Minggu, 04 Oktober 2026
17:53 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Hiranyagarba

Hiranyagarba

Bagikan:
330px-Golden_cosmic_egg_Hiranyagarbha_by_Manaku.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan khas Pahari yang menggambarkan teluk kosmik emas "Hiranyagarbha", karya Manaku, ca 1740.
Bagian dari seri
Mitologi Hindu
Samudramantana, pengadukan Lautan Susu.
Portal Agama Hindu

Hiranyagarba (Dewanagari: हिरण्यगर्भ; ,IAST:  Hiraṇyagarbha,;  arti: "rahim emas" atau "telur emas", secara puitis diterjemahkan menjadi "benih alam semesta") adalah asal mula pengadaan alam semesta, atau perwujudan kosmos menurut filsafat Weda.[1] Istilah itu disebutkan dalam sebuah himne Regweda (RV 10.121), yang dikenal sebagai Hiraṇyagarbha Sūkta, merujuk kepada suatu hyang pencipta tunggal (ayat 8: yo deveṣv ādhi devā eka āsīt, terjemahan Griffith: "Ia adalah Dewa dari segala dewa, dan tak ada yang setara dengan-Nya."), yang diistilahkan dalam himne tersebut sebagai Prajāpati. Konsep "rahim emas" pertama kali disebutkan dalam Wiswakarma Sūkta (RV 10.82) yang menjabarkan bahwa "benih purba" tersebut terletak di atas pusar Wiswakarma.

Kutipan

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan