Rabu, 30 September 2026
11:29 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Uccaihsrawa

Uccaihsrawa

Bagikan:
Uchchaisravas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ilustrasi kuda Uccaihsrawa.

Dalam mitologi Hindu, Uccaihsrawa (Dewanagari: उच्चैःश्रवा; ,IAST: Uccaiḥśravā, उच्चैःश्रवा) atau Ucaisrawas (Dewanagari: उछैश्रवास्; ,IAST: Uchaiśravās, उछैश्रवास्) adalah seekor kuda putih berkepala tujuh milik Dewa Indra, yang muncul saat pengadukan "lautan susu". Cerita tersebut muncul dalam kitab Adiparwa. Warna Uccaihsrawa menjadi bahan taruhan antara Winatā (ibu Garuda) dan Kadru (ibu para ular). Akhirnya, ekor kuda Uccaihsrawa menjadi hitam karena disemprot oleh bisa para naga.[1]

George Harrison menggunakan kuda Ucaisrawas sebagai label musik Dark Horse Records. Konon Ucaisrawa berwarna seputih salju, dengan ekor hitam pekat.

Arti nama

Dalam bahasa Sanskerta, nama Uccaihsrawa secara harfiah berarti "ringkikan nyaring", atau dapat pula berarti "bertelinga panjang".[1]

Kuda utama

Dalam agama Hindu, kuda Uccaihsrawa dianggap sebagai kuda yang paling utama (istimewa) di antara segala jenis kuda.[2] Hal itu antara lain tersirat dalam sebuah sloka dari kitab Bhagawadgita (bab 10 sloka 27), dengan konteks Kresna menyatakan dirinya yang paling unggul sesuai perbandingan yang dipakai:

Sloka Arti
उच्चैःश्रवसमश्वानाम्
(Uccaiḥśravasam aśvānāṁ)
Aku-lah Uccaihsrawa
di antara bangsa kuda.[3]

Mitologi

250px-Kamadhenu_Uchchaisravas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan India, menggambarkan Uccaihsrawa sebagai kuda berkepala tujuh, yang diperoleh dari peristiwa Samudramanthana.

Asal usul

Artikel utama: Samudramantana

Pada zaman Satyayuga, para dewa dan asura berunding untuk mendapatkan tirta amerta, yaitu minuman kekekalan.[4] Oleh saran Dewa Wisnu, para dewa dan raksasa pergi ke Ksirasagara ("lautan susu") untuk mencari tirta amerta. Cara mendapatkannya adalah dengan mengaduk Ksirasagara tersebut. Gunung Mandara dari Sangkadwipa dipakai sebagai tongkat pengaduk, sedangkan naga Wasuki melilit gunung tersebut agar gunung itu bisa diputar bersama-sama oleh para dewa dan raksasa. Setelah mengaduk setelah sekian lama, timbulah racun Halahala. Karena Dewa Siwa tanggap, maka semua racun tersebut diminum sehingga lehernya menjadi biru (Nilakhanta).[4]

Akhirnya, munculah makhluk beserta harta karun dari hasil pengadukan tersebut, yaitu permata Kastuba, Dewi Laksmi, gajah putih bernama Airawata, kuda putih yang bernama Uccaihsrawa, dan lain-lain.[5][6]

Ekor yang hitam

Berita mengenai kemunculan kuda Uccaihsrawa tersiar sampai ke telinga Dewi Winata dan Kadru, istri Resi Kasyapa. Dewi Kadru berkata bahwa kuda Uccaihsrawa berbulu putih tetapi berekor hitam, sedangkan Dewi Winata berkata bahwa kuda Uccaihsrawa berwarna putih belaka. Hal itu kemudian menjadi perdebatan, sehingga mereka bertaruh bahwa siapa yang salah harus menjadi budak yang menang. Lalu Dewi Kadru bercerita kepada anaknya yaitu para naga, bahwa ia bertaruh dengan Dewi Winata tentang warna kuda Uccaihsrawa. Saat ibunya berkata bahwa kuda itu berwarna putih dan berekor hitam, para naga kaget karena ibunya akan kalah sebab mereka melihat bahwa kuda itu berwarna putih saja, tidak berekor hitam.[4]

Dewi Kadru yang cemas lalu menyuruh anak-anaknya untuk menyembur ekor kuda Uccaihsrawa dengan bisa supaya berwarna hitam. Namun putera-puteranya menolak sebab perbuatan tersebut dinilai curang. Akhirnya Dewi Kadru mengutuk putera-puteranya agar mereka dan keturunannya mati pada saat upacara Sarpahoma (Sarpa Yajña) yang akan diselenggarakan oleh Maharaja Janamejaya. Namun, para naga bersedia juga menciprati ekor kuda Uccaihsrawa dengan bisa supaya menjadi hitam. Keesokan harinya, Dewi Kadru dan Winata datang untuk menyaksikan warna kuda Uccaihsrawa. Berkat usaha para naga, Dewi Kadru memenangkan taruhan sehingga Dewi Winata diperbudak.[5]

Galeri

  • Gambar wayang kuda yang mirip dengan Uccaihsrawa.
    Gambar wayang kuda yang mirip dengan Uccaihsrawa.
  • Logo Dark Horse Records yang menampilkan gambar Uccaihsrawa.
    Logo Dark Horse Records yang menampilkan gambar Uccaihsrawa.
  • Suatu potongan dari lukisan India yang menggambarkan kuda Uccaihsrawa.
    Suatu potongan dari lukisan India yang menggambarkan kuda Uccaihsrawa.

Referensi

  1. 1 2 Doniger, Wendy (2004). Hindu Myths: A Sourcebook Translated from the Sanskrit (dalam bahasa Inggris). Penguin UK. ISBN 9780141903750.
  2. ↑ Radhakrishnan, S. (Januari 1977). "10.27". The Bhagavadgita. Blackie & Son (India) Ltd. hlm. 264.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bhagavad Gita: Bab 10, Ayat 27
  4. 1 2 3 Mani, Vettam (1975). Puranic Encyclopaedia: A Comprehensive Dictionary With Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Delhi: Motilal Banarsidass. hlm. 800. ISBN 0-8426-0822-2.
  5. 1 2 Beér, Robert (2004). The encyclopedia of Tibetan symbols and motifs. Serindia Publications, Inc. hlm. 65, 109.
  6. ↑ Horace Hayman Wilson (1840). "The Vishnu Purana: Book I: Chapter IX". Sacred Texts Archive. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2006. Diakses tanggal 14 Juli 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan