Senin, 21 September 2026
08:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tevaram

Tevaram

500px-11th_century_Tevaram%2C_18th_century_palm_leaf_manuscript.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karya Sastra Tevaram

Tevaram merupakan nama untuk tujuh volume awal dari Tirumurai, koleksi dua belas volume teks puisi devosional Shaiva. Karya ini mengisahkan tokoh-tokoh epik, mitologi Purana, dan kehidupan para santo Shaiva awal.[1] Teks tersebut merupakan hasil karya tiga santo Shaiva terkenal dari abad ke-7 dan ke-8, yaitu Sambandar, Appar, dan Sundarar, yang tidak hanya mengekspresikan rasa cinta mereka kepada Dewa Siwa, tetapi juga mempererat komunitas pengikutnya melalui nyanyian. Karya ini dianggap penting dalam memahami gerakan Bhakti Shaiva di India Selatan selama Abad Pertengahan Awal.[2]

Pada abad ke-10, Raja Chola Rajaraja I memerintahkan penyusunan dan pengaturan himne-himne ini, yang dilakukan oleh Nambiyandar Nambi. Himne-himne ini menjadi bagian dari Tirumurai dan kemudian diikuti oleh Periya Puranam. Penyusunan ini menandai perkembangan tradisi Shaiva Tamil, yang semakin kuat seiring dengan pertumbuhan kekaisaran Chola pada abad ke-11.[3] Tevaram berisi total 796 himne dengan 8.284 bait yang hingga kini masih dinyanyikan di berbagai kuil Shiva di Tamil Nadu.[4]

Etimologi

Nama Tevaram dapat diterjemahkan sebagai “karangan bunga untuk Siwa” atau “menumbuhkan rasa cinta kepada Dewa”. Dalam beberapa prasasti, istilah ini juga diartikan sebagai “ritual pemujaan pribadi,” yang mencerminkan makna spiritualnya dalam praktik keagamaan.[5]

Perkembangan dan evolusi

Himne-himne Tevaram dipercaya berasal dari abad ke-6 hingga ke-8, meskipun sebagian sejarawan menyebutkan abad ke-7 hingga ke-9. Pada awalnya, puisi-puisi ini diturunkan secara lisan, dan baru pada abad ke-11, mulai dikumpulkan dalam bentuk teks tertulis. Tradisi lisan ini mencerminkan pengaruh budaya Bhakti dalam menyebarkan ajaran Shaiva.[6]

Evolusi Tevaram berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama melibatkan penciptaan himne oleh trio penyair Tevaram. Selanjutnya, himne-himne tersebut mulai diintegrasikan dalam ritual dan festival kuil. Pada tahap akhir, teks-teks ini dikodifikasi menjadi kanon oleh pemimpin-pemimpin biara Shaiva Siddhanta pada abad ke-13, memastikan peranannya sebagai teks sakral yang diakui secara resmi.[7] Puisi Tevaram ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi cerminan budaya dan sejarah Tamil Shaivisme yang berakar kuat.

Referensi

  1. Cort, John E. (1998). Open Boundaries: Jain Communities and Culture in Indian History. Albany: State University of New York Press. ISBN 0-7914-3786-8.
  2. Cutler, Norman (1987-05-22). Songs of Experience: The Poetics of Tamil Devotion (dalam bahasa Inggris). Indiana University Press. ISBN 978-0-253-11419-8.
  3. Khanna, Meenakshi (2007). Cultural History of Medieval India (dalam bahasa Inggris). Berghahn Books. ISBN 978-81-87358-30-5.
  4. Rangaswamy, M. A. Dorai (1959). The Religion And Philosophy Of Tevaram With Special Reference To Nampi Arurar In Four Volumes.
  5. Khanna, Meenakshi (2007). Cultural History of Medieval India (dalam bahasa Inggris). Berghahn Books. ISBN 978-81-87358-30-5.
  6. Rangaswamy, M. A. Dorai (1959). The Religion And Philosophy Of Tevaram With Special Reference To Nampi Arurar In Four Volumes.
  7. Smith, David (2003-11-13). The Dance of Siva: Religion, Art and Poetry in South India (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-52865-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan