Jumat, 30 Oktober 2026
13:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Empal gentong

Empal gentong

sup daging khas daerah

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Empal gentong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Indonesian_soup-Empal_Gentong-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empal gentong

Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai. Makanan ini dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan dalam makanan ini terdiri dari daging sapi dan jeroan seperti usus dan babat.[1]

Selain menggunakan kayu bakar dan gentong, empal gentong disajikan menggunakan kucai (Allium tuberosum) dan sambal berupa cabai kering giling. Makanan ini dapat disajikan dengan nasi atau lontong.[2]

Etimologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘empal’ bermakna daging yang dipotong pipih, direbus, dan dibumbui, lalu digoreng. Sedangkan cara pengolahan daging sapi dalam empal gentong merupakan hasil perpaduan budaya Jawa, Arab, India, dan Tiongkok.[3]

Sejarah

Empal gentong merupakan hidangan kuliner yang lahir pada abad ke-15. Makanan ini lahir karena adanya akulturasi budaya dari bangsa Indonesia, Arab, India, dan Tiongkok. Pada zaman itu, Cirebon menjadi tempat pertemuan (melting pot) masyarakat dari berbagai negara. Banyak orang berpendapat bahwa empal gentong pertama kali lahir di Desa Battembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.[1]

Referensi

  1. 1 2 Syahroni, Ony. "Menilik Sejarah Empal Gentong, Kuliner Nikmat Khas Cirebon". detikjabar. Diakses tanggal 2026-06-06.
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2021-05-22). "Sejarah Empal Gentong yang Mirip Gulai, Dulu Pakai Daging Kerbau Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. ↑ "Empal Gentong, Bukti Akulturasi Budaya dalam Kuliner Khas Cirebon". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-06-06.
Wikibooks logo
Wikibuku memiliki buku di:
250px-Empal_gentong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empal gentong yang dijajakan di Yogyakarta.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan