Minggu, 04 Oktober 2026
05:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Garudapurana

Garudapurana

kitab Hindu, salah satu dari 18 Mahapurana

Bagikan:
330px-Garuda_Purana%2C_Sanskrit%2C_Devanagari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah halaman dari naskah Garudapurana ditulis dengan aksara Dewanagari, berbahasa Sanskerta.
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu

Garudapurana adalah salah satu dari 18 kitab Mahāpurāṇa dalam agama Hindu.[1] Ia disusun dalam bahasa Sanskerta dan kini tersedia dalam berbagai bahasa, misalnya Gujarati[2] dan Inggris. Ada kemungkinan Garudapurana disusun pada masa milenium pertama, dengan penambahan isi dan revisi yang terjadi selama berabad-abad kemudian. Para ahli memperkirakan isi pokok yang terawal mungkin berasal dari abad ke-4 hingga ke-11 Masehi, dengan penambahan dan modifikasi yang terus berlangsung sampai milenium kedua.[3][4]

Kitab Garudapurana sebagaimana yang diketahui dalam beberapa versi mengandung sekitar 8000 hingga lebih dari 15.000 sloka.[4][5] Bab yang dimilikinya membahas berbagai macam topik,[6] meliputi kosmologi, mitologi, hubungan antara dewa dengan manusia, etika, kebaikan melawan kejahatan, berbagai perguruan filsafat Hindu, teori yoga, teori surga dan neraka dengan karma dan reinkarnasi, ritual untuk leluhur, dan soteriologi; sungai dan geografi, jenis batuan, cara menguji batuan dan permata; uraian tentang tanaman dan herba,[7] berbagai penyakit dan gejalanya, berbagai obat, afrosidiak, dan profilastik; astronomi, astrologi, bulan dan planet-planet, kalender Hindu dan perhitungannya; arsitektur, pembangunan rumah, dan fitur penting dalam kuil Hindu; upacara kedewasaan, sedekah dan amal, ekonomi, tabungan, kewajiban seorang raja, politik, pejabat negara dan tugasnya dan cara memilihnya; genre sastra, uraian tata bahasa.[1][5][8] Bab-bab terakhir membahas pelaksanaan yoga (Samkhya dan Adwaita), pengembangan diri, dan manfaat dari pengetahuan akan diri.[1]

Padmapurana mengelompokkan Garudapurana —beserta Bhagawatapurana dan Wisnupurana —sebagai sattwa Purana, yaitu Purana yang membahas kebajikan dan kesucian.[9] Sebagaimana seluruh Mahapurana, kitab tersebut ditulis oleh Begawan Byasa menurut tradisi Hindu.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 Dutt 1908. sfn error: tanpa target: CITEREFDutt1908 (bantuan)
  2. ↑ Gretil, H. H. (2020). garuDapurANa. Sanskrit Documents Organisation. hlm. i. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-25. Diakses tanggal 2021-04-27.
  3. ↑ Pintchman 2001, hlm. 91–92 with note 4. sfn error: tanpa target: CITEREFPintchman2001 (bantuan)
  4. 1 2 Dalal 2014, hlm. 145. sfn error: tanpa target: CITEREFDalal2014 (bantuan)
  5. 1 2 Rocher 1986, hlm. 175–178. sfn error: tanpa target: CITEREFRocher1986 (bantuan)
  6. ↑ Rocher 1986, hlm. 78–79. sfn error: tanpa target: CITEREFRocher1986 (bantuan)
  7. ↑ Sensarma P (1992). "Plant names - Sanskrit and Latin". Anc Sci Life. 12 (1–2): 201–220. PMC 3336616. PMID 22556589.
  8. ↑ Rajendra Chandra Hazra (1938), Some Minor Puranas, Annals of the Bhandarkar Oriental Research Institute, Vol. 19, No. 1, pp. 69–79
  9. ↑ Wilson, H. H. (1840). The Vishnu Purana: A system of Hindu mythology and tradition. Oriental Translation Fund. hlm. xii.
  10. ↑ Jonathan Parry (2003). Joanna Overing (ed.). Reason and Morality. Routledge. hlm. 209–210. ISBN 978-1135800468.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan