Minggu, 20 September 2026
23:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Yuyutsu

Yuyutsu

Artikel ini bukan mengenai Jujitsu.
Yuyutsu
युयुत्सु
Lukisan Yuyutsu di situs Wikimedia Commons.
Lukisan Yuyutsu di situs Wikimedia Commons.
Tokoh Mahabharata
NamaYuyutsu
Ejaan Dewanagariयुयुत्सु
Ejaan IASTYuyutsu
Arti namamemiliki kemauan untuk berperang
Nama lainDartarastra, Kaurawya, Waisyaputra
Kitab referensiMahabharata
AsalKerajaan Kuru
KediamanHastinapura
Kastakesatria
AyahDretarastra
IbuSugada

Yuyutsu (Dewanagari: युयुत्सु; ,IAST: Yuyutsu, युयुत्सु) adalah seorang tokoh protagonis dari wiracarita Mahabharata. Ia merupakan putra Raja Dretarastra sehingga termasuk salah satu Korawa, tetapi merupakan satu-satunya Korawa yang tidak dilahirkan oleh Ratu Gandari. Ibunya merupakan pelayan Ratu Gandari yang bernama Sugada, berasal dari kasta waisya. Ia adalah satu-satunya Korawa yang selamat setelah perang Kurukshetra (Bharatayuddha) berakhir.

Arti nama

Nama Yuyutsu (युयुत्) berasal dari bahasa Sanskerta, yang terdiri dari dua kata: yu (यु, kata dasar dari yudh [ युध् ]) dan utsu (उत्सु, kata dasar dari utsuktā [ उत्सुकता ]); yu berarti 'bertempur' dan utsu berarti 'bersemangat'. Jika digabungkan, artinya ialah "memiliki kemauan untuk berperang/bertempur".[1] Kitab Mahabharata juga mencatat sejumlah nama lain Yuyutsu, yakni: Dhārtarāstra (धार्तराष्ट्र; putra Dretarastra); Kaurawya (कौरव्य; keturunan Raja Kuru); Vaiśyaputra (वैश्यपुत्र; putra seorang waisya).

Kelahiran

Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa meskipun merupakan seorang pangeran, Yuyutsu lahir dari seorang pelayan bernama Sugada. Ia merupakan wanita simpanan Raja Dretarastra. Sang raja memutuskan untuk berhubungan dengan Sugada sebab ia meragukan istrinya, Ratu Gandari, yang belum dapat melahirkan seorang anak pun meskipun usia kandungan sudah melebihi 9 bulan. Berkat bantuan sesepuh kerajaan, Resi Byasa, sang ratu berhasil memperoleh keturunan, yang kemudian dikenal sebagai para Korawa; yang sulung adalah Duryodana. Pada saat yang sama, anak hasil hubungan Dretarastra dan Sugada juga lahir, yang diberi nama Yuyutsu. Maka dari itu, usia Yuyutsu sebaya dengan Duryodana.[2]

Hubungan dengan Pandawa

Kitab Mahabharata mendeskripsikan hubungan tidak baik yang terjadi antara para Korawa dengan para Pandawa, sepupu mereka. Berbeda dengan para Korawa pada umumnya, Yuyutsu tidak berbuat jahat pada para Pandawa. Yuyutsu pernah mewanti-wanti Bima bahwa makanan yang disuguhkan oleh Duryodana kepadanya telah dilumuri racun, tetapi Bima tidak menggubrisnya; ia justru memakannya tanpa ragu karena badannya telah kebal dari racun setelah mendapat anugerah di kediaman naga Basuki.[3]

Dalam Sabhaparwa, jilid kedua Mahabharata yang menceritakan permainan dadu antara Korawa melawan Pandawa, Yuyutsu dan Wikarna merupakan dua Korawa yang bersimpati kepada Pandawa setelah sepupu mereka tersebut menderita kekalahan. Bersama para pemuka Dinasti Kuru, ia dan Wikarna juga menentang Dretarastra yang mengundang para Pandawa bermain untuk yang kedua kalinya, dengan taruhan masa pengasingan. Namun, permainan tetap diselenggarakan.[4]

Perang Kurukshetra

330px-The_Pandava_and_Kaurava_armies_face_each_other.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi naskah Bhismaparwa menggambarkan permulaan perang Kurukshetra, ketika laskar Korawa (kiri) dan Pandawa saling berhadapan.
Lihat pula: Perang Kurukshetra

Saat perseteruan antara Pandawa dan Korawa sudah mencapai klimaks, dikeluarkanlah pengumuman untuk berperang. Seperti para putra Dretarastra lainnya, Yuyutsu bergabung di bawah panji-panji pasukan Korawa. Mereka berperang di Kurukshetra, India Utara.

Dalam kitab Bhismaparwa diceritakan bahwa sebelum perang Kurukshetra dimulai, Yudistira—yang sulung di antara Pandawa—maju ke hadapan pasukan Korawa untuk memastikan apakah ada yang berubah pikiran dan mau berpihak kepadanya. Hanya Yuyutsu yang menanggapinya, sehingga ia keluar dari barisan pasukan Korawa dan bergabung dengan pasukan Pandawa. Yudistira senang dengan keputusannya, dan mendoakan agar keputusan itu membuatnya menjadi penerus garis keturunan Dretarastra, sementara saudaranya yang lain gugur semua di medan perang Kurukshetra.[5]

Yuyutsu merupakan seorang maharathi, yaitu kesatria yang mampu bertarung dengan 720.000 pasukan sekaligus.[6] Dalam perang di Kurukshetra, ia berperan penting sebagai informan pihak Pandawa, yang membocorkan informasi-informasi seputar strategi perang Korawa dan rencana jahat Duryodana. Pada pertempuran di hari ke-16, ia bertarung dengan Uluka, tetapi tidak berhasil mengalahkannya.[7]

Pascaperang

Setelah perang di Kurukshetra berakhir, ia termasuk di antara salah satu kesatria yang sintas. Dalam bagian akhir kitab Striparwa, Yuyutsu beserta keluarganya melangsungkan upacara terakhir bagi saudara dan teman-temannya yang gugur di Kurukshetra. Ketika Yudistira mewarisi takhta kerajaan Kuru dan beristana di Hastinapura, Yuyutsu diberi kuasa atas kota Indraprastha, yang didirikan oleh para Pandawa.

Dalam kitab Prasthanikaparwa diceritakan bahwa 36 tahun setelah perang berakhir, Yudistira turun takhta secara sukarela untuk bersuluk dari kehidupan duniawi (sanyasin) dengan cara melakukan perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci di India. Yuyutsu diangkat sebagai penasihat Raja Muda Parikesit, sedangkan Pangeran Bajra dari golongan Yadawa diberi kuasa atas kota Indraprastha.[8][9]

Silsilah

Para Raja KuruWangsa PaurawaPara Raja Chedi
PratipaSunandaBasuAdrika
DewapiBahlikaGanggaSantanuSatyawatiParasara
SomadataBismaCitranggadaWicitrawirya2 istriByasapelayan
2 putraBurisrawaGandariDretarastrapelayanKuntiPanduMadri
100 KorawaDursilawatiYuyutsu5 PandawaWidura

Lihat pula

Referensi

  1. Parmeshwaranand, Swami (2001). Encyclopaedic dictionary of Purāṇas (Edisi 1st). New Delhi: Sarup & Sons. ISBN 9788176252263.
  2. Kapoor, edited by Subodh (2002). The Indian Encyclopaedia: Biographical, Historical, Religious, Administrative, Ethnological, Commercial and Scientific (Edisi 1st). New Delhi: Cosmo Publications. ISBN 9788177552577.{{cite book}}: |first= memiliki nama generik
  3. Ganguli, Kisari Mohan (1883–1896), "Shambava Parva", The Mahabharata of Krishna-Dwaipayana Vyasa, Book 1: Adi Parva, hlm. 270–271{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  4. Ganguli, Kisari Mohan (1883–1896), "Dyuta Parva", The Mahabharata of Krishna-Dwaipayana Vyasa, Book 2: Sabha Parva, hlm. 144{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  5. Ganguli, Kisari Mohan (1883–1896), "Bhishma-vadha Parva", The Mahabharata of Krishna-Dwaipayana Vyasa, Book 6: Bhishma Parva, hlm. 103{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  6. Buck, William. Mahabharata. hlm. 327. ISBN 9788120817197.
  7. Ganguli, Kisari Mohan (1883–1896), "Section 25", The Mahabharata of Krishna-Dwaipayana Vyasa, Book 8: Karna Parva{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  8. Parmeshwaranand, Swami (2001-01-01). Encyclopaedic Dictionary of Puranas (dalam bahasa Inggris). Sarup & Sons. ISBN 9788176252263.
  9. Brodbeck, Simon Pearse (2009). The Mahābhārata patriline : gender, culture, and the royal hereditary. Farnham, England: Ashgate. ISBN 9780754667872.
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan