Kamis, 05 November 2026
14:02 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Protagonis

Protagonis

karakter utama dari suatu karya kreatif

Bagikan:
250px-Hamlet_William_Morris_Hunt.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shakespeare's Hamlet, Prince of Denmark. Lukisan karya William Morris Hunt, minyak di atas kanvas, ca 1864

Protagonis (daribahasa Yunani Kunoπρωταγωνιστής, prōtagōnistḗs, artinya "orang yang memainkan bagian pertama, aktor utama")[1][2][3] adalah karakter utama dalam sebuah cerita. Protagonis merupakan pembuat keputusan kunci yang memengaruhi plot suatu cerita. Protagonis sangat berperan dalam alur cerita, sering kali digambarkan sebagai karakter yang menghadapi paling banyak konflik dan rintangan. Dalam sebuah cerita kompleks yang berisi subplot, masing-masing subplot bisa memiliki tokoh protagonisnya sendiri.[4]

Protagonis merupakan tokoh yang mengandung banyak dimensi karakter, termasuk kepribadian, latar belakang, motivasi, tujuan, serta konflik yang dihadapi, biasanya konflik yang paling menonjol adalah pertentangan dengan antagonis. Antagonis akan memberikan hambatan dan komplikasi, menciptakan konflik yang menguji protagonis. Konflik ini kemudian akan mengungkapkan kekuatan dan kelemahan karakter protagonis.

Penokohan

Protagonis bukan tokoh yang harus berperangai baik atau tidak jahat. Kepribadiannya disesuaikan dengan kebutuhan cerita. Protagonis juga tidak harus diceritakan bak pahlawan yang hendak membasmi segala kejahatan. Adakalanya protagonis tidak memiliki sifat-sifat kepahlawanan; hal ini lebih dikenal sebagai antipahlawan. Terdapat pula protagonis yang merupakan tokoh jahat,[5] seperti Humbert Humbert dari novel Vladimir Nabokov Lolita[6] dan Richard III dari sandiwara William Shakespeare Richard III.[7]

Tokoh protagonis biasanya membawakan perwatakan yang bertentangan dengan antagonis yang menyampaikan nilai-nilai negatif. Tokoh protagonis biasanya merupakan tokoh yang membawakan misi kebenaran dan kebaikan untuk menciptakan situasi kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan sejahtera.

Protagonis palsu

Protagonis palsu adalah tokoh yang pada awal cerita ditampilkan sebagai tokoh utama, tetapi kemudian perannya sebagai protagonis menghilang, baik karena tokohnya dimatikan (sebagai bentuk pelintiran alur) maupun karena perannya dalam cerita berubah (contohnya perannya menjadi lebih kecil, tokohnya pergi dari cerita, atau tokohnya rupanya adalah sang antagonis).[8] Contoh protagonis palsu di antaranya adalah tokoh Marion di film Alfred Hitchcock Psycho.[9]

Lihat pula

Referensi

Wiktionary logo
Lihat entri protagonis di kamus bebas Wikikamus.
  1. ↑ πρωταγωνιστής, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus Digital Library.
  2. ↑ "protagonist". Dictionary.com, Random House. Retrieved November 17, 2017.
  3. ↑ Harper, Douglas. "protagonist". Online Etymology Dictionary.
  4. ↑ Duncan, Stephen. A Guide to Screenwriting Success: Writing for Film and Television. Rowman & Littlefield (2006) ISBN9780742553019
  5. ↑ "A Dictionary of Literary Terms and Literary Theory". John Wiley & Sons, Incorporated. Diakses tanggal 28 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Byford, Andy; Doak, Connor; Hutchings, Stephen (2020-01-30). Transnational Russian Studies (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 978-1-78962-087-0.
  7. ↑ The Encyclopedia Americana: A Library of Universal Knowledge (dalam bahasa Inggris). Encyclopedia Americana Corporation. 1918.
  8. ↑ Christopher W. Tindale (2007). Fallacies and Argument Appraisal. Cambridge University Press. hlm. 28–33. ISBN 978-0-521-84208-2.
  9. ↑ Kolker, Robert Phillip. Alfred Hitchcock's Psycho: A Casebook. Oxford University Press (2004) ISBN9780195169195


Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan