Kamis, 08 Oktober 2026
20:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Gandhara

Gandhara

kerajaan kuno di wilayah India Barat, tepatnya di lembah sungai Swat dan Kabul serta Dataran Tinggi Pothohar

Bagikan:
Gandhara juga merupakan nama kuno kota Peshawar, Pakistan.
250px-Gandhara.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Gandhāra (bahasa Pashtun:ګندارا, bahasa Urdu:گندھارا, Sanskerta: गन्धार) adalah kerajaan kuno di wilayah India Barat, tepatnya di lembah sungai Swat dan Kabul serta Dataran Tinggi Pothohar, kini wilayah Pakistan utara dan Afganistan timur.[1] Kota utamanya adalah Purushapura (kini Peshawar), secara harfiah bermakna "kota para manusia",[2] dan Takshashila (kini Taxila).[3]

Kerajaan Gandhara berlangsung sejak Periode Weda (sekitar 1500-500 SM) hingga abad ke-11 M. Kerajaan ini menjadi pusat seni rupa Buddha, yang mencapai puncaknya pada kurun abad pertama masehi sampai abad ke-5 M pada masa pemerintahan raja-raja Kushan. Sejarawan Al-Biruni menyebut kerajaan ini dalam nama Persianya "Shahi"[4] untuk menyebutkan wangsa penguasa[5] dari Kabul Shahi yang menguasai wilayah ini sebelum penaklukan Muslim pada abad ke-10 dan ke-11 M. Setelah ditaklukan oleh Mahmud dari Ghazni pada 1021 M, nama Gandhara lenyap. Pada masa pemerintahan Muslim, kawasan ini diperintah dari Lahore atau Kabul. Pada masa Mughal kawasan ini termasuk dalam provinsi Kabul.

Sejarah

Periode Weda

Kerajaan Gandhara muncul dalam kisah epik Mahabharata dan juga Ramayana. Raja Gandhara, Sangkuni, merupakan akar dari segala konspirasi mengenai pertentangan antara Duryodana dan para Pandawa, yang berakibat meletusnya perang di Kurukshetra. Dalam Mahabharata, kerajaan ini turut berpartisipasi dalam perang di Kurukshetra dan memihak Duryodana. Kakak Sangkuni merupakan istri Dretarastra, yang dikenal sebagai Gandari. Kerajaan Gandhara (Gandhara Barat) berada di wilayah provinsi Kandahar di Afganistan. Gandhara Timur berada di wilayah Pakistan. Puskalawati, Takshasila (Taxila) dan Purushapura (Peshawar) merupakan kota di Kerajaan Gandhara. Takshasila didirikan oleh adik Rama Ragawa — Barata. Kemudian keturunan Barata memimpin kerajaan tersebut. Selama zaman Mahabharata, Gandhara dipimpin oleh Subala (ayah Sangkuni), Sangkuni, dan putera Sangkuni. Arjuna mengalahkan putera Sangkuni selama misi berkampanye untuk upacara Aswamedha Raja Yudistira.

Catatan kaki

  1. ↑ "Gandhara Civilization". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-21. Diakses tanggal 2014-01-27.
  2. ↑ dari bahasa Sanskerta puruṣa= (awal) manusia dan pura=kota
  3. ↑ "Encyclopædia Britannica: Gandhara". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2014-01-27.
  4. ↑ Istilah Persia yang berarti "raja", Kalhana Rajatarangini menyebutnya sebagai Shahi dan prasasti menyebutnya sebagai sahi.(Wink, pg 125)
  5. ↑ Al Biruni menyebut raja-raja selanjutnya sebagai "Raja Brahmana"; akan tetapi kebanyakan rujukan lain seperti Kalahan menyebut mereka sebagai kshatriya. (Wink, pg 125)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gandhara.

33°45′22″N 72°49′45″E / 33.7560°N 72.8291°E / 33.7560; 72.8291


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kerajaan pada zaman India kuno ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan