Rabu, 04 November 2026
12:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Cingkaruk

Cingkaruk

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
Infotaula de menjarCingkaruk
Asal
Negara asalIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Keahlian memasakmasakan Indonesia Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
JenisDodol dan camilan Suntingan nilai di Wikidata
Metode penyajiankukus Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaBeras ketan, gula merah dan kelapa Suntingan nilai di Wikidata
250px-Wadai_Cangkaruk_%28Kue_Cangkaruk%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cingkaruk atau cangkaruk

Cingkaruk atau cangkaruk adalah kue tradisional Indonesia yang terbuat dari beras ketan. Kue ini banyak ditemukan dipasar-pasar tradisional terutama di Kota Banjarmasin ataupun pada gelaran kuliner yang diselenggarakan di Kalimantan Selatan.[1]

Di Kalimantan Selatan, umumnya cingkaruk berwarna merah kecoklatan yang berasal dari bahan gula merah sehingga disebut juga cingkaruk habang atau merah. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Banjar, beras merupakan kebutuhan pokok atau makanan utama. Sementara itu, cingkaruk habang terbuat dari bahan tersebut. Artinya, Cingkaruk Habang merupakan simbol dari kehidupan manusia.[butuh rujukan] Selain cingkaruk habang, terdapat juga cingkaruk putih. Bahan dasar dan proses pembuatan keduanya sama, yang membedakan hanya warna yang berasal dari perbedaan penggunaan gula. Berbeda dengan cingkaruk habang, cingakruk putih menggunakan gula pasir sehingga warnanya menjadi putih.[2]

Kue ini juga dikenal dengan nama Cengkalok, Cengkaruk, atau Ladu di Kalimantan Barat; terutama di Kabupaten Mempawah. Hampir mirip dengan cangkaruk di Kota Banjarmasin, cengkaruk dari kabupaten Mempawah juga terbuat dari beras ketan yang disangrai dengan gula merah serta ditaburi parutan kelapa. Pada tahun 2026, cengkaruk dari kabupaten Mempawah telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Kalimantan Barat.[3]

Referensi

  1. ↑ "KalselPedia - Dodol Cingkaruk atau Cingkaruk Habang Khas Kalsel". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2026-02-15.
  2. ↑ Rahmawati, Neni Puji Nur,. Makna simbolik dan nilai budaya kuliner "wadai Banjar 41 macam" pada masyarakat Banjar Kalsel (Edisi Cetakan pertama). Yogyakarta. ISBN 978-602-1228-94-4. OCLC 957057293.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ↑ "Aek Serbat, Cengkaruk dan Dokok-dokok Telanjang Resmi Jadi Warisan Budaya Mempawah". Tribunpontianak.co.id. Diakses tanggal 2026-02-15.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan