Selasa, 20 Oktober 2026
07:57 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lamang tapai

Lamang tapai

makanan khas Sumatera Barat

Bagikan:
Lamang tapai
250px-Lamang_Tapai_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SajianMakanan ringan
Tempat asal Indonesia
Dibuat olehSuku Minangkabau
Bahan utamaLemang, beras ketan

Lamang tapai adalah makanan ringan yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Rasanya manis, enak dan ada sedikit rasa fermentasi di dalamnya. Biasanya lamang tapai banyak dijumpai pada Idul Fitri, pernikahan, pesta adat atau acara khitanan. Namun, ada juga yang menjual lamang tapai sebagai hidangan berbuka puasa di bulan Ramadhan.[1] Ada dua cara makan lamang tapai. Pertama, keduanya diaduk menjadi satu seperti kolak. Cara kedua, dengan mencelupkan lamang yang sudah diiris tipis ke dalam tapai.[1]

Sejarah

Dalam tradisi Minangkabau, dulunya lamang tapai dijadikan sebagai buah tangan dari menantu perempuan untuk mertuanya. Menantu perempuan membawa hidangan ini sebagai cara untuk mengkomunikasikan kehidupan rumah tangganya kepada mertuanya. Keharmonisan hubungan akan dinilai melalui rasa lamang tapai yang disajikan. Selain itu, lamang tapai juga dibawa saat upacara manjapuik marapulai. Di masa kini, lamang tapai mudah ditemui saat bulan Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, peringatan Maulid Nabi, peringatan wafat, bertamu, dan baralek atau pesta pernikahan. Masyarakat Minang biasanya akan membuat lamang tapai sebelum hari spesial tiba. Tradisi ini disebut dengan malamang dan dilakukan secara gotong royong.[2]

Tidak ada makna simbolis dalam penyajian lamang dan tapai, tetapi masyarakat Minang merasa bahwa lamang kurang lengkap jika tidak disajikan dengan tapai. Mereka mengibaratkan lamang dan tapai seperti laki-laki dan perempuan, yang tidak bisa tanpa satu sama lain.[3]

Pembuatan

Bahan

  • 500 beras ketan hitam
  • 2 keping ragi tape
  • 2 sdm gula halus
  • 2 gelas air
  • 4 kg beras ketan
  • santan dari 6 buah kelapa
  • 4 siung bawang putih yang ditumbuk halus
  • garam secukupnya

Cara memasak

Sama seperti membuat lemang, tetapi harus menggunakan ruas bambu muda. Setelah beras ketan dicuci bersih, beras dimasukkan ke dalam lemang dan ditutup dengan daun pisang. Kemudian, santan dituangkan ke dalamnya dan dibakar dalam api kecil. Untuk membakarnya juga harus hati-hati agar ruas bambu tidak hampir terbakar dan memakan waktu lima jam.[4] Sedangkan untuk tapai pulut, yaitu beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasi beras ketan dengan ragi. Beras ketan akan dikukus dengan air secukupnya dan bila sudah lunak akan ditambahkan ragi. Selanjutnya ragi akan disimpan dalam wadah dan ditutup rapat, minimal selama dua hari.[4]

Popularitas

  • Lamang tapai sangat mudah ditemukan di pasar tradisional, khususnya di Dataran Tinggi Minangkabau. Harga lamang tapai diperkirakan antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000.[4]
  • Pernah dijadikan lagu Lamang Tapai dinyanyikan oleh almh. Elly Kasim.

Referensi

  1. 1 2 Okezone (2019-05-15). "Mencicipi Lamang Tapai, si Hitam yang Menggoda dari Sumatera Barat : Okezone Lifestyle". Diakses tanggal 2021-06-14.
  2. ↑ "Lamang Tapai Kuliner Khas Minangkabau Bukan Sekadar Makanan, Ini Filosofinya". Tempo. 17 Maret 2024 | 15.01 WIB. Diakses tanggal 2025-08-28.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Siahaan, Cory Patricia. "Lamang Tapai, Kuliner Tradisional Minangkabau yang Lezat dan Populer". detiksumut. Diakses tanggal 2025-08-28.
  4. 1 2 3 Liputan6.com (2020-07-30). "Mencicipi Lamang Tapai, Kuliner Ranah Minang yang Tak Lekang oleh Waktu". Diakses tanggal 2021-06-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Wikibooks logo
Wikibooks memiliki buku di:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan