Kamis, 29 Oktober 2026
03:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tambang garam

Tambang garam

Bagikan:
250px-Salt_mine_0096.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumpukan garam yang telah ditambang, di Mount Morris, New York
250px-Slanic_Salt_Mine.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dalam tambang garam di Slănic, Prahova, Rumania
250px-Salina_Turda_010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta yang digunakan dalam tambang garam Salina Turda, Rumania

Tambang garam adalah usaha pertambangan ekstraksi garam batu atau halite dari deposit.[1] Berbeda dengan garam yang dipanen dari laut, garam ini ditambang selayaknya bahan tambang bebatuan.

Tambang garam terdapat di area di mana pernah terdapat badan air (danau, sungai, laut) yang kemudian mengering.

Sejarah

Sebelum ditemukannya mesin pembakaran dalam dan peralatan pengerjaan tanah, penambangan garam merupakan usaha yang mahal dan berbahaya. Dehidrasi dapat terjadi begitu cepat karena penambang terekspos garam secara konstan di kulit, terhirup udara, dan tertelan secara tidak sengaja. Di zaman Romawi kuno, garam yang tersaji di meja makan adalah simbol kekayaan. Ahli sejarah Romawi, Pliny the Elder menyatakan bahwa "di Roma, para prajurit dibayar dengan garam (salt), dan istilah salary (upah) berasal dari situ."[2] Hingga Revolusi Industri, garam tambang masih sulit dilakukan dan penambangan lebih sering dilakukan oleh budak atau narapidana. Praktik tersebut masih dilakukan oleh Uni Soviet dan Jerman Nazi di perang dunia.

Saat ini, tambang garam banyak dioperasikan oleh perusahaan multinasional seperti AkzoNobel, Cargill dan Compass Minerals.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Oilfield Glossary: Term 'evaporite'". Glossary.oilfield.slb.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-31. Diakses tanggal 2012-02-13.
  2. ↑ "''Plinius Naturalis Historia XXXI.''". Penelope.uchicago.edu. Diakses tanggal 2012-02-13.

JMS sarl - production site Diarsipkan 2013-09-21 di Wayback Machine

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan