Jumat, 06 November 2026
12:49 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Tampah

Tampah

Alat untuk menampi beras, milet, atau gandum

Bagikan:
250px-Winnowing_the_wild_rice_in_a_birch_bark_basket.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menampi padi dengan tampah.

Tampah,[1] disebut pula penampi[2] atau nyiru,[3] adalah perabot rumah tangga, dibuat dari anyaman bambu dan sebagainya, biasanya berbentuk bulat untuk menampi (membersihkan) beras.

Selain untuk menampi beras,[4][5] tampah juga digunakan untuk menaruh jajanan kudapan yang biasa disebut kue tampah. Tampah juga digunakan sebagai tempat alas untuk tumpeng,[6] dan juga untuk menjemur kerupuk kerak atau gendar. Alat ini masih banyak digunakan oleh masayarakat Indonesia karena tampah adalah alat yang relatif murah dan praktis dalam penggunaan.

Tampah juga memiliki nama lain disetiap daerah seperti, nyiru (Sunda); pattapi (Bugis-Makassar); jeu'e (Aceh); niu (Bali); tampi (Kalimantan Timur)

Filosofi

Kata "tampah" berasal dari bahasa Jawa tampah.[7]

Dalam budaya Jawa, tampah bukan hanya sebatas alat dapur tradisional semata, namun memiliki makna dan filosofi. Kata "tampah" berasal dari kata "tampa" yang artinya ‘menerima’, sehingga dimaknai sebagai menerima pemberian yang didapat dalam hidup.

Sedangkan kaitannya dengan kegiatan menampi beras yang bertujuan memisahkan kotoran dan beras dengan menggunakan Tampah sebagai penyaring, bermakna bahwa manusia diharapkan bisa bersikap layaknya Tampah yang dapat menyaring segala hal yang diterima dalam kehidupan, dengan cara menyaring hal yang buruk dan menerima hal yang baik.[8][9]

Galeri

Lihat pula

  • Penampian, metode penggunaan tampah untuk memisahkan sekam dari padi, milet, atau gandum.

Referensi

  1. ↑ "Tampah". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Penampi". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ↑ "Persamaan kata dari "nyiru"". www.persamaankata.com. Diakses tanggal 2021-05-14.
  4. ↑ "Menampi". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  5. ↑ "Kata lain dari Menampi". www.katalain.com. Diakses tanggal 2021-05-14.
  6. ↑ antaranews.com (2012-12-14). "Nasi tumpeng, ikon kuliner tradisional indonesia". Antara News. Diakses tanggal 2021-05-14.
  7. ↑ (1) tampah : N.K. un van pour nettoyer le riz. Sumber: Dictionnaire Javanais-Français, L'Abbé P. Favre, 1870, #917. (2) tampah : KN. (tèmpèh, OJ. Wk.) een van bamboe gevlochten wan of groot rond bord met opstaanden rand (wêngku, BTDj. 447) om rijst te wannen Wk., of ook om er iets op te droogen of uit te stallen (vgl. intêr, tapi, III, en tedhok). Sumber: Javaansch-Nederlandsch Handwoordenboek, Gericke en Roorda, 1901, #918. (3) tampah (tampah) : kn. bngs. tambir (tebok) gêdhe. Sumber: Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75. (4) tampah : a large bamboo plate for serving communal meals, spreading foods for drying, tossing rice to separate the grains from the chaff. Sumber: Javanese-English Dictionary, Horne, 1974, #1968.
  8. ↑ Tampah dari Indonesia, Jadi Karya Seni yang Dijual Seharga Jutaan di AS
  9. ↑ Filosofi Mendalam Sebuah Tampah

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan