Rabu, 23 September 2026
13:32 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Tataka

Tataka

Tataka
ततका
Ilustrasi pertarungan Tataka melawan Rama dan Laksmana didampingi Resi Wiswamitra, produksi Ravi Varma Press (1910-an).
Ilustrasi pertarungan Tataka melawan Rama dan Laksmana didampingi Resi Wiswamitra, produksi Ravi Varma Press (1910-an).
Tokoh Ramayana
NamaTataka
Ejaan Dewanagariततका
Ejaan IASTTatakā
Nama lainTaraka, Tadaka
Kitab referensiRamayana
Kediamanhutan Dandaka
Rasraksasa
AyahSuketu
SuamiSunda
AnakMarica, Subahu

Dalam wiracarita Ramayana, Tataka (Dewanagari: ततका; ,IAST: Tatakā, ततका) alias Taraka (Dewanagari: तरका; ,IAST: Tarakā, तरका) adalah seorang raksasi, putri seorang yaksa bernama Suketu, dan merupakan ibu dari raksasa Marica dan Subahu. Ia dikutuk oleh Resi Agastya agar rupanya buruk. Ia tinggal di hutan Dandaka di wilayah India Selatan bersama dengan anaknya. Setelah meneror para resi, ia dibunuh oleh pangeran Rama dan Laksmana dari Ayodhya yang sedang melakukan perjalanan ke Sidhasrama bersama Resi Wiswamitra.[1][1][2]

Asal-usul

Dalam Ramayana diceritakan bahwa pada mulanya, yaksa Suketu tidak memiliki keturunan, lalu ia bertapa untuk memohon anugerah Dewa Brahma. Brahma kemudian memberi anugerah bahwa Suketu tidak akan memiliki putra, melainkan seorang putri saja, tetapi kekuatannya setara dengan kekuatan gajah. Putri tersebut diberi nama Tataka.

Tataka menikah dengan seorang raksasa bernama Sunda, dan memiliki putra bernama Subahu dan Marica.[3] Karena suaminya tewas akibat kutukan Resi Agastya, Tataka dan anak-anaknya hendak membunuh resi tersebut tetapi tidak berhasil. Sang resi yang marah kemudian mengutuk agar mereka bermuka buruk dan hidup dengan memakan daging manusia.[4]

Teror di hutan Dandaka

Tataka dan Marica hidup di hutan Dandaka dan meneror kehidupan para resi. Mereka sering memangsa daging para resi dan mengotori upacara mereka dengan darah dan daging. Karena mengutuk seseorang akan mencemari kemurnian tapa para resi, akhirnya Resi Wiswamitra memohon bantuan pangeran Rama dan Laksmana dari Ayodhya untuk mengamankan hutan Dandaka dari teror Tataka.[1]

Saat Tataka melihat kedatangan kedua pangeran tersebut, nafsu makannya bangkit untuk melahap mereka tanpa sisa. Tataka melakukan penyerangan, tetapi Rama dan Laksmana mampu menangkis serangan Tataka. Akhirnya pertarungan berlangsung dengan sengit. Ketika hari menjelang malam, Resi Wiswamitra menyuruh Rama agar tidak menunda waktu untuk mengakhiri riwayat Tataka karena pada malam hari kekuatan bangsa raksasa bertambah besar. Dengan senjata panah sakti sambil mengucapkan mantra, Rama memanah Tataka sampai tewas. Setelah Tataka dikalahkan, Rama dan Laksmana mengikuti Resi Wiswamitra ke Sidhasrama.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Gibbs, Laura. "Mythology and Folklore UN-Textbook: Ramayana: Vishwamitra, Rama's Teacher". Mythology and Folklore UN-Textbook. Diakses tanggal 2019-12-26.
  2. 1 2 "Rama and Lakshmana Slay the mighty tataka". The New Indian Express. Diakses tanggal 2020-09-05.
  3. Mittal, J. P. (2006). History Of Ancient India (a New Version) : From 7300 Bb To 4250 Bc (dalam bahasa Inggris). Atlantic Publishers & Dist. ISBN 978-81-269-0615-4.
  4. Mittal, J. P. (2006). History Of Ancient India (a New Version) : From 7300 Bb To 4250 Bc (dalam bahasa Inggris). Atlantic Publishers & Dist. hlm. 192. ISBN 978-81-269-0615-4.

Pranala luar

Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan