Sabtu, 07 November 2026
09:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Bandeng

Bandeng

spesies ikan air payau

Bagikan:
Bandeng
Rentang waktu: 56–0 jtyl Zaman kapur awal/Eosen–sekarang
250px-Cardona%2CRizaljf5184_04.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Milkfish_%28Chanos_chanos%29_locally_called_%27bangus%27_in_a_Philippine_market.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Gonorynchiformes
Famili: Chanidae
Subfamili: Chaninae
Genus: Chanos
Lacépède, 1803
Spesies:
C. chanos
Nama binomial
Chanos chanos
Forsskål, 1775
Sinonim
  • Butirinus argenteus Jerdon, 1849
  • Butirinus maderaspatensis Jerdon, 1849
  • Chanos arabicus Lacepède, 1803
  • Chanos chloropterus Valenciennes, 1847
  • Chanos cyprinella Valenciennes, 1847
  • Chanos gardineri Regan, 1902
  • Chanos indicus (van Hasselt, 1823)
  • Chanos lubina Valenciennes, 1847
  • Chanos mento Valenciennes, 1847
  • Chanos mossambicus (Peters, 1852)
  • Chanos nuchalis Valenciennes, 1847
  • Chanos orientalis Valenciennes, 1847
  • Chanos salmoneus (Forster, 1801)
  • Chanos salmonoides Günther, 1879
  • Cyprinus pala Cuvier, 1829
  • Cyprinus palah (Cuvier, 1829)
  • Cyprinus tolo Cuvier, 1829
  • Leuciscus palah Cuvier, 1829
  • Leuciscus salmoneus (Forster, 1801)
  • Leuciscus zeylonicus Bennett, 1833
  • Lutodeira chanos (Forsskål, 1775)
  • Lutodeira chloropterus (Valenciennes, 1847)
  • Lutodeira indica van Hasselt, 1823
  • Lutodeira mossambica Peters, 1852
  • Lutodeira mossambicus Peters, 1852
  • Lutodeira salmonea (Forster, 1801)
  • Mugil chanos Forsskål, 1775
  • Mugil salmoneus Forster, 1801

Ikan bandeng (Chanos chanos) adalah ikan pangan populer di Asia Tenggara dan Oseania. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam famili Chanidae (bersama enam genus tambahan yang dilaporkan pernah ada tetapi sudah punah).[2] Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu, dalam Bahasa Filipina sebagai bangus, dalam Bahasa Malaysia sebagai ikan susu, dan dalam bahasa Inggris sebagai milkfish)

Mereka hidup di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu karang. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadang kala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

Ikan muda disebut nener (IPA : nənər ) dikumpulkan orang dari sungai-sungai dan dibesarkan di tambak-tambak. Di sana mereka bisa diberi makanan apa saja dan tumbuh dengan cepat. Setelah cukup besar (biasanya sekitar 25–30 cm) bandeng dijual dalam keadaan segar atau sudah dibekukan. Bandeng diolah dengan cara digoreng, dibakar, dikukus, dipindang, atau diasap.

Pemanfaatan

250px-Milkfish_bandeng.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandeng bakar, salah satu cara pengolahan bandeng.

Bandeng disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Dari sisi harga, bandeng termasuk ikan kelas menengah ke atas. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, hidangan bandeng menjadi bagian tradisi wajib bagi warga Tionghoa asli Jakarta dan sekitarnya.[3] Ada dua hal yang kurang disukai orang dari ikan bandeng yaitu: dagingnya 'berduri' dan kadang-kadang berbau 'lumpur'/'tanah'.

Duri bandeng

Duri bandeng sebenarnya adalah tulang. Duri ini mengganggu kenikmatan dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan panci bertekanan tinggi (presto atau autoklaf) dalam waktu tertentu, sehingga duri ini menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika dikunyah.

Bau lumpur

Bau lumpur pada bandeng banyak dijumpai pada bandeng yang diambil dari tambak. Bandeng yang dipelihara di karamba jarang yang berbau lumpur. Penyebab bau lumpur pada bandeng adalah bakteri Cyanobacteria, terutama dari genus Oscillatoria, Symloca, dan Lyngbia, yang menghasilkan geosmin.[4] Apabila ikan tinggal di tempat yang kaya geosmin atau memakan plankton ini, dagingnya akan memiliki cita rasa tanah.

Bau lumpur dapat diatasi paling tidak dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan memelihara ikan selama 7—14 hari dalam air mengalir bebas biosmin sebelum dijual.[4] Cara kedua adalah dengan perlakuan pemberian asam tertentu.[4]

Referensi

  1. ↑ Freyhof, J.; Sparks, J.S.; Kaymaram, F.; Feary, D.; Bishop, J.; Al-Husaini, M.; Almukhtar, M.; Hartmann, S.; Alam, S.; Al-Khalaf, K. (2019). "Chanos chanos". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T60324A151598011. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T60324A151598011.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Grandea, T. (1995). "A cladistic analysis of fossil and living gonorynchiform ostariophysan fishes". Geobios. 28 (Supplement 2): 197–199. doi:10.1016/S0016-6995(95)80113-8. Diakses tanggal 2010-07-24.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Makan Bandeng saat Imlek Diyakini Nambah Rezeki[pranala nonaktif permanen]. jpnn.com Edisi Kamis, 19 Februari 2015. Diakses 19 Februari 2015.
  4. 1 2 3 Erungan, A.C. (1997). "Geosmin sebagai penyebab cita rasa lumpur pada ikan serta kemungkinan penanggulangannya" (PDF). Bul. Teknol. Hasil Pertanian. 4 (2): THP-11—12. Diakses tanggal 2010-07-24.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Chanos chanos.
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
Pelagis kecil
Demersal
Biota laut lain
Ikan air tawar
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
Air tawar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan