Sabtu, 17 Oktober 2026
18:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Soto lamongan

Soto lamongan

salah satu jenis sup

Bagikan:
Soto lamongan
330px-Soto_ayam_kampung_Lamongan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajian soto lamongan di mangkuk
JenisSoto
SajianMakanan utama
Tempat asalIndonesia
DaerahLamongan
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaKuah, ayam, kecambah, bumbu

Soto Lamongan (Hanacaraka: ꦱꦺꦴꦠꦺꦴꦭꦩꦺꦴꦔꦤ꧀) adalah soto ayam khas Lamongan, Jawa Timur, yang saat ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.[1] Soto lamongan dikenal sebagai salah satu soto paling gurih lantaran memiliki ciri khas taburan koya udang yang tidak dimiliki oleh soto lainnya.

Untuk alasan kepraktisan, pada umumnya daging pada soto ayam disajikan dengan cara disuwir (disobek kecil-kecil mengikuti serat daging). Namun pada soto lamongan, daging ayam tersebut diiris tipis-tipis sebelum dicampur dengan bahan-bahan lain dan kuah berkaldu.

Sejarah

[2]Soto Lamongan mulai dikenal luas pada era 1980-an hingga 1990-an setelah melalui proses panjang dalam pengembangannya. Hidangan khas ini menggabungkan berbagai unsur budaya, termasuk pengaruh dari Tiongkok, Jawa, dan Eropa.  

Masyarakat Lamongan, yang banyak merantau dan berdagang soto di berbagai daerah, turut berperan dalam penyebaran. Dahulu, soto ini dijajakan dengan cara dipikul dan dijual berkeliling dari satu kampung ke kampung lain.  

Pengaruh kuliner Tiongkok dalam soto ayam Lamongan masih dapat dikenali hingga saat ini, terutama dari penggunaan soun, kecap, dan taoge yang diperkenalkan oleh masyarakat peranakan Tionghoa.  

Di sisi lain, bumbu seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, dan daun salam mencerminkan tradisi kuliner Jawa yang mendapat pengaruh dari budaya India. Sementara itu, jejak kuliner Eropa terlihat dari penggunaan rempah seperti ketumbar, merica, serta bahan seperti seledri dan kubis.[3]  

Desa Rejotengah dan Desa Sidobinangun, Kecamatan Deket, Lamongan, kerap dikaitkan dengan sejarah awal Soto Lamongan. Di daerah ini terdapat makam Buyut Bakal, yang menurut kepercayaan masyarakat setempat, merupakan juru masak Sunan Giri dan diyakini memiliki andil dalam perkembangan kuliner ini. Kini, soto Lamongan menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi banyak warga di daerah tersebut.

Galeri

  • Soto Lamongan dengan tambahan ceker
    Soto Lamongan dengan tambahan ceker
  • Soto Lamongan dengan tambahan uritan
    Soto Lamongan dengan tambahan uritan

Referensi

  1. ↑ A., Yuyun (2008). Panduan Wirausaha Soto Nusantara. Jakarta: Agro Media. hlm. 18–20. ISBN 9789790061873.
  2. ↑ antaranews.com (2024-10-31). "Sejarah Soto Lamongan, beserta resep autentiknya". Antara News. Diakses tanggal 2025-03-09.
  3. ↑ "Resep Soto Lamongan Mudah dan Anti Gagal". Fimela. 9 Juni 2025. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan