Minggu, 11 Oktober 2026
16:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Asam sunti

Asam sunti

bumbu masakan Indonesia

Bagikan:
330px-Asam_Sunti_Aceh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asam sunti

Asam sunti atau boh seulimeng[1] adalah salah satu bumbu dapur khas yang banyak digunakan di berbagai Hidangan Aceh. Asam sunti terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan melalui proses penjemuran di terik matahari dan diberi garam sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.[2]

Beberapa makanan khas Aceh yang menggunakan bumbu ini di dalamnya seperti masam keu'eueng, kari, dan juga untuk asam atau sambal seperti Sambal asam udeung.[3]

Selama ini, Asam sunti dibuat secara tradisional, karena pohon Belimbing sayur tumbuh subur dan berbuah sepanjang tahun di Aceh. Selain memanfaatkan buahnya menjadi bumbu dapur, orang Aceh juga menggunakan bunganya sebagai obat untuk susah menelan dan bibir pecah-pecah karena panas dalam, serta daunnya untuk mengusir lalat.[4]

Asam sunti dalam beberapa hidangan Aceh bersifat esensial dan sulit dicari bahan penggantinya. Sehingga, sering dijadikan sebagai oleh-oleh atau komoditas perdagangan antar warga Aceh baik yang berdomisili di daerah lain ataupun yang masih di Aceh.[5]

Proses membuat

Pengolahan belimbing wuluh menjadi asam sunti pun menjadi tradisi turun-temurun dan diolah dengan cara tradisional. Belimbing wuluh akan diiris tipis, dicampur garam, dan dijemur hingga kering dan warnanya berubah menjadi kecoklatan. Proses ini akan menghasilkan rasa asam khas dan aroma kuat yang menjadi ciri khas masakan Aceh.[6] Penjemuran menggunakan wadah yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau tampah.[4]

Adapun proses membuatnya adalah dengan perendaman terlebih dahulu sehari sebelumnya agar teksturnya menjadi lebih lunak. Selanjutnya, belimbing wuluh dicuci dan dijemur hingga kering. Setelah proses penjemuran selesai, belimbing wuluh akan digarami agar tidak berjamur dan memulai proses pengawetan. Belimbing wuluh kemudian akan disimpan di dalam wadah tertutup. Esok harinya, belimbing wuluh akan dijemur lagi berulang kali hingga kering.[7]

Sesekali, pengawetan ini akan menghasilkan cairan asam yang dimanfaatkan sebagai cuka alami untuk masakan Aceh.[7]

Referensi

  1. ↑ Lusiana (2021). "Asam Sunti Sebagai Bumbu Tradisional Masyarakat Aceh (Lamteuba Aceh Besar)". Skripsi thesis, UIN AR-RANIRY.
  2. ↑ "Asam Sunti, Si Ajaib Pengaya Rasa". Serambinews.com. Diakses tanggal 2026-06-27.
  3. ↑ "Penyegar Aroma Makanan Tak Hanya Tomat, Coba Buah Ini". Tribunnews.com. 2016-03-03. Diakses tanggal 2026-06-27.
  4. 1 2 R, Rahmadi (2022-07-09). "Apa Bedanya Belimbing Wuluh dan Asam Sunti?". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2026-06-17.
  5. ↑ Gardjito, Murdiati; Santoso, Umar; Utami, Nurullia (2018). Ragam Kuliner Aceh: Nikmat yang Sulit Dianggap Remeh. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 978-602-386-284-9.
  6. ↑ Mariarny. "Asam Sunti, Kuliner Aceh yang Kaya Sejarah - RRI.co.id". rri.co.id - Portal berita terpercaya. Diakses tanggal 2026-06-17.
  7. 1 2 Alfiani, Ira Yulia (2025-07-03). "Asam Sunti: Bumbu Khas Aceh dari Belimbing Wuluh yang Kaya Rasa". aceh.indozone.id. Diakses tanggal 2026-06-17.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan