Kamis, 05 November 2026
03:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Nasi kucing

Nasi kucing

salah satu jenis hidangan nasi

Bagikan:
Nasi kucing
250px-Nasi_kucing_langgi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi kucing dengan langgi serta sate ayam dan martabak
Nama lainSego Kucing
SajianMakanan utama
Tempat asalIndonesia
DaerahDaerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Tengah (Kota Semarang dan Kota Surakarta)
Jawa Timur (Kota Madiun, Kota Kediri, dan Kota Blitar)
PenciptaMasyarakat Jawa
Suhu penyajianDalam keadaan hangat
Bahan utamaNasi dengan porsi kecil ditambah beragam lauk dan dibungkus daun pisang
Energi makanan
(per porsi )
100 kkal (419 kJ)

Nasi Kucing (bahasa Jawa:ꦱꦼꦒꦏꦸꦕꦶꦁ, translit. Sěgå Kucing)[1] adalah makanan yang berasal dari Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang. Porsi nasi kucing umumnya sedikit, biasanya ditambah sambal, ikan bandeng/teri, dan tempe, lalu dibungkus daun pisang.[2]

Menu

  • Cakalang
  • Cumi Asin
  • Peda
  • Ayam Suwir
  • Ayam Empal

Etimologi

Kata "nasi kucing" berarti "nasi untuk kucing" karena porsinya yang kecil. Kata tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang memelihara kucing dan memberikan makanan untuk peliharaannya dengan porsi kecil.[3] Nasi kucing biasanya berisi sambal, gereh pindang, dan nasi dengan porsi yang sedikit. Gereh pindang adalah salah satu makanan kucing sehingga hal ini yang membuat nasi yang berporsi sedikit ini disebut nasi kucing.[4]

Asal

Nasi kucing berasal dari Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta.[5] Nasi ini sangat digemari oleh berbagai kalangan terutama kalangan muda seperti mahasiswa,[6] terutama pada era reformasi saat bahan pokok mengalami kenaikan harga.[7]

Penyajian

Nasi kucing memiliki porsi kecil yang ditambah dengan berbagai macam lauk. Jenis lauk yang disediakan biasanya ikan bandeng, teri, dan tempe.[3] Bahan lain yang dapat ditambahkan yaitu telur, ayam, dan mentimun.[5] Disajikan dengan daun pisang dan bisa langsung disantap.[3] Namun, seiring perkembangan zaman, ada juga tempat makan yang menghidangkan menu nasi kucing dengan menggunakan piring.

Menu pendamping nasi kucing selain telur dan ayam adalah sate, gorengan, tahu bacem, bihun goreng , dan sebagainya.[7]

Variasi dari nasi kucing adalah sego macan, ukurannya tiga kali lebih besar dibandingkan nasi kucing. Biasanya disajikan dengan nasi yang dibakar, ikan, dan sayuran. Seperti nasi kucing, sego macan juga dibungkus daun pisang.[8]

Penjualan

250px-Seller_at_angkringan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penjual di angkringan sedang menyiapkan nasi kucing

Nasi kucing biasanya dijual dengan harga murah (terkadang Rp 2000 untuk nasi kucing[9] dan 5000 untuk sego macan[8]) di tempat yang kecil, maupun jajanan pinggir jalan yang disebut angkringan.[butuh rujukan]

Dalam buku yang berjudul Angkringan: Unik dan Tak Lekang oleh Waktu yang ditulis oleh Ratih Kartika disebutkan bahwa pada tahun 1930, seorang warga Klaten bernama Karso Djukut memulai mengenalkan angkringan di Kota Solo. Karso berjualan angkringan dengan dipikul dan berjalan mengelilingi kampung. Masyarakat lain mengikuti jejak karier Karso dengan berjualan di pusat keramaian Kota Solo seperti di sekitaran bioskop di Sriwedari dan kegiatan malam Selikuran.[10] Pairo yang juga warga Klaten memulai menjual angkringan di Yogyakarta dengan care berkeliling. Hingga pada akhirnya Pairo memilih berjualan secara menetap di sekitar kawasan Stasiun Tugu.[10]

Di Yogyakarta tempat berjualan nasi kucing biasa disebut "angkringan", di Kota Semarang disebut "kucingan", sedangkan di Solo biasa disebut "warung hik".[7]

Ada juga yang menjual dengan harga Rp 8.000,00 per bungkus, contohnya di Jakarta.[butuh rujukan]

"Nasi Kucing Pademangan" menjual dengan harga Rp 8.000 per bungkus untuk nasi kucingnya[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Erwin & Erwin 2008, hlm. 6
  2. ↑ "Awal Mula Munculnya Angkringan, Warung Nasi Kucing dengan Harga Sangat Terjangkau". Liputan6. 20 November 2021. Diakses tanggal 28 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Mundayat 2005, hlm. 83
  4. ↑ Lyliana, Lea (2022-01-21). "Kenapa Nasi Angkringan Disebut Nasi Kucing?". Kompas. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Hyhyme, Hyhyme (28 Mei 2023). "Nasi Kucing Juga Dikenal di Makkah". Resepdapurkita.{{cite web}}: |archive-date= memerlukan |archive-url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Mundayat 2005, hlm. 73
  7. 1 2 3 Winastya, Khulafa Pinta (2022-06-21). "Sego Kucing Adalah Makanan Khas di Angkringan, Ini Fakta-faktanya". Merdeka.com. Diakses tanggal 23 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "Sega Macan Bakal Saingi Nasi Kucing". Kompas.com. Kompas. 11 Oktober 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-07. Diakses tanggal 2015-06-06.
  9. ↑ Yudhono, Jodi (16 April 2011). "Nasi Kucing, soal Rasa Berani Bersaing". Kompas.com. Kompas. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-19. Diakses tanggal 2015-06-06.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 detikTravel, Tim (2022-10-06). "Kenapa Nasi Bungkus Angkringan Disebut Nasi Kucing?". detik.com. Diakses tanggal 22 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nasi kucing.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan