Kamis, 01 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Jamadagni

Jamadagni

Bagikan:
Jamadagni
जमदग्नि
Jamadagni (kiri) menginstruksikan Parasurama untuk mengeksekusi mati Renuka.
Jamadagni (kiri) menginstruksikan Parasurama untuk mengeksekusi mati Renuka.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaJamadagni
Ejaan Dewanagariजमदग्नि
Ejaan IASTJamadagni
Arti namaapi besar[1]
Gelarresi
Kitab referensiMahabharata, Purana
Kastabrahmana
Senjatabusur Sarangga
AyahRecika[2]
IbuSatyawati
IstriRenuka
AnakRumanwan, Suhotra, Basu, Wiswabasu, dan Parasurama

Jamadagni (Dewanagari: जमदग्नि; ,IAST: Jamadagni, जमदग्नि) adalah salah satu resi yang tergolong ke dalam Saptaresi pada Manwantara ketujuh dalam kepercayaan agama Hindu.[3] Ia merupakan keturunan Resi Brigu, salah satu Prajapati yang diciptakan oleh Brahma. Jamadagni menikah dengan Renuka dan memiliki beberapa anak, yang termuda adalah Parasurama, awatara (penitisan) Wisnu.[4][5]

Legenda

Beberapa legenda India yang melibatkan Jamadagni adalah kisah perebutan sapi ajaib dan hukuman mati bagi Renuka, istri Jamadagni. Kisah perebutan sapi ajaib yang melibatkan Jamadagni dan Kartawirya Arjuna mirip dengan legenda tentang perselisihan antara Raja Wiswamitra dengan Resi Wasista.

Jamadagni dan Kartawirya Arjuna

Pada suatu ketika, Raja Kartawirya Arjuna beserta pasukannya dari Kerajaan Hehaya datang mengunjungi asrama Jamadagni. Sang resi melayaninya dengan sangat takzim. Ketika Kartawirya Arjuna memohon agar Jamadagni memberikan sapi ajaib Kamadhenu yang ada di asrama tersebut, Jamadagni menolaknya dengan tegas. Karena berambisi untuk memiliki sapi Kamadhenu maka Kartawirya Arjuna menempuh jalan kekerasan. Sapi tersebut diambil secara paksa. Parasurama menjadi marah ketika mengetahui bahwa Kartawirya Arjuna hendak merebut sapi ayahnya. Parasurama mengambil kapak pemberian Siwa, lalu memotong seribu lengan Kartawirya Arjuna, setelah itu memenggal kepalanya.

Hukuman mati bagi Renuka

Pada suatu pagi, Renuka gagal memberikan air untuk keperluan upacara yang akan diselenggarakan Jamadagni. Jamadagni meminta agar puteranya menghukum ibunya. Selain Parasurama, seluruh putera Jamadagni tidak bersedia untuk menghukum ibunya. Akhirnya Jamadagni mengutuk mereka menjadi batu. Setelah Parasurama berhasil memenggal kepala ibunya, ayahnya memberi kesempatan kepada Parasurama untuk meminta dua anugerah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Parasurama. Pertama, Parasurama meminta agar kakak-kakaknya diubah kembali menjadi manusia. Kedua, Parasurama meminta agar ibunya dihidupkan kembali.[6]

Kematian

Terdapat beberapa versi mengenai kematian Jamadagni. Beberapa legenda mengatakan bahwa ia dibunuh oleh Kartawirya Arjuna karena tidak mau menyerahkan sapi kesayangannya. Versi lain mengatakan bahwa Jamadagni tidak dibunuh oleh Kartawirya Arjuna. Setelah Kartawirya Arjuna berhasil merebut sapi kesayangan Jamadagni, Parasurama datang untuk memotong seribu lengan Kartawirya Arjuna lalu memenggal kepalanya. Demi membalas dendam kematian ayahnya, para putera Kartawirya Arjuna membunuh Jamadagni saat Parasurama tidak berada di rumah.[7][8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ The Illustrated Weekly of India (dalam bahasa Inggris). Published for the proprietors, Bennett, Coleman & Company, Limited, at the Times of India Press. 1975. hlm. 11.
  2. ↑ Subodh Kapoor (2004). A Dictionary of Hinduism: Including Its Mythology, Religion, History, Literature, and Pantheon. Cosmo Publications. hlm. 185–. ISBN 978-81-7755-874-6.
  3. ↑ Avalon, Arthur (Sir John Woodroffe) (1913, reprint 1972) (tr.) Tantra of the Great Liberation (Mahāanirvāna Tantra), New York: Dover Publications, ISBN0-486-20150-3, p. xli
  4. ↑ George Mason Williams (2003). Handbook of Hindu Mythology. ABC-CLIO. hlm. 160–161. ISBN 978-1-57607-106-9.
  5. ↑ Yves Bonnefoy; Wendy Doniger (1993). Asian Mythologies. University of Chicago Press. hlm. 82–83. ISBN 978-0-226-06456-7.
  6. ↑ www.wisdomlib.org (2019-01-28). "Story of Jamadagni". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-09.
  7. ↑ Lochtefeld, James G. (2002). The illustrated encyclopedia of Hinduism. Internet Archive. New York : Rosen. ISBN 978-0-8239-2287-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  8. ↑ Mani, Vettam (2015-01-01). Puranic Encyclopedia: A Comprehensive Work with Special Reference to the Epic and Puranic Literature (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. ISBN 978-81-208-0597-2.
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan