Sabtu, 31 Oktober 2026
22:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Belimbing sayur

Belimbing sayur

Spesies tanaman

Bagikan:
Belimbing sayur
250px-Averrhoa_bilimbi_fruit_by_Sugeesh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Oxalidales
Famili: Oxalidaceae
Genus: Averrhoa
Spesies:
A. bilimbi
Nama binomial
Averrhoa bilimbi

Belimbing sayur (dikenal pula dengan nama belimbing wuluh, belimbing buluh, belimbing botol, belimbing besi, belimbing asam), atau binang[1] (Averrhoa Bilimbi Linn) merupakan sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, India, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia. Tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya yang memiliki bentuk lonjong dengan warna hijau muda mengilap dengan rasa asam yang sering digunakan sebagai bumbu masakan, sambal, dan campuran ramuan jamu.[1]

Deskripsi

Buah Belimbing Wuluh
Buah Belimbing Wuluh

Belimbing adalah pohon buah yang tingginya mencapai 5 m.[2] Batangnya tak begitu besar, bergaris tengah 30 cm. Ia kasar dan berbenjol-benjol, percabangannya sedikit, dan condong ke atas. Cabang mudanya berambut halus, seperti beledu dan berwarna cokelat muda.[3] Daunnya tersusun dalam bentuk ganda. Bentuknya kecil, berbentuk telur, dan jumlahnya 21–45 cm. Daunnya termasuk majemuk, menyirip, dan ganjil.[4] Anak daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai jorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat, tepinya rata. Ukuran daunnya adalah: 2-10 cm × 1–3 cm. Ia berwarna hijau, dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda.[3] Pada setiap daun terdapat 11-37 anak daun yang berselang-seling atau setengah berpasangan dan berbentuk oval.[5] Perbungaannya majemuk, dan tersusun dalam malai (panjangnya 5–20 cm[4]). Berkelompok, keluar dari percabangan yang besar, kecil-kecil berbentuk bintang dan berwarna ungu kemerahan[3]/merah saja.[2] Buahnya termasuk buah buni, berbentuk bulat lonjong bersegi, panjangnya 4-6,5 cm, berwarna hijau kekuningan, berair banyak jika sudah masak dan rasanya asam. Bentuk biji bulat telur, gepeng.[3]

Budidaya belimbing wuluh

Untuk budidaya belimbing wuluh yang benar dapat dilakukan dengan cara menyetek batangnya dengan langkah-langkah sebagai berikut:[6]

  1. Pilih pohon belimbing wuluh yang telah terbukti berbuah lebat
  2. Potong salah satu batangnya yang tidak terlalu muda dan juga jangan terlalu tua
  3. Rendam batang belimbing wuluh yang dipotong ke dalam larutan perangsang pertumbuhan akar selama 1 malam.
  4. Siapkan media tanam berupa pot besar, isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang.
  5. Tancapkan potongan batang belimbing wuluh langsung ke pot
  6. Lakukan penyiraman, serta usahakan penanaman dilakukan awal musim hujan agar kondisi lingkungan lembap sehingga batang belimbing wuluh tidak kering.

Nama lokal

Manfaat

Daun belimbing wuluh yang mengandung senyawa tannin, saponin dan flavonoid dapat digunakan sebagai insektisida alami pada ulat grayak.[7] Selain itu, buah belimbing wuluh juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sabun cuci piring.[8]

Galeri

  • Pohon belimbing wuluh
    Pohon belimbing wuluh
  • Bunga belimbing wuluh
    Bunga belimbing wuluh
  • Pohon belimbing wuluh penuh dengan buah
    Pohon belimbing wuluh penuh dengan buah
  • Bunga belimbing wuluh
    Bunga belimbing wuluh

Referensi

  1. 1 2 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi.
  2. 1 2 Sastrapradja et al. 1981, hlm. 17. sfn error: tanpa target: CITEREFSastrapradja_et_al.1981 (bantuan)
  3. 1 2 3 4 Dalimartha 2008, hlm. 6–10. sfn error: tanpa target: CITEREFDalimartha2008 (bantuan)
  4. 1 2 Dharma 1987, hlm. 45–46.
  5. ↑ Sitorus, Tumiar (2017-12). "Uji Bioaktivitas Antimikroba Ekstrak Kasar Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) Terhadap Bakteri Escherichia coli". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-06. Diakses tanggal 2020-07-06.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Cara menanam Belimbing Wuluh diakses 3 Februari 2016
  7. ↑ Herlina, Nofripa; Pratikasari, Tria; Gesriantuti, Novia (2023-05-30). "Uji Toksisitas Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda)". Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan. 13 (2): 1–8. doi:10.37859/jp.v13i2.4710. ISSN 2579-5953.
  8. ↑ Darajat, Zakiyah; Ranggina, Dian; Pampang, Harun; Lamuru, Afriyanti S.; Yunus, Muhammad Arham; Ole, Maria Assumpta Nogo; Nurfiansyah, Nurfiansyah (2022-09-30). "Pemanfaatan Ekstrak Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.) Menjadi Sabun Cuci Piring". COVIT (Community Service of Tambusai) (dalam bahasa Inggris). 2 (2): 420–425. doi:10.31004/covit.v2i2.18389. ISSN 2807-1409.

Daftar pustaka

  • Dalimartha, Setiawan (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Vol. 4. Jakarta: Puspa Swara. ISBN 979-1133-14-X.
  • Dharma, A.P. (1987). Indonesian Medicinal Plants [Tanaman-Tanaman Obat Indonesia] (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 979-407-032-7.
  • Sastrapradja, Setijati; Lubis, Siti Harti Aminah; Djajasukma, Eddy; Soetarno, Hadi; Lubis, Ischak (1981). Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi:Sayur-Sayuran. Vol. 6. Jakarta: LIPI bekerja sama dengan Balai Pustaka. OCLC 66307472.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan