 2 Andalkan Rujak Bunga Pepaya, tribunnews. nurhayati. Akses: 06-10-2021.
  2. ↑ 8 Masakan Lokal yang Lezat dari Bangka Belitung, digstraksi. Rado. Akses: 06-10-2021.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan