Selasa, 29 September 2026
12:32 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan
Kakoleh

Kakoleh

makanan khas Banjar

Bagikan:
KakolehKue Kakoleh
Kue Kakoleh
Nama lainKakulih, Kokoleh, KukulihTempat asalIndonesiaDaerahKalimantan SelatanHidangan nasional terkaitIndonesiaDibuat olehSuku BanjarSuhu penyajianHangat dan dinginBahan utamaTepung beras, santan, gula merah, daun pandan,Bahan yang umum digunakanAir kapur dan garam

Kakoleh atau Kakulih adalah salah satu kue tradisional khas Kalimantan Selatan yang biasanya disajikan saat ada acara besar. Kue ini biasanya dihidangkan sebagai santapan terakhir dalam sebuah acara.[1] Kue Kakoleh terbuat dari adonan tepung beras yang diberi pewarna hijau dan dimakan bersama dengan kuah kinca.[2]

Kue ini sekilas mirip dengan bubur sumsum dari tampilannya, namun yang membedakan adalah tekstur kue Kakoleh lebih padat dikarenakan menggunakan air kapur dalam adonannya sehingga tidak memiliki tekstur lembut seperti bubur. Selama proses pembuatannya, adonan diaduk terus menerus dengan tujuan agar adonan tidak lengket dan kering.

Budaya

Kue Kakoleh biasanya disajikan di akhir acara dengan tujuan untuk mengembalikan tenaga setelah berkegiatan. Selain itu, kue ini juga sering dijual saat bulan Ramadan sebagai takjil berbuka puasa.[3] Selain itu, kue ini juga hadir saat acara tanam padi perdana oleh suku Banjar yang tinggal di Mekarsari, Barito Kuala. Penyajian kue ini merupakan simbol dari istilah bapakoleh (memperoleh hasil) dengan harapan memperoleh hasil panen yang bagus nantinya.[4]

Kue Kakoleh akan dimakan bersama keluarga petani setelah ritual bamula batanam/batunjang selesai. Setelah penanaman padi selesai, biasanya akan ada acara selamatan tuntung tanam yang mana Kakoleh juga akan hadir tetapi hanya sebagai syarat.[4]

Referensi

  1. ↑ Sriwahyuni, Umi (2015-05-03). "Kokoleh Didaulat Sebagai Santapan Penutup Rangkaian Hajatan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-06-07.
  2. ↑ Novitri, Tia Lalita. "Kokoleh: Olahan Sederhana dengan Rasa Istimewa - Radar Banjarmasin". Kokoleh: Olahan Sederhana dengan Rasa Istimewa - Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-03-08.
  3. ↑ Kulinear.ID, Rosita Maela Sari- (2021-07-25). "Si manis pengisi tenaga, Kokoleh wajib ada saat acara adat Banjar selesai - Kulinear - Halaman 2". Si manis pengisi tenaga, Kokoleh wajib ada saat acara adat Banjar selesai - Kulinear - Halaman 2. Diakses tanggal 2022-06-07.
  4. 1 2 Hastuti, Karunia, dkk. (2019). Etno-agrikultur Suku Banjar di Lahan Rawa Pasang Surut. Malang: Media Nusa Creative. hlm. 123, 129–130. ISBN 978-602-462-228-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan