Senin, 28 September 2026
12:23 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Bahureksa

Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Tumenggung Bahureksa adalah Bupati Kendal pertama dan merupakan seorang Panglima Perang Mataram di bawah kekuasaan Sultan Agung.[1] Pelantikannya pada tanggal 28 Juli 1605 menjadi dasar hari jadi Kabupaten Kendal.[2] Nama Bahureksa pun diabadikan sebagai nama GOR dan terminal di kabupaten tersebut.

Sejarah

Jaka Bahu adalah seorang abdi dalem Kesultanan Mataram yang dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itu, Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma mengangkatnya sebagai peguasa Kendal bergelar Tumenggung Bahureksa. Selain itu, Tumenggung Bahureksa juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran 21 Oktober 1628 di Batavia, Tumenggung Bahureksa beserta dua orang putranya meninggal karena luka-luka. Dari peristiwa Tumenggung Bahureksa memimpin penyerangan VOC di Batavia pada 26 Agustus 1628 itu, kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.

Perkembangan selanjutnya, peristiwa gugurnya Tumenggung Bahureksa sebagi penentuan hari jadi dinilai beberapa kalangan kurang tepat, karena momentum tersebut merupakan sejarah kelam bagi Tumenggung Bahureksa. Jika tanggal tersebut diambil sebagai momentum hari jadi, dikhawatirkan akan membawa efek psikologis. Munculnya istilah gagal dan gugur dalam mitologi Jawa dikawatirkan akan memengaruhi kejiwaan yang berpengaruh pada perilaku pola rasa, cipta, dan karsa warga Kabupaten Kendal, sehingga tidak tepat dijadikan sebagai penanda awal mula Kabupaten Kendal.

Seminar pada 15 Agustus 2006 menghadirkan para pakar dan pelaku sejarah, seperti Prof. Dr. Djuliati Suroyo (guru besar Fakultas sastra Undip Semarang), Dr. Wasino, M.Hum (dosen Pasca Sarjana Unnes) dan H. Moenadi (tokoh masyarakat Kendal dengan moderator Dr. Singgih Tri Sulistiyono. Setelah diadakan penelitian yang komprehensif, disepakati bahwa momentum pengangkatan Tumenggung Bahureksa sebagai penguasa Kendal, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi Kabupaten Kendal. Pengangkatan bertepatan pada 12 Rabiul Awal 1014 H atau 28 Juli 1605. Tanggal tersebut bertepatan pada hari Kamis Legi malam Jumat Pahing tahun 1527 Saka. Penentuan hari jadi ini selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006, tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kendal (Lembaran Daerah no 20 Tahun 2006 Seri E nomor 15) Sejarah Kendal juga terdapat di perpustakaan Leiden University, Leiden, Belanda.

Referensi

  1. ↑ [http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/33/name/jawa-tengah/detail/3324/kendal Diarsipkan 2014-11-28 di Wayback Machine. Kendal. Diakses dari situs Kemendagri pada 16 November 2014
  2. ↑ Pelantikan Bahurekso sebagai Bupati Dasar Hari Jadi Kendal.[pranala nonaktif permanen] Diakses dari situs Berita Suara Merdeka pada 16 November 2014


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan