Sabtu, 07 November 2026
23:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pofercis

Pofercis

salah satu jenis roti

Bagikan:
330px-Poffertjes-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajian pofercis dengan taburan gula halus.

Pofercis[1] adalah makanan penutup khas Belanda yang teksturnya mirip dengan pancake dengan nama Belanda poffertjes . Pancake dibuat dengan pan datar, sedangkan pofercis menggunakan cetakan dengan bentuk bulat cembung.[2] Di Belanda, pofercis biasa disajikan sebagai hidangan selamat datang dan sering dinikmati pada hari-hari spesial seperti festival musim panas, hari libur nasional, hingga Hari Raya Natal. [2]

Bahan dan cara memasak

330px-Poffertjes_auf_der_Messe_Bremen_10.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Memasak pofercis.

Pofercis terdiri atas bahan tepung, tepung buckwheat, susu, sirup, telur, ragi, garam, mentega, gula. Bahan yang sederhana membuat pofercis dianggap sebagai makanan orang miskin dan disajikan hanya dengan taburan gula halus.[2]

Pofercis dimasak dengan bantuan cetakan khusus yang terbuat dari besi tempa atau tembaga yang memiliki lubang-lubang kecil tempat adonan dimasak. Adonan ini dibalikkan dengan garpu khusus yang kecil dan panjang.

Asal Usul dan Perkembangannya

250px-Leiden_University_Library_-_Seikei_Zusetsu_vol._17%2C_page_027_-_%E8%95%8E%E9%BA%A6_-_Fagopyrum_esculentum_Moench%2C_1804.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi pohon buckwheat.

Pofercis pertama kali dimasak oleh para biarawan Perancis pada tahun 1720 di dekat kota Woerden, Belanda. Karena bahan utama pofercis kala itu adalah buckwheat dengan nama latin Fagopyrum esculentum Moench yang dapat tumbuh di tanah yang gersang. Para petani dan masyarakat yang kurang mampu mengkonsumsinya dan dianggap sudah cukup untuk mengisi perut.[3]

Pofercis dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada masa Hindia Belanda sekitar abad ke-16. Secara historis, para misionaris memperkenalkan kuliner Belanda di Nusantara melalui pengabdian mereka yakni membantu masayarakat yang kurang mampu melalui penyediaan makanan, rumah, hingga pekerjaan. Selain itu, masyarakat Eropa dan para priyayi memiliki peranan dalam menyebarluaskan budaya Belanda di Nusantara, termasuk di bidang kuliner.[3]

330px-Kue_cubit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentuk kue cubit yang mirip pofercis.

Di Nusantara, salah satu kue yang berbahan dasar seperti pofercis adalah kue cubit. Kue cubit dianggap sebagai modifikasi pofercis, yang juga dimasak menggunakan cetakan besi berbentuk bulat. Selama proses pemasakan, kue cubit dibalik menggunakan garpu atau penjepit.[4]

Lihat pula

  • Æbleskiver - versi Denmark yang mirip.
  • Kue pukis - penganan yang juga mirip cara memasaknya, dari Indonesia

Referensi

  1. ↑ "Pofercis". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. 1 2 3 "Kenali Poffertjes Camilan Asal Belanda yang Populer - MenulisID - Every sentence is precious, never stop loving literacy✨" (dalam bahasa American English). 2024-06-14. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. 1 2 "Mengenal Sejarah Poffertjes, Saudara Kue Cubit dari Belanda – Bersukaria Indonesia". bersukaria.com. Diakses tanggal 2026-06-06.
  4. ↑ "Asal-usul Kue Cubit, Jajanan Indonesia yang Berkerabat dengan Jajanan Belanda". Tempo. 26 Mei 2023 | 16.30 WIB. Diakses tanggal 2026-06-06.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan