Minggu, 20 September 2026
21:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Jayatirtha

Orang suci dalam agama Hindu

Jayatirtha adalah orang suci dalam agama Hindu yang memberikan komentar terhadap Madva.[1] Oleh karena itu ia membuat banyak tulisan tentang Madva.[1] Jayatirtha lahir pada tahun 1365 dan meninggal pada tahun 1388.[1] Ia lahir dalam keluarga Hindu brahman yang hidup sejahtera.[1] Bagi Jayatirtha, sebagaimana pengikut Madva, mengatakan bahwa di dalam realitas terdapat lima tahapanfundamental yang berbeda, antara lain: antara Dewa dengan dunia materi, antara Dewa dengan jiwa-jiwa yang sadar, antara dunia materi dan jiwa-jiwa yang sadar, antara jiwa dengan jiwa, antara sesuatu yang bersifat materi dengan yang lain.[2]

Menurut Jayatirtha, meskipun dunia materi dan jiwa bergantung pada Dewa namun pada dirinya mereka adalah abadi.[1] Baik dunia materi maupun jiwa secara esensial berbeda dengan hakikat Allah.[1] Ini sangat bertentangan dengan pandangan Advaita yaitu melihat segala sesuatu yang ada bukan sebagai hakikat yang berbeda di dalam satu materi.[1] Bagi Jayatirtha, satu-satunya jalan untuk lepas dari batasan dan kebodohan adalah devosi.[1] Devosi berhubungan erat dengan pengetahuan.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ian P. McGreal. Great Thinkers of The Eastern World.1995. New York: Harper Collins Publisher. hal. 236, 237, 238
  2. Jayatirtha in dvaita.Tikacharya on Dvaita.org Diarsipkan 2020-07-21 di Wayback Machine.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan