Kamis, 05 November 2026
01:12 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Bakpao

Bakpao

salah satu jenis roti

Bagikan:
Baozi
250px-Bakpao.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bakpao beserta tempat kukusan
Nama lainBakpau, bao, humbow, pau, Pao-tsih
JenisRoti isi kukus
Tempat asalTiongkok
DaerahTiongkok Raya, Asia Timur, seluruh dunia
VariasiDabao, xiaobao
Baozi

330px-Baozi_%28Chinese_characters%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

"Baozi" dalam aksara Hanzi
Hanzi: 包子
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: bāozi
Min Nan
- Romanisasi POJ: 包仔pau-á
nama alternatif
Hanzi: 包
Alih aksara
Min
- Romanisasi Min-nan : pau
Yue (Kantonis)
- Jyutping: baau1

Bakpao (Hanzi: 肉包, hokkian: dialek xiamen bah pau, hanyu pinyin: roubao) adalah makanan tradisional Tionghoa. Panganan ini di Indonesia dikenal sebagai Bakpao yang merupakan serapan dari bahasa Hokkian yang dituturkan oleh mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. Pao yang berarti bungkusan dan bak artinya daging, sehingga bakpao berarti bungkusan (berisi) daging.[1][2]

Bakpao umumnya berisi daging babi karena mayoritas orang Tionghoa memang mengkonsumsi daging babi. Namun, arti bak sebenarnya tidak merujuk secara khusus pada daging babi, melainkan berarti daging secara umum. Daging babi sendiri dikenal dengan sebutan tie bak, meskipun bakpao berisi daging babi tidak disebut Tie Bakpao. Sebaliknya, bakpao yang berisi daging ayam dinamakan Koi Pao (Hokkian) atau kehpao (Hakka). Kalau daging sapi sebutannya adalah Gu Bakpao (Gu = Sapi). Bakpao dalam bahasa Hakka / Khek yaitu nyukppao / yugppao yang mempunyai arti yang sama yaitu daging berbungkus. Di wilayah Sulawesi Utara, bakpao disebut biapong, dan sering dijadikan sebagai makanan pendamping saat minum kopi.[3]

Isian

Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Pada awalnya daging yang paling lazim digunakan adalah daging babi. Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, selai kacang merah, selai kacang hijau, selai kacang hitam, dan sebagainya, sesuai selera.

Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu diberi ragi untuk mengembangkan adonan. Setelah diberikan isian, adonan dibiarkan sampai mengembang lalu dikukus sampai matang. Untuk membedakan isi bakpao, tanpa daging (vegetarian) biasanya di atas bakpao diberi titikan warna, demikian juga dengan isian yang lain diberi tanda warna yang berbeda-beda.

Sejarah

Bakpao diciptakan oleh tentara Tionghoa yang bernama Zhuge Liang.[4] Pasukan Zhuge Liang mengirimkan kereta makanan kepada pasukan Meng Huo (musuh pasukan Zhuge Liang), tetapi kereta makanan tersebut berisikan mesiu. Hal tersebut membuat Meng Huo murka sehingga Meng Huo mengubah jalur perjalanan yang dilalui Zhuge menjadi aliran sungai yang deras berkat kekuatan sihirnya. Untuk dapat melalui sungai yang deras tersebut maka syaratnya adalah Zhuge harus mengorbankan 50 kepala pasukannya untuk dijadikan tumbal yang kemudian akan dialirkan di sungai tersebut. Namun Zhuge tidak ingin pasukannya menjadi tumbal sehingga ia menyuruh pasukannya untuk berburu hewan. Hewan tersebut kemudian dijadikan tumbal. Daging hewan dibungkus dengan adonan tepung dan dibuat menyerupai kepala manusia lalu adonan daging hewan tersebut dialirkan ke sungai.[5]

Referensi

  1. ↑ 15 Nama Makanan di KBBI Serapan Bahasa Cina, Tahu Koloke?
  2. ↑ KBBI
  3. ↑ "Biapong, Roti Tiongkok di Tanah Minahasa". indonesiakaya.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-25. Diakses tanggal 2022-07-28.
  4. ↑ Santoso, Teguh (2022-06-21). "Asal Usul dan Sejarah dari Nama Bakpao, Makanan Tiongkok yang Digemari Masyarakat". Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Fitriana, Sukma Nur (2022-01-19). "Ternyata ini Asal Mula Terciptanya Bakpao,Kuliner Peninggalan Tionghoa yang Digemari Masyarakat Indonesia". Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan