Minggu, 18 Oktober 2026
16:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Skanda Purana

Bagikan:
40px-Text_document_with_red_question_mark.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. Bantulah dengan memberikan referensi yang lebih baik atau dengan memeriksa apakah referensi telah memenuhi syarat sebagai referensi tepercaya. Referensi yang tidak benar dapat dihapus sewaktu-waktu.

Skanda Purana

Skanda Purana adalah salah satu dari delapan belas Mahapurana dalam agama Hindu. Teks ini dianggap sebagai Purana terbesar dengan lebih dari 81.000 sloka. Meskipun dinamai dari Dewa Skanda (juga dikenal sebagai Kartikeya atau Murugan), sebagian besar isinya berfokus pada Dewa Siwa, tempat-tempat suci, dan praktik-praktik keagamaan dalam tradisi Shaiva.[1]

Sejarah dan Komposisi

Skanda Purana diyakini telah mulai disusun sekitar abad ke-8 Masehi. Manuskrip tertua ditemukan di wilayah Nepal dan Assam. Peneliti Haraprasad Shastri dan Cecil Bendall menemukan salah satu manuskrip awal di Kathmandu pada tahun 1898.[1] Struktur dan isi Skanda Purana berkembang sepanjang abad, dengan tambahan-tambahan lokal muncul hingga abad ke-15.[2]

Struktur dan Isi

Skanda Purana terdiri dari tujuh bagian utama atau khanda:

  • Mahesvara Khanda
  • Vaishnava Khanda
  • Brahma Khanda
  • Kashi Khanda
  • Avantya Khanda
  • Nagara Khanda
  • Prabhasa Khanda

Terdapat pula bagian tambahan seperti Himavat Khanda, Kaverimahatmya, dan Vivsamitrimahatmya yang membahas tempat-tempat suci di Nepal, sungai Kaveri, dan wilayah Gujarat.

Tema dan Ajaran

Topik-topik utama dalam Skanda Purana meliputi:

  • Mitologi dan kosmologi Hindu, seperti kelahiran Skanda dan Samudramanthan.
  • Panduan ziarah ke tempat-tempat suci (tirtha).
  • Ajaran moral dan teologis dalam Shaivisme.
  • Tata cara ritual dan perayaan keagamaan.

Pengaruh dan Warisan

Skanda Purana memiliki pengaruh besar dalam memperkuat identitas komunitas Shaiva dan membentuk jaringan tempat ziarah di seluruh anak benua India.[3][4]

Daftar pustaka

Referensi

  1. 1 2 Rocher, Ludo (1986). The Puranas. Wiesbaden: Otto Harrassowitz.
  2. ↑ Bakker, Hans (2014). The World of the Skandapurāṇa. Leiden: Brill.
  3. ↑ Doniger, Wendy (2013). On Hinduism. New York: Oxford University Press.
  4. ↑ Glucklich, Ariel (2008). Sacred Place. Amherst: Prometheus Books.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan