Senin, 28 September 2026
00:27 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Mantara

Mantara

Infobox orangMantara
250px-Kakaye_and_Manthara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata

Mantara (bahasa Sanskerta: मंथरा; Mantharā) adalah teman sekaligus pelayan permaisuri Kekayi dalam wiracarita Ramayana. Tubuhnya bungkuk dan usianya sudah lanjut. Ia memiliki sifat iri hati dan lihai membuat orang lain susah dengan cara terselubung. Ia adalah biang keladi yang menyebabkan Rama diusir ke hutan oleh ayahnya.

Pada saat Dasarata hendak menobatkan Rama sebagai Raja Ayodhya, Mantara menghasut Kekayi agar mengangkat Bharata sebagai raja dan jika hal itu terwujud, Mantara yakin status Kekayi akan naik. Ia terus mengeluarkan alasan untuk meyakinkan Kekayi agar Bharata menjadi raja dan usahanya berhasil. Setelah Kekayi memaksa Dasarata agar mengangkat Bharata menjadi raja, Dasarata meninggal karena sakit hati. Satrugna mencoba membunuh Mantara yang telah menghasut Kekayi, tetapi tindakannya dicegah oleh Rama. Rama mengampuni nyawa Mantara.

Konon Indra menyuruh Mantara menghasut Kekayi agar Rama dibuang ke hutan, karena dengan begitu Rama akan bertemu dengan raksasa Rahwana dan membunuhnya.

Lihat pula

Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ramayana ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan