Kamis, 29 Oktober 2026
19:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Citranggada (raja)

Citranggada (raja)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang putra Santanu dalam Mahabharata. Untuk nama istri Arjuna, lihat Citranggada (putri).
Citranggada
चित्रांगद
Citranggada sebagai tokoh pewayangan Jawa.
Citranggada sebagai tokoh pewayangan Jawa.
Tokoh Mahabharata
NamaCitranggada
Ejaan Dewanagariचित्रांगद
Ejaan IASTCitrāṅgada
GelarRaja
Kitab referensiMahabharata (Adiparwa)
AsalKerajaan Kuru
KediamanHastinapura
GolonganCandrawangsa
Kastakesatria
DinastiKuru
AyahSantanu
IbuSatyawati
Para Raja
Hastinapura
250px-A_king_with_nobles.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh wiracarita Mahabharata

Citranggada (Dewanagari: चित्राङ्गद; ,IAST: Citrāṅgada, चित्राङ्गद) adalah putra sulung Raja Santanu dan Permaisuri Satyawati dalam wiracarita Hindu Mahabharata. Dia memiliki kakak tiri bernama Dewabrata alias Bisma, dan adik kandung bernama Wicitrawirya. Dia menjabat sebagai Raja Kuru setelah Santanu mangkat. Tokoh ini tidak banyak disebutkan dalam kitab Mahabharata. Dia terutama diceritakan dalam buku pertama, Adiparwa.[1]

Arti nama

Dalam bahasa Sanskerta, nama चित्राङ्गद (Citranggada) merupakan kata majemuk yang tersusun dari dua kata: चित्र (citrá, "berkilau" atau "cemerlang") dan अङ्गद (aṅgada, "gelang" atau "hiasan lengan"). Citranggada secara harfiah berarti "dihiasi dengan gelang-gelang yang indah".[2]

Kepustakaan

Kisah Citranggada tercatat dalam Mahabharata Resi Vyasa―diterjemahkan oleh Kisari Mohan Ganguli dari bahasa Sanskerta ke bahasa Inggris―jilid pertama, Adiparwa, tepatnya pada bagian Sambhawaparwa yang mengandung riwayat para leluhur Pandawa dan Korawa.[1] Tokoh ini tidak memperoleh peran yang signifikan sebab dia diceritakan wafat dalam usia muda, lalu jabatannya segera digantikan oleh adiknya. Dalam beberapa versi Mahabharata yang ditulis ulang (contohnya C. Rajagopalachari dan Kamala Subramaniam), tokoh ini juga diceritakan secara singkat. Versi tokoh yang sedikit berbeda muncul dalam Bhishma Charita, suatu puisi kepahlawanan yang terinspirasi dari Mahabharata, karya Hari Narayan Dikshit.[3]

Selain Mahabharata, Citranggada juga tercatat sepintas dalam kitab Bhagawatapurana (Srimad-bhagawatam) buku 9, bab 22 yang menceritakan keturunan Ajamida (para bangsawan Dinasti Kuru yang dibahas dalam Mahabharata).[4] Di samping itu, kisah singkatnya juga muncul dalam kitab Dewibhagawatapurana skanda (himpunan) pertama, bab 20.[5]

Kisah

Dalam Mahabharata, Citranggada merupakan putra sulung dari pasangan Raja Santanu (penguasa kerajaan Kuru yang beribukota di Hastinapura) dengan Ratu Satyawati, istri kedua sang raja. Sebelumnya, Santanu memiliki seorang putra bernama Bisma dari istri pertamanya. Karena Bisma mengucapkan sumpah bahwa dia tidak akan menikah dan tidak mau mewarisi takhta, maka Citranggada menjadi raja menggantikan Santanu dan pemerintahannya berhasil.

Dalam kitab Adiparwa disebutkan bahwa Citranggada adalah manusia yang perkasa, dan mampu menaklukkan para raja yang ada di dunia; bahkan para asura dan dewata sekalipun.[6] Dalam Bhishma Charita dikisahkan bahwa takhta dan kekuatan membuat Citranggada menjadi kesatria yang angkuh.[3]

Menurut Mahabharata yang ditulis ulang Kamala Subramaniam, saat Citranggada naik takhta, Hastinapura merasakan ketentraman—khususnya bagi Satyawati—tetapi hanya sesaat. Surat tantangan diberikan oleh seorang raja gandarwa yang juga bernama Citranggada. Dia marah karena merasa dua raja dengan nama yang sama tidak mungkin akan hidup bersama dalam satu zaman, maka dia berpikir bahwa salah satu di antaranya harus mati. Citranggada putra Santanu menerima tantangan tersebut. Sedangkan menurut Dewibhagawatapurana, Citranggada bertemu sang gandarwa ketika sedang berburu ke hutan.

Menurut Adiparwa, pertempuran mereka berlangsung di tepi sungai Saraswati. Baik Citranggada manusia maupun Citranggada gandarwa sama-sama kuat dan sakti. Namun, Citranggada gandarwa lebih mahir dalam tipu muslihat. Setelah pertempuran sengit berlangsung selama tiga tahun, Citranggada putra Santanu akhirnya gugur.[6][7]

Sebelum wafat, Citranggada belum menikah sehingga tidak memiliki keturunan. Maka dari itu, takhta Hastinapura diteruskan oleh adiknya, Wicitrawirya.[8]

Silsilah

Para Raja KuruWangsa PaurawaPara Raja Chedi
PratipaSunandaBasuAdrika
DewapiBahlikaGanggaSantanuSatyawatiParasara
SomadataBismaCitranggadaWicitrawirya2 istriByasapelayan
2 putraBurisrawaGandariDretarastrapelayanKuntiPanduMadri
100 KorawaDursilawatiYuyutsu5 PandawaWidura

Referensi

  1. 1 2 M.M.S. Shastri Chitrao (1964), "Citrangada", Bharatavarshiya Prachin Charitrakosha (Dictionary of Ancient Indian Biography) (dalam bahasa Hindi), Pune, hlm. 213{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. ↑ Monier Williams (1899), "arti चित्राङ्गद", A Sanskrit–English Dictionary (Edisi New), Oxford: Clarendon Press, hlm. 397
  3. 1 2 Kartik Pandya (2011), "Canto 12 - Description of Marriage of Vicitravīrya", Bhishma Charita, ISBN 8171101966{{citation}}: Periksa nilai |isbn=: checksum
  4. ↑ "Chapter 22: The Descendants of Ajamîdha: the Pândavas and Kauravas", Shrimad-Bhagavatam, Canto 9
  5. ↑ Swami Vijñanananda (penerjemah) (1921–1922), "Bab 20", The S'rîmad Devî Bhâgawatam - First Book{{citation}}: |author= memiliki nama generik
  6. 1 2 Shambava Parva, Section CI, The Mahabharata, Book 1: Adi Parva, diakses tanggal 3 November 2017{{citation}}: Parameter tidak dikenal |site= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Bhanu, Sharada (1997). Myths and Legends from India - Great Women. Chennai: Macmillan India Limited. hlm. 6. ISBN 0-333-93076-2.
  8. ↑ J.A.B. van Buitenen (1973), Mahabharata, vol. 1, The University of Chicago Press, hlm. 227

Pranala luar

Didahului oleh:
Santanu
Raja Hastinapura
Dinasti Kuru
Diteruskan oleh:
Wicitrawirya
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan