Selasa, 22 September 2026
05:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Bagadata

Bagadata

sejarah kerajaan diindia

Bagadata
भगदत्त
Lukisan Bali, menggambarkan Bima (kanan) bertarung melawan Bagadata (kiri bawah) dan gajah perangnya, Irawana.
Lukisan Bali, menggambarkan Bima (kanan) bertarung melawan Bagadata (kiri bawah) dan gajah perangnya, Irawana.
Tokoh Mahabharata
NamaBagadata
Ejaan Dewanagariभगदत्त
Ejaan IASTBhagadatta
Gelarraja
Kitab referensiMahabharata, Purana
Asalkerajaan Pragjyotisha
Kastakesatria
Wahanagajah perang
AyahNarakasura
AnakBajradata

Bagadata (Dewanagari: भगदत्त; ,IAST: Bhagadatta, भगदत्त) merupakan nama seorang raja yang memerintah kerajaan Pragjyotisha dalam kisah Mahabharata. Dalam pewayangan Jawa, tokoh ini dikenal sebagai Bogadenta (Jawa: ꦨꦺꦴꦒꦢꦼꦤ꧀ꦠ). Ia ikut berpartisipasi pada saat Perang Kurukshetra dan memihak Korawa. Ia memiliki ribuan gajah perang dan mahir untuk bertarung menggunakannya. Ketika hendak menyerang Pandawa, ia gugur karena dipanah Arjuna. Bagadata memiliki putra bernama Bajradata.

Kisah

Dalam perang Kurukshetra, Bagadata berada di pihak Korawa. Ia masyhur akan kecakapannya dalam mengendalikan gajah perang. Pada pertempuran di hari ke-12, ia terlibat dalam pertarungan sengit melawan Arjuna, dengan menunggangi gajahnya yang bernama Supratika, yang kemudian dikalahkan oleh Bima. Dalam pertempuran, Bagadata menggunakan senjata sakti Waisanawastra untuk menyerang Arjuna.[1] Sebelum Arjuna dapat membalas, Kresna yang bertindak sebagai kusir kereta Arjuna tiba-tiba berdiri menghalangi Arjuna. Kresna merelakan dadanya sebagai sasaran senjata tersebut. Namun senjata itu secara ajaib berubah menjadi kalung bunga dan jatuh di hadapan Kresna (senjata yang diberikan oleh Dewa Wisnu kepada Bagadata akhirnya kembali kepada awatara Wisnu). Akhirnya Bagadata gugur setelah dipanah oleh Arjuna.[2][3][4]

Referensi

  1. Menon, Ramesh (2006) The Mahabharata: A Modern Rendering iUniverse, Inc., New York, page 231-232, ISBN978-0-595-40187-1
  2. "Bhagadatta - King of Pragjyotisha - Indian Mythology". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-08-28.
  3. "The Mahābhārata, Book 6: Bhishma Parva: Bhagavat-Gita Parva: Section LXIV".
  4. Gopal, Madan (1990). K.S. Gautam (ed.). India through the ages. Publication Division, Ministry of Information and Broadcasting, Government of India. hlm. 75.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan