Minggu, 08 November 2026
08:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Ramakien

Bagikan:

Ramakien (aksara Thai รามเกียรติ์) adalah wiracarita nasional Thailand yang diambil dari wiracarita Ramayana yang asalnya dari India. Beberapa versi wiracarita ini hilang ketika Ayutthaya dihancurkan pada tahun1767. Saat ini ada tiga versi berbeda yang ada, salah satunya digubah pada tahun 1797 di bawah pengawasan (dan sebagian juga ditulis oleh) Raja Rama I. Putranya, Rama II, menulis ulang beberapa bagian dari versi ayahnya untuk bentuk drama khon. Karya ini memiliki pengaruh penting terhadap sastra, seni dan sandiwara Thai. Misalkan baik sandiwara khon dan nang diturunkan dari karya sastra ini.

Meski cerita utamanya mirip dengan Ramayana, banyak aspek lainnya yang ditransposisikan pada konteks Thai seperti pakaian, senjata, topografi, dan unsur-unsur alami yang memiliki gaya Thai.

Sementara Thailand dianggap sebagai sebuah masyarakat Theravada Buddha, mitologi Brahman yang diturunkan dari Ramakien dimaksudkan untuk memberikan Thailand legenda-legenda penciptaan. Selain itu Ramakien dimaksudkan juga untuk menanggulangi atau memberantas takhayul yang dipengaruhi budaya animisme Tionghoa. Sebagai contoh, sebuah pelukisan Ramakien ditampilkan di Wat Phra Kaew, Bangkok dan banyak arca-arca di sana yang menggambarkan beberapa tokoh cerita ini.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ramayana ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan