Senin, 21 September 2026
16:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Utari

Utari

Utari
उत्तरा
Lukisan Utari dan Pangeran Abimanyu, karya Maharanee Sunity Devee.
Lukisan Utari dan Pangeran Abimanyu, karya Maharanee Sunity Devee.
Tokoh Mahabharata
NamaUtari
Ejaan Dewanagariउत्तरा
Ejaan IASTUttarā
Kitab referensiMahabharata
AsalKerajaan Matsya
KediamanWiratanagari
Kastakesatria
AyahWirata
IbuSudesna
SuamiAbimanyu
AnakParikesit
Untuk nama putra Raja Wirata dalam Mahabharata, lihat Utara (Mahabharata).
Untuk kegunaan lain, lihat Utari (disambiguasi).

Utari (Dewanagari: उत्तरा; ,IAST: Uttarā,; disebut Utarā dalam bahasa Sanskerta) adalah nama putri bungsu Raja Wirata dan Ratu Sudesna dalam wiracarita Mahabharata. Ketika naskah Mahabharata disadur ke dalam bahasa Jawa Kuno, tokoh Utarā pun diganti namanya menjadi Utari, misalnya dalam naskah Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157. Ketika kisah Mahabharata dipentaskan dalam pewayangan, para dalang lebih suka memakai nama Utari daripada Utarā.

Kisah

Dalam Mahabharata diceritakan bahwa ia merupakan putri Raja Wirata dan Ratu Sudesna dari kerajaan Matsya, dengan ibu kota Wiratanagari. Ia memiliki saudara bernama Sweta, Utara, dan Wratsangka.

Dalam kitab keempat Mahabharata yaitu Wirataparwa, dikisahkan bahwa lima Pandawa dan istri mereka, Dropadi, hidup dalam penyamaran selama satu tahun karena kalah bertaruh dengan para Korawa dalam sebuah permainan dadu. Mereka memilih keraton Wirata di kerajaan Matsya sebagai tempat tinggal dengan identitas baru. Di sana, Arjuna menyamar sebagai seorang waria bernama Wrehanala, dan melatih seni musik dan tari di keputren. Utari adalah salah satu muridnya.[1][2]

Ketika masa penyamaran kelima Pandawa dan Dropadi di Kerajaan Matsya berakhir, Wirata merasa bersalah karena telah memperlakukan mereka dengan kurang baik. Ia pun menyerahkan Utari kepada Arjuna sebagai tanda penyesalan dan minta maaf. Namun Arjuna sudah telanjur menganggap Utari sebagai anak. Maka, Utari pun diambil sebagai menantu untuk dinikahkan dengan Abimanyu, putranya yang tinggal di Dwaraka.

Pertikaian antara Pandawa dan Korawa memuncak pada sebuah perang yang terjadi di Kurukshetra. Abimanyu turut serta membela ayahnya pada perang tersebut. Pada pertempuran hari ke-13, ia gugur di tangan pasukan Korawa, meninggalkan Utari dalam keadaan mengandung. Pada pertempuran hari ke-18, Aswatama dari kubu Korawa melancarkan serangan berupa senjata brahmastra ke janin Utari. Tujuannya adalah memusnahkan penerus Pandawa, yaitu anak Abimanyu. Janin tersebut tewas seketika, tetapi dihidupkan kembali berkat bantuan Kresna. Anak tersebut setelah lahir diberi nama Parikesit, yang kemudian meneruskan garis keturunan Pandawa, dan menjadi raja di Hastinapura.

Pewayangan

Perkawinan Abimanyu dan Utari dalam pewayangan dihiasi dengan tipu muslihat. Ketika keduanya masih pengantin baru, paman Gatutkaca dari pihak ibu yang bernama Kalabendana datang menjemput Abimanyu untuk dibawa pulang karena istri pertamanya, yaitu Sitisundari putri Kresna merindukannya. Mendengar ajakan itu, Abimanyu langsung bersumpah di hadapan Utari bahwa dirinya masih perjaka dan belum pernah menikah. Ia bahkan menyatakan jika ucapannya adalah dusta maka kelak ia akan mati dikeroyok senjata.

Gatutkaca yang membela Abimanyu memukul Kalabendana. Pukulan tidak sengaja itu justru menewaskan pamannya tersebut. Kelak dalam perang Baratayuda, Abimanyu benar-benar tewas dalam keadaan dikeroyok musuh. Sementara itu, arwah Kalabendana juga datang menjemput keponakannya dengan cara memegang senjata Konta milik Karna dan menusukkannya ke pusar Gatutkaca.

Galeri

  • Utari dan Abimanyu
    Utari dan Abimanyu
  • Abimanyu mengucapkan salam perpisahan kepada Utari menjelang berangkat ke Kurukshetra.
    Abimanyu mengucapkan salam perpisahan kepada Utari menjelang berangkat ke Kurukshetra.

Lihat pula

Referensi

  1. Conner & Sparks (1998), p. 68, "Arjuna"
  2. Pattanaik (2001), p. 80
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan