Kamis, 05 November 2026
21:59 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Lemper

Lemper

makanan tradisional Indonesia

Bagikan:
Infotaula de menjarLêmpêr
250px-Lemper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lemper dibungkus daun pisang
Asal
WilayahDaerah Istimewa Yogyakarta, menyebar ke seluruh Indonesia.
Negara asalIndonesia
Keahlian memasakMakanan ringan, Jajanan pasar
Rincian
Jenisrice ball (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Suhu penyajianHangat
Bahan utamaBeras ketan; ayam, ikan atau abon
VariasiLemper sanden (Semar mendem), asal Bantul

Lemper (lêmpêr)(idⓘ) adalah makanan tradisional yang terbuat dari ketan dan dimasak dengan santan, di dalamnya diisi daging cincang atau abon, dibungkus dengan daun pisang menyerupai lontong, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil.[1]

Nama "lemper" sendiri konon berasal dari bahasa Jawa "yen dielem atimu ojo memper" yang artinya jika dipuji hatimu jangan menjadi sombong.[2] Filosofi ini mengajarkan agar kita tetap rendah hati meski mendapat pujian.[2] Lemper juga sering disajikan dalam berbagai acara adat dan hajatan sebagai simbol keakraban dan persaudaraan.[2]

Lemper adalah makanan tradisional khas Jawa yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terdokumentasi dalam Serat Centini yang diterbitkan pada abad ke-18M.[3][4] Makanan tradisional ini dapat juga dijumpai di berbagai daerah di Indonesia terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.[1]

Pada umumnya, lemper menjadi hidangan masyarakat tradisional Jawa saat menggelar prosesi hajatan. Namun, seiring waktu berjalan, lemper kini menjadi camilan sehari-hari dan sudah banyak diperjualbelikan di pasaran.[5] Biasanya lemper disantap sebagai pengganjal perut sebelum menyantap makanan utama.

Proses pembuatan

Pembuatan lemper mencakup persiapan mencincang daging ayam dan menanak beras ketan hingga matang (bisa ditambah dengan santan). Ketan yang sudah matang diletakkan ke loyang cetakan, kemudian daging ayam yang sudah dicincang ditempatkan di atas loyang tersebut. Selanjutnya ketan dibungkus dengan daun pisang menyerupai bentuk lontong. Lemper yang sudah dicetak kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu, bungkusan lemper yang memanjang diiris-iris melintang dengan ketebalan sesuai keinginan sehingga isi cincangan daging ayam terlihat.[butuh rujukan]

Dalam variasi pembuatannya, setelah ketan matang dan dibalut dengan ayam giling, ukurannya langsung disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan dan digulung dengan plastik pembungkus rangkap dua bersilangan, setelah itu direkatkan dengan sekat bening tanpa melalui proses pengukusan dan langsung dijual. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu dan uang.[butuh rujukan]

Variasi

Terdapat beberapa variasi dari lemper, lemper yang menggunakan pelapis krep (crepe) terbuat dari tepung, bumbu dan telur kemudian digoreng dikenal sebagai semar mendem. Orang mengenal pula arem-arem yang menggunakan beras nasi alih-alih beras ketan. Di Kepulauan Riau, lemper dikenal dengan nama lempar.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 "Lemper". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Januari 2024.
  2. 1 2 3 "Resep Lemper Ayam 1 Kg Ketan yang Gurih dan Lezat, Lengkap dengan Tipsnya agar Pulen". 20 Januari 2025.
  3. ↑ "Revitalisasi dan Reaktualisasi Makanan Tradisional Jawa Dalam Serat Centhini" (PDF). staffnew.uny.ac.id. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 24 Januari 2024.
  4. ↑ Kate Fleet, Gudrun Krämer, Denis Matringe, John Nawas, Devin J. Stewart. "Ricklefs, M. C., "Centhini, Serat", in: Encyclopedia of Islam". referenceworks.brillonline.com. Encyclopedia of Islam. Diakses tanggal 24 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Pamungkas, Satria S (20 Agustus 2023). "Lemper, Makanan Tradisional Khas Jawa yang Penuh Makna". Panturapost.com. Diakses tanggal 27 September 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan