Minggu, 08 November 2026
04:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Marica

Marica

Bagikan:
Marica
मारीच
Rama memburu Marica yang menyamar menjadi kijang.
Rama memburu Marica yang menyamar menjadi kijang.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaMarica
Ejaan Dewanagariमारीच
Ejaan IASTMārīca
Kitab referensiRamayana; Purana
AsalHutan Dandaka
GolonganRakshasa
Untuk kegunaan lain, lihat Marica (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai Merica.

Dalam wiracarita Ramayana, Marica (Sanskerta: मारीच; Mārīcha) adalah seorang rakshasa, putera Tataka dan Sunda. Ia tinggal di hutan Dandaka dan menjadi patih Rahwana. Kakek Marica adalah seorang yaksa bernama Suketu, ia tidak memiliki anak dan memohon anugerah dari Dewa Brahma. Brahma memberi anugerah bahwa Suketu akan memiliki seorang puteri saja, tetapi cantik nan kuat. Puteri tersebut diberi nama Tataka, dan menikahi Sunda. Dari pasangan tersebut, lahirlah Marica. Karena Sunda tewas akibat kutukan Resi Agastya, Tataka dan Marica marah lalu melukai Sang Resi. Kemudian Sang Resi mengutuk mereka berdua agar menjadi buruk rupa dan hidup dengan memakan daging manusia.

Teror di hutan Dandaka

Tataka dan Marica hidup di hutan Dandaka dan meneror para resi, sampai datanglah Rama dan Laksmana dari Ayodhya atas permohonan Resi Wiswamitra. Rama membunuh Tataka dengan panah saktinya, sementara Marica hidup dan melarikan diri. Saat Wiswamitra melakukan upacara, Marica kembali mengganggu bersama Subahu dan raksasa lainnya. Mereka terbang di atas tempat upacara sambil membawa daging mentah dan darah untuk mengotori sesajen. Melihat hal itu, Rama dan Laksmana tidak tinggal diam. Rama tidak ingin Marica mati, maka ia menyuruh Laksmana agar meringkus Marica tanpa membunuhnya. Senjata yang dilepaskan Laksmana melilit tubuh Marica dan mengirimnya ke laut, sementara Subahu tidak diberi ampun. Rama melepaskan senjata Agni. Senjata tersebut membakar jasad Subahu sampai menjadi abu.

Nasihat Marica

330px-Maricha_deer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Marica menyamar menjadi rusa untuk menarik perhatian Rama, Laksmana dan Sita. Lukisan dari Himachal Pradesh, dibuat sekitar abad ke-18.

Saat Rahwana berniat untuk menculik Sita, Marica dikunjungi untuk dimintai bantuan. Marica yang mengetahui kekuatan Rama, menolak untuk menyetujui rencana tersebut. Ia menasihati Rahwana untuk membatalkan niat jahat itu. Ia berkata bahwa rencana tersebut akan mengantarkan kehancuran bagi Alengka dan kaum raksasa. Mulanya Rahwana sadar setelah mendapat nasihat Marica, tetapi setelah ia kembali ke Alengka, Surpanaka datang dan menghasut Rahwana dengan cara memutarbalikkan fakta. Niat Rahwana timbul kembali untuk yang kedua kalinya dan ia bersikeras untuk menculik Sita. Rahwana datang kembali ke kediaman Marica untuk yang kedua kalinya. Kali ini Marica sadar bahwa jika niat Rahwana tidak dijalankan maka nyawanya akan melayang, tetapi jika ia menjalankan rencana Rahwana sudah pasti nyawanya akan berakhir di tangan Rama. Setelah berpikir matang-matang, Marica menyetujui niat licik Rahwana. Ia merasa beruntung apabila gugur di tangan ksatria besar seperti Rama daripada di tangan raksasa Rahwana.

Usaha penculikan Sita

Dengan menyamar menjadi kijang kencana, Marica mengalihkan perhatian Rama untuk memburunya sementara Sita ditinggal bersama Laksmana. Ketika Rama tahu bahwa Marica sedang mengelabuinya, ia melepaskan anak panahnya dan mengubah Marica ke wujud semula. Saat sedang sekarat, Marica menirukan suara Rama dan mengerang dengan keras sampai ke telinga Sita dan Laksmana. Yakin abhwa itu suara Rama, Sita menyuruh Laksmana agar pergi menyusul Rama. Sementara Laksama menyusul Rama, Rahwana menyamar menjadi brahmana untuk mengelabui Sita kemudian menculiknya.

Lihat pula

Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan