Kamis, 24 September 2026
07:47 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Ramakien

Ramakien (aksara Thai รามเกียรติ์) adalah wiracarita nasional Thailand yang diambil dari wiracarita Ramayana yang asalnya dari India. Beberapa versi wiracarita ini hilang ketika Ayutthaya dihancurkan pada tahun1767. Saat ini ada tiga versi berbeda yang ada, salah satunya digubah pada tahun 1797 di bawah pengawasan (dan sebagian juga ditulis oleh) Raja Rama I. Putranya, Rama II, menulis ulang beberapa bagian dari versi ayahnya untuk bentuk drama khon. Karya ini memiliki pengaruh penting terhadap sastra, seni dan sandiwara Thai. Misalkan baik sandiwara khon dan nang diturunkan dari karya sastra ini.

Meski cerita utamanya mirip dengan Ramayana, banyak aspek lainnya yang ditransposisikan pada konteks Thai seperti pakaian, senjata, topografi, dan unsur-unsur alami yang memiliki gaya Thai.

Sementara Thailand dianggap sebagai sebuah masyarakat Theravada Buddha, mitologi Brahman yang diturunkan dari Ramakien dimaksudkan untuk memberikan Thailand legenda-legenda penciptaan. Selain itu Ramakien dimaksudkan juga untuk menanggulangi atau memberantas takhayul yang dipengaruhi budaya animisme Tionghoa. Sebagai contoh, sebuah pelukisan Ramakien ditampilkan di Wat Phra Kaew, Bangkok dan banyak arca-arca di sana yang menggambarkan beberapa tokoh cerita ini.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ramayana ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan