Senin, 12 Oktober 2026
03:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Nasi instan

Nasi instan

nasi cepat saji

Bagikan:
250px-Instant_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi instan kering yang dijual di Korea
250px-Instant_brown_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi instan basah Korea

Nasi instan adalah nasi yang sebelumnya telah mengalami proses pemasakan. Beberapa jenis nasi instan disiapkan untuk dimasak secara instan menggunakan microwave, ada juga nasi instan yang dikeringkan sehingga lebih cepat matang. Beras biasa membutuhkan waktu 18–30 menit untuk dimasak sementara nasi instan membutuhkan 1–7 menit. Karena sudah matang, yang diperlukan untuk menyiapkan nasi instan cukup dengan microwave atau dibasahi kembali dengan air panas.[1]

Beras instan dibuat menggunakan beberapa metode. Metode yang paling umum mirip dengan proses memasak di rumah. Beras direndam dalam air panas, dikukus, dan dibilas. Kemudian ditempatkan dalam oven besar untuk didehidrasi sampai kadar air mencapai sekitar dua belas persen atau kurang.

Ada beberapa jenis alat pengering yang digunakan dalam metode dehidasi, di antaranya adalah pengeringan beku (freeze dryer), pengering rak (tray dryer), pengering fluidized bed dryer, dan rotary dryer. Konsep dasar dari pengeringan adalah menciptakan perbedaan tekanan uap air antara permukaan bahan dan sekitarnya. Perbedaan tekanan ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan angin, panas, atau menciptakan kondisi vakum.

Prinsip dasarnya adalah meningkatkan kelembapan beras putih giling dengan menggunakan uap atau air untuk membentuk retakan atau lubang pada bijinya. Saat beras ini dimasak kembali, air dapat menembus ke dalam biji-bijian yang retak jauh lebih cepat, sehingga nasi lebih cepat matang.

Referensi

  1. ↑ 메트로신문. "[메가 히트 상품 탄생스토리]CJ제일제당 햇반". 메트로신문 (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2019-05-23.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan