Selasa, 29 September 2026
13:52 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Kiratarjuniya

puisi berbahasa Sanskerta karya Bharavi

Bagikan:

Kiratarjuniya (Dewanagari: किरातार्जुनीय; ,IAST: Kirātārjunīya,; arti: "[tentang] Kirata dan Arjuna") adalah suatu puisi kepahlawanan karya Bhāravi, yang ditulis dalam bahasa Sanskerta.[1] Diduga tersusun pada abad ke-6 atau lebih awal, puisi ini terdiri dari delapan belas kanto yang menceritakan pertarungan antara Dewa Siwa (beralih rupa sebagai kirata, yaitu "pemburu dari gunung") dan Arjuna. Bersama Naiṣadhacarita dan Shishupala Vadha, karya ini merupakan satu dari enam mahakawya, atau wiracarita agung berbahasa Sanskerta.[2] Karya ini dikenal oleh para ahli sastra Sanskerta karena kedalaman maknanya, serta penerapan ungkapan yang kuat, tapi kadangkala terasa santai. Hal tersebut mencakup kanto yang dibuat untuk menunjukkan keterampilan berbahasa, mirip dengan konsep penulisan terbatas. Kiratarjuniya banyak menyuguhkankan Wīrarasa, atau suasana tentang tindak keberanian.[3][4] Karya-karya yang dibuat pada masa berikutnya mengikuti model Kiratarjuniya.

Referensi

  1. ↑ Singh, M. P. (2002). Encyclopaedia of teaching of history (Edisi 1st). Lucknow: Institute for Sustainable Development. hlm. 297. ISBN 81-261-1243-3. OCLC 631660227.
  2. ↑ Har, Saktipada (1983), Bhāravi and Kirātārjunīyam: A Critical Study, Calcutta: Sanskrit Pustak Bhandar
  3. ↑ Amaresh Datta, ed. (2006), The Encyclopaedia Of Indian Literature Volume One (A To Devo), Sahitya Akademi, hlm. 462, ISBN 978-81-260-1803-1
  4. ↑ Rajarajan, R.K.K. (2021). "From Purāṇic to Folk: the 'Kirātārjunīyam Ballade' and Visuals". Eikón / Imago. 10: 355–366. doi:10.5209/eiko.74158. S2CID 237980745.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan