Jumat, 30 Oktober 2026
19:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bahasa Yonaguni

Bahasa Yonaguni

bagian dari rumpun bahasa Japonik

Bagikan:
Bahasa Yonaguni
与那国物言
ドゥナンムヌイ
Dunan Munui
Pengucapan[dunaŋmunui]
Dituturkan diJepang
WilayahPulau Yonaguni
Penutur
400 (2015)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 400 (2015)
Kanji, Kana (kontemporer)
Kaidā (klasik)
Kode bahasa
ISO 639-3yoi
Glottologyona1241
Linguasfer45-CAC-bc [3]
IETFyoi
ELPYonaguni
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Severely EndangeredYonaguni diklasifikasikan sebagai bahasa terancam berat (SE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C7 ShiftingBahasa Yonaguni dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Referensi: [4][5][6]
Lokasi penuturan
500px-Map-yonaguni.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi penuturan Bahasa Yonaguni
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Yonaguni atau Bahasa Dunan (与那国物言/ドゥナンムヌイ Dunan Munui) adalah bahasa Japonik yang dituturkan oleh penduduk asli Pulau Yonaguni, Kepulauan Ryukyu.[7][8] Bahasa Yonaguni tidak diakui sebagai bahasa tersendiri, melainkan dialek dari bahasa Jepang dan disebut sebagai Dialek Yonaguni (与那国方言 Yonaguni hōgen) yang penggunaannya tergusur oleh bahasa Jepang.[9] Berdasarkan klasifikasi UNESCO, bahasa ini dikategorikan sebagai bahasa kritis dan terancam punah.[10]

Jumlah Penutur dan Vitalitas Bahasa

Tidak diketahui pasti berapa jumlah penutur bahasa ini. Berdasarkan pengamatan sosiolinguistik serta data sensus yang tersedia, diperkirakan jumlah penutur bahasa Yonaguni mencapai 400 jiwa, lebih kurang 25% dari jumlah penduduk keseluruhan pulau yang mencapai 1.600 jiwa.[7] Semua penutur bahasa ini berusia 50 tahun ke atas.[7] Mereka semua berbicara dalam dwibahasa (Jepang dan Yonaguni). Generasi muda Yonaguni umumnya berbicara dalam bahasa Jepang. Bahasa Jepang adalah bahasa pertama mereka. Sebagian di antaranya mempelajari bahasa Yonaguni, terutama yang bergiat sebagai aktivis budaya dan pemain teater tradisional. Secara umum tidak ada anak-anak yang mempelajari bahasa ini di rumah.[11] Meskipun secara umum bahasa ini dalam kondisi kritis, dibanding bahasa-bahasa Ryukyu lain kecuali Miyako vitalitasnya lebih baik karena masih dituturkan oleh generasi tua di lingkungan mereka. Hal ini mungkin disebabkan oleh guyubnya warga asli Yonaguni yang berkaitan pula dengan lokasi pulau yang relatif terisolasi.[12]

Bahasa Jepang saat ini telah menggantikan bahasa Yonaguni pada hampir semua aspek kehidupan dalam penggunaan sehari-hari. Para penutur yang hampir semuanya berada di usia senja juga jarang menggunannya.[13] Padahal bahasa ini baru diperkenalkan secara luas pada akhir abad ke-19 Masehi yang ditandai dengan pembatasan dan pelarangan terhadap bahasa-bahasa selain bahasa Jepang.[13] Kemunduran besar kemudian terjadi pada bahasa-bahasa tersebut, termasuk Yonaguni. Penduduk yang lahir sebelum tahun 1950 umumnya berbicara bilingual dalam bahasa Yonaguni dan bahasa Jepang, sementara yang lahir hingga tiga dasawarsa setelah 1950 berbicara dalam bahasa Jepang dan hanya mengerti bahasa Yonaguni sebagai penutur pasif.[14] Sedangkan generasi yang lahir setelah itu tidak dapat menggunakan bahasa Yonaguni sama sekali.[14]

Klasifikasi

Bahasa Yonaguni adalah salah satu bahasa dalam Rumpun bahasa Japonik dari rumpun yang lebih kecil yaitu Ryukyuan.[15] Bahasa-bahasa Ryukyu (琉球語派 Ryūkyū-goha, atau 琉球諸語 Ryūkyū-shogo, atau 島言葉, Shima kutuba, secara harfiah bermakna percakapan pulau) terdiri dari 6 bahasa yang terbagi ke dalam dua rumpun, yakni Ryukyu Utara dan Ryukyu Selatan. Bahasa Yonaguni sendiri termasuk dalam bahasa-bahasa Ryukyu Selatan bersama bahasa Miyako dan Yaeyama. Lebih lanjut, bahasa Yonaguni dan Yaeyama membentuk kelompok yang disebut sebagai Makro-Yaeyama. Keduanya berkerabat dekat satu sama lain dari sisi leksikal.[16] Menurut John R. Bentley, bahasa Yonaguni memiliki berkerabat lebih dekat dengan bahasa Miyako dibanding bahasa Yaeyama.[17]

Fonologi

Fitur menarik dari bahasa Yonaguni adalah konsonan hampiran /w/ dan /j/ dalam bahasa Jepang berkorespondensi dengan konsonan /b/ dan /d/ dalam bahasa ini.[18] Pemaksaan bahasa Jepang dalam rangka membentuk identitas bangsa Jepang pada masa lampau turut memengaruhi fonologi bahasa Yonaguni terutama tatkala dituturkan oleh generasi muda. Salah satu yang mencolok adalah perubahan pengucapan fonem /ŋ/ menjadi /g seperti pada kata angai yang diucapkan menjadi agai. Para penutur usia 40 ke atas masih dengan jelas membedakan /ŋ/ dan /g dibanding penutur yang lebih muda.[19]

Vokal

Fonologi bahasa ini terbilang unik karena sejatinya hanya mengenal tiga bunyi vokal saja yakni /a/, /i/, /u/.[18] Meskipun demikian, vokal /i/ dan /u/ sering diucapkan sebagai /e/ dan /o/. Sistem vokal bahasa ini membentuk segitiga klasik, seperti terlihat di bawah ini.[18]

Fonem vokal bahasa Rejang
depan madya belakang
tertutup i u
setengah

tertutup

(e) (o)
terbuka a

Secara fonetis bahasa ini juga mengenai bunyi vokal panjang layaknya dalam bahasa Jepang, tetapi secara fonemis vokal panjang tidak berbeda dengan vokal pendek. Vokal panjang biasa ditulis ganda seperti aa atau uu.[18]

Diftong

Bahasa ini mengenal dua diftong yakni /aj/ dan /uj/ yang ditulis sebagai ai dan ui. Fonem /i/ pada akhir kata yang didahului oleh vokal /a/ atau /u/ berfungsi sebagai elemen pembentuk suara diftong.[18]

Konsonan

Sistem konsonan bahasa Yonaguni terangkum dalam tabel di bawah ini.[7][20]

Fonem konsonan bahasa Yonaguni
bibir gigi langit2
keras
langit2
lunak
celah
suara
sengau m n   ŋ  
henti bersuara b d   g  
bersuara lemah   tʰ   kʰ  
afrikat p t͡s   k  
desis (ɸ) s     h
hampiran w   j w  
getar   r      

Kosakata

Kosakata bahasa Yonaguni memiliki kemiripan sebesar 80-85% dengan bahasa-bahasa Ryukyu lainnya, terutama bahasa saudarinya, bahasa Yaeyama.[7] Sementara itu, kemiripan kosakata dengan bahasa Jepang mencapai 70%.[7] Meskipun demikian, secara umum disepakati bahwa bahasa-bahasa Ryukyu serta bahasa Jepang tidak saling dapat mengerti (mutually unintelligible).[21]

Referensi

  1. ↑ Yamada, Masahiro; Pellard, Thomas; Shimoji, Michinori (2015). Heinrich, Patrick; Miyara, Shinsho; Shimaji, Michinori (ed.). Handbook of the Ryukyuan Languages: History, Structure, and Use. Handbooks of Japanese Language and Linguistics. Vol. 11. Berlin, Boston: De Gruyter Mouton. hlm. 449–478. ISBN 978-1-61451-161-8.
  2. ↑ https://www.degruyter.com/view/title/123770. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ Le Répertoire de la linguasphère / The Linguasphere Register"Linguasphere Index (Language and Communities)" (PDF). Diakses tanggal 2019-11-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  6. ↑ "Bahasa Yonaguni". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  7. 1 2 3 4 5 6 Yamada, Masahiro; Pellard, Thomas; Shimoji, Michinori (2015). Heinrich, Patrick; Miyara, Shinsho; Shimaji, Michinori (ed.). Handbook of the Ryukyuan Languages: History, Structure, and Use. Handbooks of Japanese Language and Linguistics. Vol. 11. Berlin, Boston: De Gruyter Mouton. hlm. 449. ISBN 978-1-61451-161-8.
  8. ↑ Pellard, Thomas; Yamada, Masahiro (2017). "Verb Morphology and Conjugation Classes in Dunan (Yonaguni)". Dalam Kiefer, Ferenc; Blevins, James P.; Bartos, Huba (ed.). Perspectives on Morphological Organization: Data and Analyses. BRILL. ISBN 978-90-04-34293-4.
  9. ↑ Shibatani, Masayoshi (2001). The Languages of Japan. Cambridge University Press. hlm. 194. ISBN 0521369185.
  10. ↑ Moseley, Christopher, ed. (2010). Atlas of the World’s Languages in Danger (3rd Edition). UNESCO Publishing.
  11. ↑ Le Répertoire de la linguasphère / The Linguasphere Register"Yonaguni Language Information by Source". Diakses tanggal 2019-11-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ "The Ryukyus and the New, But Endangered, Languages of Japan". Diakses tanggal 2019-12-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. 1 2 "Use them or lose them: There's more at stake than language in reviving Ryukyuan tongues". Diakses tanggal 2019-12-2.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. 1 2 Seals, Corrine A.; Shah, Sheena (2017). Heinrich, Patrick; Ishihara, Masahide (ed.). Heritage Language Policies around the World: Ryukyuan Languages in Japan. Routledge. hlm. 167.
  15. ↑ McClure, William; Vovin, Alexander (2018). Studies in Japanese and Korean Historical and Theoretical Linguistics and Beyond. BRILL. hlm. 4. ISBN 9789004351134.
  16. ↑ Yamada, Masahiro; Pellard, Thomas; Shimoji, Michinori (2015). Heinrich, Patrick; Miyara, Shinsho; Shimaji, Michinori (ed.). Handbook of the Ryukyuan Languages: History, Structure, and Use. Handbooks of Japanese Language and Linguistics. Vol. 11. Berlin, Boston: De Gruyter Mouton. hlm. 18–20. ISBN 978-1-61451-161-8.
  17. ↑ Bentley, John R. (2008). A Linguistic History of the Forgotten Islands: A Reconstruction of the Proto-Language of the Southern Ryūkyūs. Global Oriental. hlm. 237-240. ISBN 9781905246571.
  18. 1 2 3 4 5 Tranter, Nicolas (editor) (2012). The Languages of Japan and Korea. Routledge. hlm. 413. ISBN 9780203124741.{{cite book}}: |first= memiliki nama generik
  19. ↑ Heinrich, Patrick (2012). The Making of Monolingual Japan: Language Ideology and Japanese Modernity. hlm. 135-136. ISBN 9781847696571.
  20. ↑ Tranter, Nicolas (editor) (2012). The Languages of Japan and Korea. Routledge. hlm. 414. ISBN 9780203124741.{{cite book}}: |first= memiliki nama generik
  21. ↑ Baker, Colin; Hornberger, Nancy (2001). Noguchi, Mary Goebel; Fotos, Sandra (ed.). Studies in Japanese Bilingualism. Bilingual Education and Bilingualism. Vol. 22. Multilingual Matters Ltd. hlm. 70–71. ISBN 1-85359-490-3.

Pranala luar

Japonik
Kepulauan
Japanesik
Ryukyu
Utara
Amami
Okinawa
Selatan
Miyako Raya
Yaeyama Raya
Japonik Jeju†
250px-Japanese_dialects-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Japonik
Semenanjung
†
tahap lampau
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan