Senin, 05 Oktober 2026
23:57 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Garam laut

Garam laut

Garam yang dihasilkan dari penguapan air laut

Bagikan:
250px-France-Noirmoutier-Sel_brut.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Garam laut yang telah dikumpulkan di keranjang
250px-Salt_collector_in_Lake_Retba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengumpulan garam secara manual di Danau Retba, Senegal
250px-Dead_Sea%2C_Jordan_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Deposit garam di pinggir Laut Mati, Yordania

Garam laut adalah garam yang dihasilkan dari penguapan air laut. Garam laut memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai bumbu masak dan kosmetika. Ilmu pembuatan garam laut telah dilakukan sejak zaman prasejarah. Berbagai juru masak memercayai bahwa garam laut memiliki rasa yang lebih baik dibandingkan garam tambang. Meski disebut garam laut, tetapi pengumpulan tidak selamanya dilakukan di laut. Beberapa dilakukan di danau air asin.

Sejarah

Garam laut disebutkan dalam naskah umat Buddha, Vinaya Pitaka yang ditulis pada abad ke 5 SM.[1] Prinsip produksi garam dapur adalah menguapkan air laut. Di daerah yang hangat dan kering, proses ini dapat dilakukan sepenuhnya dengan mengandalkan cahaya matahari. Di kawasan yang lebih dingin, bahan bakar tambahan diperlukan.

Pada masa lalu, tambak garam dibangun di kawasan di mana pantai mudah dibentuk, tenaga kerja yang murah, dan dekat dengan aktivitas ekonomi yang membutuhkan garam (misal pembuatan keju dan pengawetan daging). Sehingga tambak garam terintegrasi dengan kawasan peternakan.[2] Pantai yang dibentuk menjadi tambak garam akan menyuplai air laut ketika pasang. Tidak jarang tambak dialasi permukaan yang keras seperti keramik untuk mempermudah pengumpulan garam.[2]

Di kawasan Sichuan, China, pembuatan garam tradisional dilakukan dengan merebus air garam di pot-pot besar yang terbuat dari tanah liat dan di bawahnya terdapat rongga tempat dibakarnya gambut atau kayu bakar.[3]

Garam laut tidak selalu dihasilkan dari laut karena beberapa negara seperti Amerika Serikat tetap memberi label "garam laut" selama tingkat kemurniannya sesuai dengan yang disyaratkan. Sehingga garam tambang yang dicampur mineral lainnya dapat disebut dengan garam laut menurut ketentuan ini.[4]

Komposisi

Komposisi garam laut umumnya sama dengan kandungan ion yang terlarut dalam air laut. Garam laut kering mengandung kurang lebih 55.5 persen klor, 30.8 persen natrium, 7.7 persen sulfat, 3.7 persen magnesium, 1.2 persen kalsium, 1.1 persen kalium.[5]

Iodium, nutrisi esensial bagi manusia, terkandung dalam garam laut dalam jumlah yang sangat kecil. Garam yang dijual dengan label "garam beryodium" adalah garam yang difortifikasi atau diperkaya dengan iodium.[6][7]

Rasa

Beberapa juru masak percaya garam laut memiliki rasa dan tekstur yang lebih baik dibandingkan garam tambang.[8] Tekstur garam laut murni cenderung lebih kasar sehingga laju kelarutan garam di dalam mulut akan bervariasi dan memberikan rasa yang berbeda. Kandungan mineral juga dapat memengaruhi rasa. Keberadaan mineral tanah liat dan alga setempat dapat memengaruhi warna yang dihasilkan. Seperti garam laut dari Korea dan Prancis dapat memiliki warna merah muda, dari India berwarna hitam, dan dari Hawaii berwarna hitam dan merah.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Prakash, Om (2005-01-01). Cultural History of India. New Age International. hlm. 479. ISBN 9788122415872. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 10 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Murphy, Peter (2009-10-06). The English Coast: A History and a Prospect. Continuum International Publishing Group. hlm. 37–38. ISBN 9781847251435. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 10 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Flad, Rowan K. (2011-07-18). Salt Production and Social Hierarchy in Ancient China: An Archaeological Investigation of Specialization in China's Three Gorges. Cambridge University Press. hlm. 50. ISBN 9781107009417. Diakses tanggal 10 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Wolke, Robert L. (2008-10-17). What Einstein Told His Cook: Kitchen Science Explained. W. W. Norton & Company. hlm. 52. ISBN 9780393329421. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 10 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Great Salt Lake". Utah Geological Survey. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-08-28. Diakses tanggal 15 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Fisher, Peter W. F. and Mary L'Abbe. 1980. Iodine in Iodized Table Salt and in Sea Salt. Can. Inst. Food Sci. Technolo. J. Vol. 13. No. 2:103–104. April
  7. ↑ Dasgupta, Purnendu K. (1 Februari 2008). "Iodine Nutrition: Iodine Content of Iodized Salt in the United States". Environmental Science & Technology. 42 (4): 1315–1323. doi:10.1021/es0719071. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-26. Diakses tanggal 25 Oktober 2011.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ ""Worth One's Salt" by Dan Crane, Salon, Apr 2005". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-09-25. Diakses tanggal 2014-03-16.
  9. ↑ Wolke, Robert L. What Einstein Told His Cook. (2002) pp. 49–50.

Bahan bacaan terkait

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan