| Kerapu | |
|---|---|
| Mycteroperca microlepis | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Actinopterygii |
| Ordo: | Perciformes |
| Subordo: | Percoidei |
| Famili: | Epinephelidae Bleeker, 1874[1] |
| Genus | |
|
Lihat teks | |
Kerapu adalah ikan anggota dari subfamili Epinephelinae, famili Serranidae dalam ordo Perciformes. Tidak semua anggota Epinephelinae disebut kerapu, karena anggotanya kadang disebut kod karang, hind, dan siakap. Subfamili ini terdiri atas 15 genus dan 159 spesies, 110 di antaranya ditemukan di perairan Indo-Pasifik.[2]
Nama
Dalam bahasa Inggris, "kerapu" disebut grouper atau groper, yang dipercaya berasal dari nama garoupa, yang diperkirakan dari bahasa Portugis. Ada yang mengatakan bahwa nama Portugis ini berasal dari salah satu bahasa asli Amerika Selatan.
Habitat dan biologi
Kerapu umumnya hidup di perairan laut sedang hingga dalam, di perairan terumbu karang atau wilayah karang berlumpur. Habitat juvenil ikan di perairan dangkal, seperti padang lamun atau wilayah berpasir sekitar 0,5 - 3m di bawah permukaan laut. Sementara ikan dewasa hidup di terumbu karang di perairan yang lebih dalam, pada kedalaman 40–60 meter. Meski demikian, ada juga spesies kerapu yang mampu hidup di kedalaman mencapai 100–200 meter, bahkan hingga 500 meter.[2][3]
Kerapu merupakan predator utama ekosistem terumbu karang; makanan utama mereka adalah beragam ikan yang lebih kecil, krustasea, dan sefalopoda. Sebagian kerapu (Paranthias spp., Epinephelus undolosus) memiliki bentuk insang mirip sisir yang panjang dan banyak; bentuk adaptasi untuk memangsa plankton. Sebagian besar kerapu akan bersembunyi di antara koral dan bebatuan sebelum menyerang mangsanya dengan gerakan cepat rahang mereka.[2]
Sebagian besar ikan ini hidup soliter, kecuali pada masa pemijahan saat sebagian ikan hidup bergerombol (agregasi). Kerapu juga umumnya tinggal di karang yang sama dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Beberapa kerapu menggunakan lokasi pemijahan yang spesifik, di mana mereka akan bermigrasi hingga beberapa kilometer. Lokasi yang cenderung spesifik dan tingkat pertumbuhan yang lambat membuat kerapu rentan ditangkap berlebihan. Nelayan mampu menangkap kerapu dalam jumlah besar selama masa pemijahan yang berlangsung selama 1-2 minggu.[2]
Deskripsi
Ikan kerapu memiliki bentuk tubuh padat atau agak pipih, lonjong-oval atau agak memanjang. Mulut dengan gigi kecil, ramping; gigi taring terdapat di bagian depan mulut pada beberapa spesies. Sirip punggung tunggal dengan 7-11 duri dan 10 hingga 21 ruas; sirip anus dengan 3 duri dan 7-13 ruas; sirip ekor dengan 13-15 ruas bercabang; dan sirip perut dengan 1 duri dan 5 ruas bercabang.[2]
Manfaat
Ekonomi
Kerapu merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ikan ini bernilai tinggi bagi perikanan komersial, perikanan rekreasi, dan perikanan tradisional di perairan tropis dan subtropis.[2] Harga kerapu hidup ukuran konsumsi seperti kerapu bebek mencapai Rp350.000/kg, kerapu sunu mencapai Rp180.000/kg, dan kerapu macan mencapai Rp125.000/kg; salah satu jenis ikan termahal di pasar lokal.[3] Sebagian spesies seperti Epinephelus coioides, E. malabaricus, E. akaara, E. striatus, E. septemfasciatus, Cromileptes altivelis, dan Mycteroperca microlepis dapat dibudidayakan di keramba. Ikan ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan dari sektor kelautan dan perikanan.[4]
Ekologi
Kerapu memiliki fungsi ekologis sebagai predator pada rantai makanan ekosistem terumbu karang. Kerapu juga dijadikan bioindikator kualitas terumbu karang. Ada hubungan erat antara kerapu dan terumbu karang, sehingga ketika habitatnya rusak, populasi kerapu menjadi rentan.[3]
Daftar genus
Di bawah ini meupakan daftar genus ikan dalam famili serranidae yang disebut dengan kerapu (Epinephelinae):[5][6]
- Tribus Niphonini (D.S. Jordan, 1923)
- Tribus Epinephelini (Bleeker, 1874)[1]
- Aethaloperca Fowler, 1904
- Alphestes Bloch & Schneider, 1801
- Anyperodon Günther, 1859
- Cephalopholis Bloch & Schneider, 1801
- Chromileptes Swainson, 1839
- Dermatolepis Gill, 1861
- Epinephelus Bloch, 1793
- Gonioplectrus Gill, 1862
- Gracila Randall, 1964
- Hyporthodus Gill, 1861
- Mycteroperca Gill, 1862
- Paranthias Guichenot, 1868
- Plectropomus Pken, 1817
- Saloptia J.L.B. Smith, 1964
- Triso Randall, Johnson & Lowe, 1989
- Variola Swainson, 1839
- Tribus Diploprionini (Bleeker, 1874)[1]
- Aulacocephalus Temminck & Schlegel, 1843
- Belonoperca Fowler & B.A. Bean, 1930
- Diploprion Cuvier, 1828[1]
- Tribus Liopropomini (Poey, 1867)
- Bathyanthias Günther, 1880
- Liopropoma Gill, 1861
- Rainfordia McCulloch, 1923
- Tribus Grammistini (Bleeker, 1857)
- Aporops Schultz, 1943
- Grammistes Bloch & Schneider, 1801
- Grammistops Schultz 1953
- Jeboehlkia Robins, 1967
- Pogonoperca Günther 1859
- Pseudogramma Bleeker, 1875
- Rypticus Cuvier, 1829
- Suttonia J.L.B. Smith, 1953
Referensi
- 1 2 3 4 Richard van der Laan; William N. Eschmeyer & Ronald Fricke (2014). "Family-group names of Recent fishes". Zootaxa. 3882 (2): 001–230. doi:10.11646/zootaxa.3882.1.1. PMID 25543675. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-03-10. Diakses tanggal 2023-05-15.
- 1 2 3 4 5 6 Heemstra, P. C.; Randall, J. E.; Division, Fishery and Aquaculture Economics and Policy (1993). FAO species catalogue. Vol.16. Groupers of the world (Family Serranidae, Subfamily Epinephelinae). An annotated and illustrated catalogue of the grouper, rockcod, hind, coral grouper and lyretail species known to date (dalam bahasa English). ISBN 978-92-5-103125-4.
{{cite book}}:|first3=memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - 1 2 3 Ibrahim, Nur Azizah (2023). Keanekaragaman Jenis dan Status Konservasi Ikan Kerapu (Subfamili Epinephelinae) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI Beba), Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Skripsi. Universitas Hasanuddin.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Mediatama, Grahanusa (2011-10-07). "Ikan kerapu: Harga tinggi, budidaya kian menjanjikan (1)". kontan.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-05-25. Diakses tanggal 2026-06-16.
- ↑ J. S. Nelson; T. C. Grande; M. V. H. Wilson (2016). Fishes of the World (Edisi 5th). Wiley. hlm. 446–448. ISBN 978-1-118-34233-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-08. Diakses tanggal 2022-10-19.
- ↑ Fricke, Ron; Eschmeyer, William N. & van der Laan, Richard (ed.). "Genera in the family Epinephelinae". Catalog of Fishes. California Academy of Sciences. Diakses tanggal 8 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Referensi
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Perairan bebas |
| |||||||||||
| Budi daya |
| |||||||||||
| Epinephelus |
|
|---|---|
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|
Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |