Selasa, 20 Oktober 2026
04:34 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pasupatastra

Pasupatastra

senjata dalam mitologi Hindu

Bagikan:
250px-Kiratarjuniya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan karya Raja Ravi Varma, menggambarkan Dewa Siwa menganugerahkan Pasupatastra kepada Arjuna.

Pasupatastra (Dewanagari: पाशुपतास्त्; ,IAST: Pāśupatāstra,;  senjata penguasa segala satwa) atau senjata Pasupata, dalam wiracarita Hindu Mahabharata adalah panah sakti yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa kepada Arjuna yang berhasil menunaikan laku tapa di puncak Indrakila. Dalam kisah, peristiwa tersebut terjadi ketika lima Pandawa menjalani pengasingan selama dua belas tahun dalam hutan. Dalam pewayangan Jawa, senjata ini dikenal pula sebagai panah Pasupati atau Pasopati.

Panah yang berujung bulan sabit ini pernah digunakan oleh Siwa (Tripurantaka) saat menghancurkan Tripura, tiga kota kaum asura yang selalu mengancam para dewa. Dengan panah ini pula Arjuna membinasakan Prabu Niwatakawaca. Dalam perang Bharatayuddha, Arjuna menggunakan panah ini untuk mengalahkan musuh-musuhnya, antara lain Jayadrata dan Karna yang dipenggalnya dengan panah ini. Senjata tersebut merupakan salah satu dari enam senjata jenis Mantramukta yang sulit ditangkis.[1]

Kisah

Arjuna memperoleh senjata Pasupata pada masa pembuangan selama 12 tahun yang dihimpun dalam kitab Wanaparwa. Dia melakukan pertapaan di gunung Indrakila, tempat Dewa Siwa bersemayam. Dalam Kakawin Arjunawiwaha, dikisahkan bahwa selama dalam pertapaan, dia bertahan dari segala godaan kelaparan, kehausan, maupun godaan para bidadari yang dipimpin Dewi Supraba.

Pertapaan Arjuna kemudian terusik oleh seekor babi hutan yang merupakan jelmaan raksasa Mukasura (Mamangmurka atau Momosimuka). Arjuna kemudian memutuskan untuk memburunya. Pada saat panah Arjuna mengenai babi tersebut dan membuatnya mati, muncullah pemburu lain dari suku Kirata yang menyatakan bahwa itu adalah panahnya. Maka kemudian Arjuna bertarung dengan sang pemburu, tetapi mengalami kekalahan. Akhirnya Arjuna sadar bahwa pemburu tersebut adalah Dewa Siwa, yang telah merasa senang atas tapa yang dilaksanakan Arjuna. Kemudian sang dewa memberikan senjata Pasupata kepada Arjuna.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Oppert, Gustav Salomon (1880). On the Weapons, Army Organisation, and Political Maxims of the Ancient Hindus: With Special Reference to Gunpowder and Firearms. Higginbotham. hlm. 30. Narayanastra most powerful.
  2. ↑ www.wisdomlib.org (2012-06-29). "Pashupatastra, Pashupata-astra, Pāśupatāstra: 9 definitions". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-09-25.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan