Kamis, 15 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Kepiting bakau

Kepiting bakau

marga kepiting

Bagikan:
Kepiting Bakau
250px-Mud_crab_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Scylla sp.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Infraordo:
Famili:
Genus:
Scylla

Artikel takson sembarang

Kepiting bakau (Scylla) adalah sejenis kepiting yang hidup di ekosistem hutan bakau dan estuaria, anggota famili Portunidae. Kepiting yang mempunyai nilai ekonomis penting ini didapati di pantai-pantai pesisir Afrika, Asia dan Australia. Dalam bahasa Inggris ia dikenal sebagai mangrove crab, mud crab, dan juga Indo-Pacific swamp crab.

Sebelumnya dianggap hanya memiliki satu spesies, yakni Scylla serrata, kini kepiting bakau diyakini setidaknya terdiri dari empat spesies.[2] Keempat-empatnya memiliki habitat yang hampir serupa.

Spesies tipe: Cancer serratus Forsskål, 1775[3]

Pengenalan

Kepiting dengan karapas bentuk bundar telur, lebih lebar daripada panjang (perbandingan panjang dengan lebar [internal] karapas 0,66-0,72); permukaan karapas halus, lokos, dan agak mencembung; lekuk gastro-kardiak samar-samar hingga sedang dalamnya. Sisi muka karapas (front margin, di antara dua mata) jelas terpisahkan dari rigi-atas mata (supraorbital margin), terbagi atas empat taju yang bervariasi dari gerigi yang rendah dan tumpul hingga yang tinggi dan tajam serupa duri; lebar sisi muka ini bervariasi menurut spesies (perbandingan sisi muka dengan lebar [internal] karapas 0,33-0,45). Rigi-atas mata dengan rekahan tengah (median fissure) dan rekahan luar; rigi-bawah mata jelas bergerigi. Sisi anterolateral (anterolateral margin, sebelah luar mata) masing-masing dengan 9 gerigi serupa duri yang hampir sama ukurannya; sisi anterolateral lebih panjang dari sisi posterolateral (pinggir belakang, dekat deretan kaki) yang halus tak bergerigi.[4]

Lengan sepit (chelipeds) besar dan kokoh, permukaannya halus; merus (ruas pertama cheliped, dari pangkal) dengan tiga duri besar di sisi anterior, dan dua yang lebih kecil di sisi posterior; carpus (ruas kedua, di depan merus) dengan satu duri runcing di sisi dalam dan 1-2 duri di sisi luar yang bervariasi dari besar dan kuat hingga kerdil atau menumpul; propodus (ruas ujung, capit) dengan satu duri dekat pangkalnya, dan sepasang duri besar di dekat jari penjepit (dactyl), duri-duri itu bervariasi besarnya menurut spesies, sisi dalam penjepit dengan tonjolan-tonjolan serupa gigi. Kaki-kakinya kokoh, tiga pasang yang pertama serupa bentuknya, sepasang yang terakhir dengan ruas ujung serupa dayung. Abdomen pada yang jantan ramping, ruas ke-3 hingga ke-5 menyatu; pada yang betina melebar. Warnanya bervariasi dari spesies ke spesies.[4]

Spesies

250px-thumbnail.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Scylla serrata, lukisan dalam Fauna Japonica

Keempat spesies itu adalah:[2][4]

Catatan kaki

  1. ↑ Haan, W. de. 1833. "Crustacea". In: PF. von Siebold. Fauna Japonica sive Descriptio animalium, quae in itinere per Japoniam,... fasc. 1: 44. Lugduni Batavorum.
  2. 1 2 Ng, PKL., D. Guinot & PJF. Davie. 2008. "Systema Brachyurorum: Part I. An annotated checklist of extant Brachyuran crabs of the world." Raffles Bulletin of Zoology 17: 1–286. Diarsipkan 2011-06-06 di Wayback Machine
  3. ↑ Forsskål, P. 1775. Descriptiones animalium, avium, amphibiorum, piscium, insectorum, vermium: p 90. Hauniae:apud Heineck et Faber.
  4. 1 2 3 Keenan, CP., PJF. Davie & DL. Mann. 1998. "A revision of the genus Scylla de Haan, 1833 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Portunidae)". Raffles Bulletin of Zoology 46: 217-45. (1998)
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
Pelagis kecil
Demersal
Biota laut lain
Ikan air tawar
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
Air tawar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan