Sabtu, 26 September 2026
04:18 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Kenikir

Kenikir

Genus tumbuh-tumbuhan

Kenikir
250px-Arya.kenikir-cosmos.padabeunghar.2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga kenikir sulfur yang berwarna jingga tumbuh liar di Padabeunghar, Pasawahan, Kuningan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Subfamili: Asteroideae
Tribus: Coreopsideae
Genus: Cosmos
Cav.
Artikel takson sembarang

Kenikir (Cosmos) adalah tumbuhan tropis anggota suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang berasal dari Amerika Latin dan Amerika Tengah,[1] tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Spesies ini dibawa ke Asia Tenggara melalui Filipina oleh penjelajah Spanyol di abad ke-16.[2] Tumbuhan dengan bunga berwarna ungu ini dijadikan sebagai sayuran lalap yang populer di Indonesia. Di Malaysia daun mudanya dimakan mentah bersama nasi, atau dicacah dan dicampur dengan budu, sambal terasi, tempoyak, serta cincalok. Spesies ini disebut ulam raja di Malaysia yang berarti salad raja.[2]

Karakteristik

Kenikir adalah tumbuhan tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur. Tingginya dapat mencapai 1 m dan daunnya bertangkai panjang dan duduk daunnya berhadapan, sehingga terbagi menyirip menjadi 2-3 tangkai.[1] Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada bongkol yang banyak terdapat di ujung batang dan pada ketiak daun-daun teratas, berwarna merah[3] berbintik-bintik kuning di tengah-tengahnya, dan bijinya berbentuk paruh.[1]

Galeri

  • Bunga kenikir yang berwarna merah
    Bunga kenikir yang berwarna merah
  • Cosmos x cultivar warna kuning
    Cosmos x cultivar warna kuning
  • Cosmos sulphureus
    Cosmos sulphureus
  • Cosmos bipinnatus 'Candy Stripe'
    Cosmos bipinnatus 'Candy Stripe'
  • Cosmos bipinnatus "Sonata White"
    Cosmos bipinnatus "Sonata White"
  • Cosmos bipinnatus warna pink
    Cosmos bipinnatus warna pink

Persebaran dan habitat

250px-White_Cosmos.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga kenikir putih

Tersebar di Amerika Tengah yang suhunya panas. Ia menyukai iklim panas yang tak begitu lembap, tanah yang berpasir dan subur, tanah terbuka dan penyinaran matahari yang penuh.[1] Di Indonesia, kenikir banyak ditanam di Jawa dan dataran rendah hingga pegunungan sampai ketinggian 1200 mdpl. Biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias.[1]

Pemanfaatan

Sayuran

250px-Kenikir2_Pj_DSC_6544.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kenikir di Yogyakarta.

Daun kenikir yang masih muda dan pucuknya dapat digunakan untuk sayuran, dimakan mentah-mentah dan direbus lalap. Masyarakat Jawa sudah biasa menggunakan sebagai salah satu pelengkap pecel. Sayuran ini dapat ditemui di pasar-pasar. Tumbuhan ini dapat digunakan untuk penyedap dan merangsang nafsu makan.[3][4] Dilaporkan, kenikir dapat mengusir serangga (dengan menanam kenikir di antara tumbuhan tersebut[5]), dan alang-alang.

Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan biji, namun sayang sekali tumbuhan ini pada musim hujan mudah diserang hama jamur.[1]

Khasiat pengobatan

Ulamnya yang digelarkan "Ulam Raja" telah digunakan secara tradisional untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang, dan mengobati lemah lambung.[3][4] Ulamnya mempunyai keupayaan antioksidan (AEAC) yang amat tinggi, yaitu setiap 100 gram salad yang segar mempunyai kemampuan antioksidan yang sama dengan 2400 miligram asam L-askorbik. Lebih dari dua puluh jenis bahan antioksidan telah dikenal pasti dalam kenikir. Bahan-bahan antioksidan yang utama disebabkan oleh adanya sejumlah proantosianidin yang wujudnya sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asam klorogenik, asam neoklorogenik, asam kripto-klorogenik, serta penangkap (+)-. Kemampuan kenikir untuk mengurangi tekanan oksidatif mungkin sebagian terdiri daripada kandungan antioksidannya yang tinggi. Dan juga, tumbuhan ini mengandung zat kimia yang mengandung minyak atsiri,[1] saponin dan flavonoida polifenol.[3]

Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A. Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik (jalur mitokondria).[3] Berdasarkan kajian juga, daun kenikir mengandung mineral kalsium yang sangat tinggi dengan fungsi menjaga kesehatan tulang. Kalsium sendiri memiliki peran dalam membangun dan memelihara tulang agar menjadi lebih kuat.

Catatan taksonomis

Sebuah tumbuhan bernama tahi kotok (Tagetes erecta) dilaporkan oleh Setiawan Dalimartha bahwa orang Jawa menyebut tumbuhan ini kenikir.[6] Ini mungkin karena postur tubuh dan tinggi tumbuhan ini hampir sama dengan tahi kotok. Padahal, jelas berbeda. Sementara kenikir berbau harum, maka tahi kotok berbau tidak enak.[6]

Spesies

Plants of the World Online Kew menerima 35 spesies,[7] dengan Kelompok Kerja Compositae mencantumkan dua spesies lagi.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Sastrapradja, Setijati; Lubis, Siti Harti Aminah; Djajasukma, Eddy; Soetarno, Hadi; Lubis, Ischak (1981). Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi:Sayur-Sayuran. Vol. 6. Jakarta: LIPI bekerja sama dengan Balai Pustaka. hlm. 57. OCLC 66307472.
  2. 1 2 Bodeker, G. (2009). Health and Beauty from the Rainforest: Malaysian Traditions of Ramuan [Kesehatan dan Kecantikan dari Hutan Hujan: Tradisi Ramuan Malaysia]. Kuala Lumpur: Didier Millet. ISBN 978-981-4217-91-0.
  3. 1 2 3 4 5 "Khasiat Kenikir". Solopos. 24 Juli 2012. Diakses tanggal 21 Desember 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Priati 2010, hlm. 42.
  5. ↑ Hariana 2005, hlm. 49.
  6. 1 2 Dalimartha 2003, hlm. 151.
  7. 1 2 3 "Cosmos Cav". Plants of the World Online. 2012-09-10. Diakses tanggal 2025-05-10.
  8. ↑ Templat:Cite GCD

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cosmos (Asteraceae).
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Kenikir.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan