Sabtu, 07 November 2026
05:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Surasa

Surasa

Bagikan:
Surasa
सुरसा
Ilustrasi Hanoman memasuki mulut Surasa, dari suatu mural di Wat Phra Kaew, Bangkok, Thailand.
Ilustrasi Hanoman memasuki mulut Surasa, dari suatu mural di Wat Phra Kaew, Bangkok, Thailand.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaSurasa
Ejaan Dewanagariसुरसा
Ejaan IASTSurasā
Nama lainSirasa
GelarIbu para hewan melata
Kitab referensiRamayana, Mahabharata, Purana
AyahDaksa
SuamiKasyapa
Anakbangsa reptil dan naga

Surasa (Dewanagari: सुरसा; ,IAST: Surasā, सुरसा), alias Sirasa adalah salah satu dewi dalam kepercayaan Hindu, yang diyakini menurunkan bangsa Uraga atau kelompok hewan melata.[1] Kisah tentangnya muncul dalam wiracarita Hindu Ramayana, sebagai pihak yang ditugaskan untuk menguji Hanoman yang sedang bertualang ke Alengka.

Kepustakaan

Dalam wiracarita Hindu Ramayana, Surasa merupakan satu dari 12 (dua belas) putri Daksa, yang dinikahkan dengan Resi Kasyapa. Dia menurunkan bangsa makhluk melata yang disebut uraga, sedangkan saudarinya (Kadru) menurunkan bangsa naga, kelompok makhluk melata lainnya.[1][2]

Wiracarita Mahabharata mengisahkan bahwa dia tercipta dari kemarahan Krodawasa, istri Kasyapa lainnya. Surasa memiliki tiga putri: Anala, Ruha, dan Wiruda. Para ular merupakan keturunan putri-putri Surasa. Maka dari itu, dia disebut "ibu para uraga"; bangsa ular lainnya disebut Pannaga, diturunkan oleh Kadru.[1][2]

Kitab Matsyapurana dan Wisnupurana mengisahkan bahwa Surasa merupakan putri Daksa, dan termasuk 13 istri Kasyapa. Wisnupurana mencatat bahwa dia menurunkan ribuan ular bertudung dan hewan melata lainnya, yang mampu berjalan di tanah dan terbang di angkasa; sementara Kadru menurunkan ribuan ular bertudung tetapi sebagian besar tidak mampu terbang, serta cencerung hidup di dalam tanah. Menurut Matsyapurana, dia merupakan ibu dari seluruh makhluk berkaki empat kecuali sapi (yang dipercaya sebagai keturunan langsung dari Dewi Bumi); para naga dikisahkan sebagai keturunan Kadru. Kitab Bhagawatapurana menggambarkannya sebagai ibu para raksasa (kanibal, demon). Bayupurana dan Padmapurana tidak menyebutnya sebagai salah satu istri Kasyapa; Anayusa atau Danayusa menggantikan posisinya sebagai ibu para ular.[3][4][5][6]

Referensi

  1. 1 2 3 Mani, Vettam (1975). Puranic Encyclopaedia: A Comprehensive Dictionary With Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Delhi: Motilal Banarsidass. hlm. 767. ISBN 0-8426-0822-2."
  2. 1 2 Hopkins, Edward Washburn (1915). Epic mythology. Strassburg K.J. Trübner. hlm. 20, 28, 200. ISBN 0-8426-0560-6.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  3. ↑ Baman Das Basu. The Sacred books of the Hindus. Published by Cosmo Publications for Genesis Pub. hlm. 9, 52, 137, 155. ISBN 978-81-307-0533-0.
  4. ↑ Horace Hayman Wilson (1840). "CHAP. XV". The Vishnu Purana. hlm. 110.
  5. ↑ CHAP. XXI p. 147
  6. ↑ Aadhar, Anand. "Bhagavata Purana: Canto 6: Chapter 6: The Progeny of the Daughters of Daksha".
Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan