Senin, 19 Oktober 2026
22:53 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Cosmos atrosanguineus

Cosmos atrosanguineus

bunga dari genus kenikir (cosmos)

Bagikan:
Cosmos atrosanguineus
250px-Cosmos-atrosanguineus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Cosmos
Spesies:
C. atrosanguineus
Nama binomial
Cosmos atrosanguineus
(Hook.) Voss, not Stapf[1]
Sinonim[2][3]
  • Bidens atrosanguinea (Hook.) Ortgies
  • Cosmos diversifolius var. atrosanguineus Hook.

Cosmos atrosanguineus, cosmos coklat, adalah spesies Cosmos, yang berasal dari Meksiko. Sering kali dikatakan bahwa ia punah di alam liar; tetapi jumlahnya "cukup melimpah" di Meksiko. Spesies ini diperkenalkan ke dalam budidaya pada tahun 1885, ketika perusahaan benih Inggris Thompson & Morgan pertama kali mencantumkannya dalam katalog benih mereka.[4] Bunganya yang berwarna merah tua hingga merah kecoklatan memiliki aroma menyerupai coklat, yang menjadi salah satu alasan popularitasnya sebagai tanaman budidaya.

Variasi warna bunga dari merah hingga hitam pada Cosmos atrosanguineus dan kultivarnya disebabkan oleh variasi jumlah antosianin dan kalkon yang ada.[5] Hibrida dengan spesies Cosmos lainnya juga dikenal dalam budidaya. Seperti halnya Cosmos 'Thomocha' (Chocamocha), hibrida mungkin memiliki aroma yang kurang dibandingkan spesiesnya.[4] Meskipun kosmos berbau seperti coklat, tetapi tidak boleh dimakan.[6]

Deskripsi

Cosmos atrosanguineus adalah tanaman herba tahunan yang tumbuh setinggi 40–60 cm, dengan akar berumbi. Panjang daunnya 7–15 cm, menyirip, dengan panjang helaian daun 2–5 cm. Bunganya dihasilkan dalam kapitulum berdiameter 3–4,5 cm, berwarna merah tua hingga merah marun-coklat tua, dengan cincin enam hingga sepuluh (biasanya delapan) kuntum bunga lebar dan bagian tengah kuntum cakram; mereka memiliki aroma vanilin yang ringan (seperti kebanyakan coklat), yang menjadi lebih terasa menjelang penghujung hari.[7]

Taksonomi

Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1861 oleh William Hooker, sebagai Cosmos diversifolia variasi atrosanguineus. Eduard Ortgies kemudian mengangkatnya menjadi spesies penuh, menempatkannya dalam genus Bidens. Andreas Voss memindahkannya kembali ke Cosmos, mempertahankan statusnya sebagai spesies independen. Ini adalah salah satu dari delapan spesies Cosmos yang ditempatkan di bagian Discopoda. Cosmos termasuk dalam sub-suku Coreopsidinae.[4]

Sebaran

Meskipun Cosmos atrosanguineus dilaporkan punah di alam liar, proyek penelitian tentang genus Cosmos yang dimulai pada tahun 2007 oleh ahli botani Meksiko Aarón Rodríguez menemukan catatan modern mulai tahun 1986. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa Cosmos atrosanguineus tumbuh di negara bagian Guanajuato, Querétaro dan San Luis Potosi. Ia dijumpai di hutan campuran pinus dan oak, pada ketinggian sekitar 1.800–2.450 m.[4]

Referensi

  1. ↑ "Plant Name Details for Cosmos atrosanguineus (Hook.) Voss", The International Plant Names Index, diakses tanggal 2018-05-28
  2. ↑ "Tropicos". tropicos.org.
  3. ↑ "Cosmos atrosanguineus (Hook.) Voss — The Plant List". www.theplantlist.org.
  4. 1 2 3 4 Rice, Graham (2017), "The story of Cosmos atrosanguineus", The Plantsman, New Series, 16 (2): 112–119
  5. ↑ Amamiya, K., & Iwashina, T. (2016). "Qualitative and Quantitative Analysis of Flower Pigments in Chocolate Cosmos, Cosmos atrosanguineus, and its Hybrids". Natural Product Communications, 11(1), 77–78.
  6. ↑ kenan, kenanist28. "Exotic Flowers That Will Leave You in Awe". flower flood. Diakses tanggal 30 Mei 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Plants that make the mouth water". 22 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cosmos atrosanguineus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan