Senin, 21 September 2026
05:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Growol

Growol

Infotaula de menjarGrowol
Asal
WilayahDaerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
Negara asalIndonesia
PembuatKabupaten Kulon Progo

Growol adalah penganan tradisional Jawa asal Kabupaten Kulon Progo, yang dibuat dari ketela atau singkong (ubi kayu).[1]

250px-Kethak_hariadhi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kethak, atau kethak kere, makanan ringan pendamping growol, dari ampas pengolahan minyak kelapa

Growol merupakan produk singkong yang diolah dan difermentasi. Bentuknya menyerupai nasi dan sering dikonsumsi sebagai alternatif pengganti nasi, khususnya oleh masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.[2]

Rasa penganan ini hambar dan sedikit gurih, sehingga biasa disajikan dengan sayur besengek, yakni sayur kuah yang terdiri dari tempe, daun melinjo, dan diberi sedikit santan. Terkadang juga bersama pentho (olahan kelapa muda dan telur) atau kethak yang merupakan olahan endapan minyak kelapa.[3]

Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh Suharni (1984), growol yang telah mengalami fermentasi alami ini menumbuhkan mikroba Coryneform, Streptococcus, Bacillus, Actinobacter yang kemudian diikuti oleh Lactobacillus dan yeast hingga akhir fermentasi.[4]

Sejarah

pada tahun 1814 dalam Serat Centhini Jilid V, Pupuh 349 Bait 25-29 diceritakan, makanan sayur besengek yang pada umumnya dihidangkan dengan nasi. Oleh masyarakat Kulon Progo, penyajiannya diubah menjadi dihidangkan bersama growol.[5]

Di masa lalu, makanan tradisional ini menjadi andalan bagi masyarakat desa di Kulon Progo untuk menghilangkan rasa lapar. Khususnya bagi para petani, growol dijadikan sebagai pengganti nasi saat mereka memanen padi di sawah atau saat terjadi musim paceklik (krisis pangan).[6]

Pembuatan

Cara membuat growol, pertama ketela atau singkong dikupas kulitnya. Kemudian, singkong yang sudah dikupas kulitnya, direndam selama tiga sampai empat hari berturut-turut di dalam bak besar. Untuk menghilangkan bau kecut setelah direndam, lalu singkong dicuci tujuh sampai sepuluh kali hingga bersih sambil dipisahkan dari serat-serat kasar. Selanjutnya dimasukan ke dalam karung atau bahan lain yang memungkinkan untuk ditekan agar kadar airnya berkurang. Setelah kadar airnya berkurang, kemudian di giling dan dikukus sampai matang. Lama pengukusan kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Proses terakhir, biasanya growol dicetak menggunakan ceting atau bakul dari bambu yang telah dibuat dengan dukuran khusus.

Lihat pula

Referensi

  1. Pandu Hidayat. "Growol Khas Kulon Progo, Alternatif Makanan Pokok yang Baik untuk Kesehatan". goodnewsfromindonesia.id. Good News from Indonesia.
  2. Students of the Gastronomic Sciences at Pollenzo are collaborating with Slow Food to fill the Ark. "Growol". fondazioneslowfood.com. University of Gastronomic Sciences.
  3. Fransisca Shinta Maharini, Maria Amridjati, Sandeep Poddar. "Standardization of Growol processing and the effect of different processing processes on the potential of Growol as functional food". rjptonlind.org. Reasearch Journal of Pharmacy and Technology.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. "Growol Warisan Budaya Tak Benda". warisanbudaya.kemdikbud.id. Warisan Budaya Tak Benda Kemdikbud.
  5. Ricklefs, M. C.,. ""Centhini, Serat", in: Encyclopaedia of Islam". referenceworks.brillonline.com. Encyclopedia of Islam. Diakses tanggal 29 Januari 2024.{{cite web}}: no-break space karakter dalam |title= pada posisi 23Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  6. "Revitalisasi dan Reaktualisasi Makanan Tradisional Jawa Dalam Serat Centhini" (PDF). staffnew.uny.ac.id. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses tanggal 29 Januari 2024.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan