Rabu, 23 September 2026
05:06 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Surasa

Surasa

Surasa
सुरसा
Ilustrasi Hanoman memasuki mulut Surasa, dari suatu mural di Wat Phra Kaew, Bangkok, Thailand.
Ilustrasi Hanoman memasuki mulut Surasa, dari suatu mural di Wat Phra Kaew, Bangkok, Thailand.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaSurasa
Ejaan Dewanagariसुरसा
Ejaan IASTSurasā
Nama lainSirasa
GelarIbu para hewan melata
Kitab referensiRamayana, Mahabharata, Purana
AyahDaksa
SuamiKasyapa
Anakbangsa reptil dan naga

Surasa (Dewanagari: सुरसा; ,IAST: Surasā, सुरसा), alias Sirasa adalah salah satu dewi dalam kepercayaan Hindu, yang diyakini menurunkan bangsa Uraga atau kelompok hewan melata.[1] Kisah tentangnya muncul dalam wiracarita Hindu Ramayana, sebagai pihak yang ditugaskan untuk menguji Hanoman yang sedang bertualang ke Alengka.

Kepustakaan

Dalam wiracarita Hindu Ramayana, Surasa merupakan satu dari 12 (dua belas) putri Daksa, yang dinikahkan dengan Resi Kasyapa. Dia menurunkan bangsa makhluk melata yang disebut uraga, sedangkan saudarinya (Kadru) menurunkan bangsa naga, kelompok makhluk melata lainnya.[1][2]

Wiracarita Mahabharata mengisahkan bahwa dia tercipta dari kemarahan Krodawasa, istri Kasyapa lainnya. Surasa memiliki tiga putri: Anala, Ruha, dan Wiruda. Para ular merupakan keturunan putri-putri Surasa. Maka dari itu, dia disebut "ibu para uraga"; bangsa ular lainnya disebut Pannaga, diturunkan oleh Kadru.[1][2]

Kitab Matsyapurana dan Wisnupurana mengisahkan bahwa Surasa merupakan putri Daksa, dan termasuk 13 istri Kasyapa. Wisnupurana mencatat bahwa dia menurunkan ribuan ular bertudung dan hewan melata lainnya, yang mampu berjalan di tanah dan terbang di angkasa; sementara Kadru menurunkan ribuan ular bertudung tetapi sebagian besar tidak mampu terbang, serta cencerung hidup di dalam tanah. Menurut Matsyapurana, dia merupakan ibu dari seluruh makhluk berkaki empat kecuali sapi (yang dipercaya sebagai keturunan langsung dari Dewi Bumi); para naga dikisahkan sebagai keturunan Kadru. Kitab Bhagawatapurana menggambarkannya sebagai ibu para raksasa (kanibal, demon). Bayupurana dan Padmapurana tidak menyebutnya sebagai salah satu istri Kasyapa; Anayusa atau Danayusa menggantikan posisinya sebagai ibu para ular.[3][4][5][6]

Referensi

  1. 1 2 3 Mani, Vettam (1975). Puranic Encyclopaedia: A Comprehensive Dictionary With Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Delhi: Motilal Banarsidass. hlm. 767. ISBN 0-8426-0822-2."
  2. 1 2 Hopkins, Edward Washburn (1915). Epic mythology. Strassburg K.J. Trübner. hlm. 20, 28, 200. ISBN 0-8426-0560-6.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  3. Baman Das Basu. The Sacred books of the Hindus. Published by Cosmo Publications for Genesis Pub. hlm. 9, 52, 137, 155. ISBN 978-81-307-0533-0.
  4. Horace Hayman Wilson (1840). "CHAP. XV". The Vishnu Purana. hlm. 110.
  5. CHAP. XXI p. 147
  6. Aadhar, Anand. "Bhagavata Purana: Canto 6: Chapter 6: The Progeny of the Daughters of Daksha".
Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan