Selasa, 29 September 2026
23:22 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Sakuntala

Sakuntala

Bagikan:
Untuk serial TV berdasarkan tokoh ini, lihat Shakuntala (serial TV).
Sakuntala
शकुन्‍तला
Lukisan Resi Durwasa mengutuk Sakuntala karya B.P. Banerjee (1903).
Lukisan Resi Durwasa mengutuk Sakuntala karya B.P. Banerjee (1903).
Tokoh Mahabharata dan Purana
NamaSakuntala
Ejaan Dewanagariशकुन्‍तला
Ejaan IASTŚākuntalā
Kitab referensiMahabharata, Purana
KediamanAsrama Resi Kanwa, lalu pindah ke Hastinapura
DinastiKuru
AyahWiswamitra
IbuMenaka
SuamiDuswanta
AnakBharata
250px-Ravi_Varma-Shakuntala.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sakuntala putus asa. Lukisan karya Raja Ravi Varma.

Sakuntala (Dewanagari: शकुन्‍तला; ,IAST: Śākuntalā, शकुन्‍तला), dalam mitologi Hindu, adalah nama permaisuri Raja Duswanta, leluhur Pandawa dan Korawa dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan Ibu dari Raja Bharata yang menurunkan keluarga Bharata. Ia juga merupakan anak angkat Bagawan Kanwa. Konon Ibu kandungnya adalah bidadari Menaka dari kahyangan.

Asal-usul

Riwayat Sakuntala muncul sekilas dalam kitab Adiparwa. Dikisahkan ada seorang pertapa bernama Wiswamitra, dulu merupakan seorang Raja tetapi kemudian meninggalkan kehidupan istananya karena ingin mendapatkan kejayaan seperti Bagawan Wasistha. Tapanya sangat khusuk, tak tergoyahkan. Melihat hal tersebut, Dewa Indra mengutus bidadari Menaka agar menguji tapa Sang Wiswamitra. Bidadari Menaka terbang ke tempat Wiswamitra bertapa, diiringi Dewa Bayu dan Semara.

Ketika sampai di tujuan, bidadari Menaka menjalankan tugasnya. Bidadari tersebut menggoda Sang Wiswamitra sehingga nafsu birahinya muncul. Bidadari Menaka kemudian dihamili oleh Sang Wiswamitra. Setelah merasa tugasnya telah diselesaikan dengan baik, bidadari Menaka terbang kembali ke kahyangan sementara Sang Wiswamitra pergi meninggalkan tempat pertapaannya karena gagal. Di tepi sungai Malini, Sang bidadari melahirkan bayi perempuan. Bayi tersebut ditinggalkan seorang diri di sana sementara ibunya terbang ke kahyangan tanpa cinta kasih. Kemudian sang bayi dirawat oleh burung Sakuni.

Bagawan Kanwa yang sedang mencari kembang di sekitar sungai Malini terkejut melihat seorang bayi tergeletak, dirawat oleh burung Sakuni. Lalu bayi itu dipungut, diberkahi, dipelihara, dan diberi nama Sakuntala karena dirawat oleh burung Sakuni.

Sakuntala dan Raja Duswanta

Artikel utama: Duswanta

Pada suatu ketika, Prabu Duswanta pergi berburu sampai ke tengah hutan di kaki gunung Himawan. Setelah masuk jauh ke tengah hutan, ia menemukan lokasi pertapaan yang sangat indah, yang ternyata kediaman Bagawan Kanwa. Di sana ia disambut dengan ramah oleh puteri cantik jelita bernama Sakuntala. Melihat wajah sang puteri petapa yang sangat elok, timbulah keinginan Sang Raja untuk menikahinya. Sakuntala menolak, tetapi dirayu terus oleh Sang Raja. Akhirnya Sakuntala bersedia menikahi Sang Raja dengan syarat bahwa anak yang dilahirkannya harus menjadi pewaris takhta Sang Raja. Karena diselimuti rasa cinta, Sang Raja bersedia memenuhi permohonan tersebut.

Kemudian Sang Raja bercinta dengan Sakuntala. Tak lama setelah itu, ia pergi meninggalkan pertapaan karena terikat oleh kewajibannya sebagai seorang Raja. Ia pun pulang dan berjanji bahwa kelak ia akan kembali lagi ke pertapaan tersebut untuk menjemput Sakuntala beserta anaknya jika sudah lahir.

Ketika Sakuntala termenung mengenang kepergian Sang Raja, Bagawan Kanwa pulang dari hutan sambil membawa bunga dan kayu bakar. Sakuntala hanya diam membisu. Karena kesaktiannya, Bagawan Kanwa mengetahui kejadian yang dialami Sakuntala meskipun Sakuntala bungkam. Bagawan Kanwa membesarkan hati Sakuntala dan memberinya kata-kata yang lembut. Nasihat Bagawan Kanwa menyejukkan hati Sakuntala.

Kelahiran Sang Bharata

Dari hasil hubungannya dengan Raja Duswanta, lahirlah seorang putera rupawan, diberi nama Sarwadamana. Tanda-tanda ia merupakan calon seorang penguasa dunia tampak dari gambar cakra di telapak tangannya. Setelah anaknya lahir, Sakuntala dengan setia menunggu kedatangan Raja Duswanta. Namun Sang Raja tak kunjung datang. Hati Sakuntala menjadi semakin sedih memikirkan masa depan anaknya yang tak kunjung dijemput sang ayah sebagai pewaris kerajaan. Melihat hal tersebut, Bagawan Kanwa menyuruh Sakuntala beserta anaknya agar pergi menghadap Sang Raja di ibu kota.

Penolakan Sang Raja

250px-Shakuntala_RRV.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shakuntala menulis surat kepada Duswanta. Lukisan karya Raja Ravi Varma.

Karena ingin agar anaknya menjadi Raja, Sakuntala rela pergi ke ibu kota. Setelah sampai di ibu kota, Sakuntala menghadap Sang Raja yang sedang bersidang di istana kerajaan. Di depan umum, Sakuntala menjelaskan maksud kedatangannya bahwa ia hendak menyerahkan puteranya, Sarwadamana, sebagai putera mahkota karena janji Sang Raja. Mendengar pengakuan tersebut, Raja Duswanta menolak kebenaran perkataan Sakuntala. Bahkan ia menolak telah menikah dan memiliki anak dari Sakuntala. Ia juga menghina dan mencela Sakuntala di muka umum. Sakuntala menangis karena dipermalukan. Bagaimanapun penjelasannya agar Sang Raja mau mengakui Sarwadamana sebagai putera, Sang Raja selalu mengelak.

Tiba-tiba terdengar suara dari langit yang membenarkan perkataan Sakuntala. Raja tak bisa mengelak lagi lalu ia menyongsong dan memeluk Sakuntala beserta anaknya. Kemudian ia menagis karena bahagia sambil berkata, "Duhai Sakuntala, sebenarnya aku sangat gembira akan kedatanganmu. Namun aku terhalang karena kedudukanku sebagai Raja. Apa kata dunia bila akau menikahimu yang tidak dikira sebagai istriku? Kini kesangsian itu tak ada lagi, karena semuanya telah mendengar sabda dari langit yang membenarkan ucapanmu. Karena itu, engkau adalah istriku dan Sarwadamana adalah puteraku. Ia akan kuangkat sebagai Raja menggantikan kekuasaanku. Namanya kuganti menjadi Bharata karena berdasarkan sabda dari langit".

Setelah Raja Duswanta berkata demikian, ia menyerahkan takhta kepada Sarwadamana yang berganti nama menjadi Bharata. Kemudian Bharata menaklukkan daratan India Kuno (Bharatawarsha) dan menurunkan Kuru, yang menurunkan Wangsa Kaurawa (Korawa).

Silsilah

Keturunan
Yayati
Wangsa
Paurawa
SakuntalaDuswanta
WatsaBharata
Dinasti
Bharata
Keluarga
Bharata
KuruYamadi
Para Raja
Hastinapura
Dinasti
Kuru
SunandaPratipa
GanggaSantanuSatyawatiParasara
BismaCitrānggadaWicitrawirya2 istriByasa
GandariDretarastraKuntiPanduMadri
100 KorawaDursalaYuyutsu5 Pandawa

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Śakuntalā.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan