Rabu, 28 Oktober 2026
02:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Laksagreha

Laksagreha

Istana yang terbakar dalam kisah Mahabharata

Bagikan:
250px-The_Palace_of_the_Pandava_Brothers_Set.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi terbakarnya Laksagreha buatan Purocana, yang dimaksudkan untuk membunuh para Pandawa.

Dalam wiracarita Mahabharata, Laksagreha (Dewanagari: लाक्षागृह; ,IAST: Lākṣāgṛha, लाक्षागृह)[1][2] adalah istana berlapis lak, yang menjadi kediaman para Pandawa beserta Kunti (ibu mereka), saat berlibur di Warnabrata (Barnava). Kata laksagreha berarti "rumah (dari) lak"; lak adalah zat pelapis perabot rumah tangga yang terbuat dari damar. Kisah tentang Laksagreha dimuat dalam Adiparwa, buku pertama dari 18 kitab Mahabharata.

Kisah

250px-Myths_of_the_Hindus_%26_Buddhists_-_The_House_of_Lac.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Pandawa dan Kunti menyelamatkan diri dari kebakaran Laksagreha, digambar oleh Nandalal Bose, dari buku Myths of Hindus & Buddhists (1914).

Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa Duryodana begitu membenci para Pandawa dan berniat membinasakan mereka. Dengan bimbingan dan nasihat dari Sangkuni, ia merancang suatu siasat untuk membunuh para Pandawa dan merekayasa agar pembunuhan tersebut terlihat sebagai kecelakaan belaka. Maka dari itu, ia memanggil seorang arsitek bernama Purocana, dan memerintahkannya untuk membangun suatu istana kecil berbahan lak di tengah hutan Warnabrata (Barnava) sebagai perangkap mematikan bagi para Pandawa.

Menurut kisah, istana yang dibangun oleh Purocana disebut Laksagreha, dan dirancang agar cepat terbakar—sebab lak adalah zat yang mudah terbakar—agar cepat menewaskan penghuni di dalamnya. Setelah istana tersebut selesai, Duryodana segera memberi saran kepada para Pandawa untuk berlibur ke Warnabrata dan menginap di istana yang baru dibangun di sana. Para Pandawa setuju dan mengajak ibu mereka, sementara Yudistira (Pandawa yang sulung) tetap waspada setelah menerima peringatan dari paman mereka, Widura.

Pada hari yang ditetapkan, Laksagreha dibakar oleh Purocana saat para Pandawa berada di dalamnya. Namun, percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Duryodana akhirnya gagal sebab Pandawa berhasil menyelamatkan diri melalui terowongan yang dibangun oleh para penambang yang diutus oleh Widura. Setelah kabur, para Pandawa dan Kunti mengembara sampai kerajaan Panchala.

Referensi

250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan