Sabtu, 07 November 2026
05:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Ciu

jenis minuman beralkohol

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ciu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Infotaula de menjarCiu
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
JenisMinuman beralkohol Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaMolase Suntingan nilai di Wikidata

Ciu (dari bahasa Hokkian chiú (酒)) atau ciu rantai adalah sebutan bagi sejenis minuman beralkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi singkong cair yang terbuang dalam proses pembuatan tapai (tetes tapai). Minuman ini khas dari daerah Desa Sumpiuh, Banyumas dan Cikakak Ajibarang, Jawa Tengah, Indonesia, sebuah daerah di sekitar pinggiran kota Banyumas. Selain itu minuman ini juga sangat populer di kalangan pemuda Kota Sumpiuh. Minuman ini dikenal mengandung alkohol dan sangat efektif untuk membuat orang yang meminumnya mabuk. Ciu sangat populer di Pulau Jawa terutama wilayah Banyumas, Sumpiuh, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kroya, dan sekitarnya. Awalnya ciu hanya banyak dipasarkan di wilayah Banyumas, Purwokerto, Sumpiuh, dan Ajibarang saja, tetapi dengan makin melambungnya harga miras botol membuat masyarakat kembali memilih ciu sebagai miras yang lebih terjangkau harganya.

Sejarah

Sejarah ciu bisa ditelusuri lagi sejak sebelum zaman kolonial Belanda, dan di mana pada sekitar abad ke-18 dikenal sebagai miras dengan label Batavia Arrack. Kala itu Batavia Arrack memproduksi miras dengan bahan baku yang banyak ditemui di wilayah Nusantara seperti beras yang difermentasi, tetes tebu dan kelapa. Sampai akhirnya masyarakat tradisional Banyumas sanggup membuat racikan miras menggunakan bahan baku ketela pohon. Bahkan sampai saat ini pembuatan ciu di daerah Banyumas masih tergolong sangat tradisional dan sebenarnya tidak mengandung campuran dari bahan kimia buatan lainnya.

Di daerah Cikakak dan desa-desa penghasil ciu seperti Windunegara dan Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, para perajin ciu rata-rata merupakan ibu rumah tangga. Sedangkan kaum lelaki justru bertugas untuk mencari bahan baku di kebun dan sebagai penjual langsung ke beberapa tempat. Guna memasak bahan baku ciu, menggunakan semacam alat destilasi. Tong besar dengan volume 130 liter digunakan untuk mencampur gula merah, tape, air, dan bibit ciu.

Ciri-ciri

Warna ciu sendiri seperti air putih yang sangat jernih dan tidak berwarna. Itulah terkadang banyak orang salah mengira ciu dianggap sebagai air putih biasa. Jika diminum akan terasa pahit dan sampai tenggorokan seperti terbakar. Harga ciu bervariasi tergantung dari tinggi rendahnya kadar alkohol. Makin murni sebuah ciu, maka bisa makin mahal. Sebagai contoh, ciu dengan alkohol berkadar 20%, dijual dengan harga Rp150 ribu. Sementara untuk ciu dengan kadar alkohol 50%, dijual Rp200 ribu dan kadar 70% dijual Rp350 ribu per liter.

Kontroversial

Meski menjadi minuman tradisional, kenyataannya ciu justru menjadi minuman yang sering dilarang peredarannya oleh aparat kepolisian. Selain itu ciu juga dicap sebagai minuman kelas rendahan dan rentan dioplos dengan bahan kimia berbahaya. Padahal ciu aslinya tidak dioplos dan bisa dikatakan masuk dalam kategori miras aman selama batas kewajaran konsumsi. Pihak pembuat tidak pernah mencampurkan bahan kimia berbahaya pada saat produksinya. Pengoplosan justru dilakukan oleh pihak kedua seperti pengecer maupun distributor agar lebih keras dan lebih banyak. Jadi patut dicurigai jika menemui ciu yang terlihat agak keruh warnanya karena ciu asli sangat jernih.

Ciu Bekonang

Selain dari daerah Banyumas, ada pula ciu solo yang sebenarnya bernama Miras Bekonang. Ciu solo merupakan minuman keras tradisional yang banyak diproduksi di daerah Bekonang, Sukoharjo dan ciu jenis ini dibuat dari hasil penyulingan tetes tebu yang telah difermentasi. Ciu solo banyak dipasarkan di berbagai daerah di Jawa, tetapi lebih populer di daerah Solo, Jogja, dan Magelang.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan