Senin, 21 September 2026
20:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Grantha

Grantha

naskah India

Grantha
250px-Tanjavur_Tamil_Inscription2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti Grantha di Kuil Brihadiswara, India
Jenis aksara
BahasaMalayalam, Sanskerta, Tamil
Periode
abad ke-6—sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Aksara turunan
Aksara Cham
Aksara Tigalari
Aksara Malayalam
Aksara Sinhala
Aksara kerabat
Aksara Vatteluttu, Kolezhuthu, Aksara Tamil
ISO 15924
ISO 15924Gran, 343 Sunting ini di Wikidata,Grantha
Pengkodean Unicode
U+11300–U+1137F
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan  , Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara Grantha (Tamil: Kiranta eḻuttu, Malayalam: Grantha lipi) adalah aksara yang secara luas digunakan antara abad ke-6 hingga abad ke-20 oleh para penutur bahasa Tamil di India selatan, khususnya di Tamil Nadu dan Kerala, untuk menulis bahasa Sanskerta dan bahasa klasik Manipravalam, dan masih dalam penggunaan terbatas di sekolah-sekolah Weda tradisional (Sanskerta veda pāṭhaśālā).[1] Aksara ini merupakan aksara Brahmik, yang telah berevolusi dari aksara Brahmi di Tamil Nadu. Aksara Malayalam adalah turunan langsung dari aksara Grantha, begitu juga aksara Tigalari dan Sinhala.

Meningkatnya popularitas aksara Dewanagari untuk bahasa Sanskerta dan tekanan politik yang diciptakan oleh Tanittamil Iyakkam[2] untuk penggantian keseluruhan dengan aksara Tamil modern menyebabkan tidak digunakan dan ditinggalkannya aksara ini secara bertahap pada awal abad ke-20, kecuali dalam kesusastraan agama Hindu khusus. Aksara Grantha masih hidup di Tamil Nadu, meskipun dalam kedudukan yang terbatas.

Sejarah

Dalam bahasa Sanskerta, grantha secara harfiah berarti 'sebuah simpul/ikatan'.[3] Ini adalah kata yang digunakan untuk buku-buku, dan naskah-naskah yang digunakan untuk menulis aksara ini. Ini berasal dari praktik mengikat daun kelapa tertulis menggunakan benang panjang yang ditahan dengan simpul/ikatan. Meskipun bahasa Sanskerta kini sebagian besar ditulis dengan aksara Dewanagari, aksara Grantha secara luas digunakan untuk menulis bahasa Sanskerta di bagian penutur bahasa Tamil di Asia Selatan hingga abad ke-19. Para ahli percaya bahwa aksara Grantha digunakan ketika Weda pertama kali dimasukkan ke dalam tulisan di sekitar abad ke-5.[butuh rujukan] Di awal abad ke-20, aksara ini mulai digantikan oleh aksara Dewanagari dalam teks-teks keagamaan dan ilmiah dan aksara Tamil (dengan menggunakan diakritik) dalam teks-teks populer.

Aksara Grantha juga secara historis digunakan untuk menulis bahasa Manipravalam, campuran dari bahasa Tamil dan bahasa Sanskerta yang digunakan dalam penafsiran teks-teks Manipravalam. Ini berkembang menjadi sistem penulisan yang cukup kompleks yang memerlukan kata-kata Tamil ditulis dalam aksara Tamil dan kata-kata Sanskerta ditulis dalam aksara Grantha. Pada abad ke-15, ini telah berkembang ke titik di mana kedua aksara tersebut akan digunakan dalam kata yang sama - jika suatu kata berakar dari bahasa Sanskerta, kata tersebut akan ditulis dalam naskah Grantha, tetapi setiap akhiran Tamil yang ditambahkan ke dalamnya akan ditulis menggunakan aksara Tamil. Sistem penulisan ini jarang digunakan seiring dengan menurunnya popularitas Manipravalam, tapi itu menjadi lazim untuk menggunakan konvensi yang sama di edisi cetak teks yang aslinya ditulis dalam Manipravalam sampai pertengahan abad ke-20.

Di zaman modern, aksara Grantha digunakan dalam konteks agama tertentu oleh penganut Hindu berbahasa Tamil ortodoks. Terutama, mereka menggunakan aksara ini untuk menulis nama anak untuk pertama kalinya selama upacara penamaan nāmakaraṇanāmakaraṇa, dan menulis bagian bahasa Sanskerta di kartu pernikahan tradisional dan pengumuman dari upacara terakhir seseorang. Hal ini juga digunakan dalam banyak almanak keagamaan untuk mencetak ringkasan rumusan tradisional untuk tahun mendatang.

Huruf

Glif-glif di bawah menunjukkan bentuk akhir dari Aksara Grantha, yang dapat diperhatikan oleh kesamaan dengan Aksara Tamil modern.

Vokal

500px-Grantha_Vowels.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Konsonan

330px-Grantha_Consonants.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sebagaimana aksara-aksara Abugida lainnya, setiap tanda konsonan dalam aksara Grantha memiliki vokal inheren /a/. Setiap matinya konsonan ditandai dengan Virāma:

250px-Grantha_Halant.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Untuk bunyi vokal lainnya, berikut diakritik yang digunakan:

500px-Grantha_Matras.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Terkadang ligatur dari konsonan dengan diakritik vokal dapat ditemukan, misalnya:

Terdapat juga beberapa bentuk konsonan khusus dengan Virāma:

Gugus konsonan

Aksara Grantha memiliki dua cara untuk menggambarkan gugus konsonan. Terkadang, konsonan dalam sebuah gugus dapat membentuk ligatur.

Ligatur biasanya diutamakan setiap kali ada. Jika tidak ada ligatur, bentuk konsonan yang "ditumpuk"lah yang ditulis, seperti dalam aksara Kannada dan Telugu, dengan konsonan terendah dari tersebut menjadi satu-satunya konsonan yang "hidup" dan konsonan lain semua menjadi tidak bervokal. Perhatikan bahwa ligatur dapat digunakan sebagai anggota tumpukan juga.

Bentuk-bentuk khusus:

20px-Grantha_Ya.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail ya ketika di akhir gugus, dan ra ketika tidak di depan menjadi 20px-Grantha_yvat.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail dan 20px-Grantha_rvat.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail berturut-turut. Kedua bentuk ini sering disebut sebagai "ya-phalaa" dan "ra-vattu" dalam aksara-aksara Indik lainnya.

ra sebagai awal dari gugs menjadi (disebut sebagai Reph dalam aksara-aksara Indik lainnya) dan digeser ke akhir gugus tetapi diletakkan sebelum setiap ada "ya-phalaa".

Angka

500px-Grantha_Numbers.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. "Grantha" Diarsipkan 2010-02-16 di Wayback Machine..
  2. The Tamil Purist Movement: A Re-evaluation, by K.Kailasapathy
  3. MACDONNELL, ARTHUR.
  1. Reinhold Grünendahl: South Indian Scripts in Sanskrit Manuscripts and Prints, Wiesbaden (Germany) 2001, ISBN 3-447-04504-3
  2. K Venugopalan: A Primer in Grantha Characters Diarsipkan 2009-09-07 di Wayback Machine..
  3. Aksara Tamil

Pranala luar

Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan