Rabu, 23 September 2026
00:59 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Gupi

Gupi

jenis ikan hias air tawar

Gupi
250px-Guppy_pho_0048.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gupi betina (dua di bawah) dan jantan (atas)
Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. reticulata
Nama binomial
Poecilia reticulata
Peters, 1859
Sinonim

[Acanthocephalus guppii] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[A. reticulatus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Girardinus guppii] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[G. petersi] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[G. poeciloides] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[G. reticulatus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Haridichthys reticulatus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Heterandria guppyi] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Lebistes poecilioides] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[L. reticulatus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Poecilia poeciloides] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
[Poecilioides reticulatus] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)

Artikel takson sembarang

Gupi, ikan seribu, ikan cere, ikan celdung, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia ikan ini telah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish,[1] di berbagai daerah lokal seperti gepi (Btw.), bungkreung, serewu, atau sarewu (Sd.), cethul atau cithul (Jw.), klataw (Bjn.), dan lain-lain.

Pemerian

250px-Guppy_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
pria Guppy

Gupi merupakan anggota famili Poecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa mudah dibedakan baik dari ukuran dan bentuk tubuhnya, maupun dari warnanya (dimorfisme seksual). Panjang total tubuh ikan betina antara 4–7 cm (1,6–2,8 in), sedangkan jantannya lebih kecil, sekitar 2–4 cm (0,8–1,6 in). membentuk pola seperti jala (reticulata = dengan pola jaring atau jala), dan perut gendut berwarna putih.

Ekologi dan reproduksi

250px-Poecilia_reticulata_090510_0192_kdBdk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gupi liar dari Ciliwung. Jantan diapit oleh dua betina
250px-Poecilia_retic_090519-8688_kdBdk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gupi liar. Jantan berada di sebelah kiri

Gupi adalah ikan yang sangat mudah berkembang biak.[2] Masa kehamilan ikan ini berkisar antara 21–30 hari (rata-rata 28 hari) bergantung pada suhu airnya. Suhu air yang paling cocok untuk berbiak adalah sekitar 27 °C (72 °F).

Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya. Menjelang saat-saat kelahirannya, bintik-bintik mata anak-anak ikan dapat terlihat dari kulit perut induknya yang tipis dan menerawang. Seekor induk gupi dapat melahirkan burayak (anak ikan) antara 2–100 ekor pada setiap kelahiran, tetapi kebanyakan antara 5–30 ekor saja. Beberapa jam setelah persalinan, induk gupi telah siap untuk dibuahi lagi.

Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri. Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang lebih besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa burayak yang berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.

Sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina.[3] Gupi betina memiliki kemampuan untuk untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali dengan hanya satu kali kawin.

Faktor kunci keberhasilan yang lainnya adalah kemampuannya untuk menyesuaikan hidup dengan pelbagai kondisi perairan, dengan variasi makanan yang beragam. Analisis terhadap isi perut gupi yang hidup di Danau Buyan, Bali, menunjukkan bahwa ikan ini terutama memakan zooplankton yang melimpah di sana. Sementara gupi yang hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang berada di dasar danau.[4]

Gupi bahkan dapat hidup pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut[5]

Penyebaran

250px-Poecilia_reticulata_Fry_DSC04357_nevit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burayak gupi berumur seminggu di akuarium

Ikan guppy adalah ikan asli Amerika Tengah dan Selatan, menyebar di Kep. Barbados, Trinidad dan Tobago, Guyana, Antillen Belanda, Kep. Virgin, Brazilia, dan Venezuela.[6] Melalui jalur perdagangan dan lain-lain, ikan ini telah dibawa ke berbagai tempat di semua benua di dunia kecuali Antarktika, dan kemudian meliar di perairan-perairan bebas.

Gupi dimasukkan ke Indonesia sebagai ikan akuarium pada sekitar tahun 1920an, tetapi kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas. Agaknya ikan ini semula diharapkan dapat membasmi larva nyamuk di alam untuk mengendalikan penyakit malaria, akan tetapi tidak berhasil. Ikan gupi di akuarium dapat mencapai panjang 60 mm, tetapi di alam kebanyakan hanya tumbuh hingga sekitar 35 mm saja; dan ukuran ini terlalu kecil untuk memangsa jentik-jentik nyamuk.[3]

Karena keperidiannya, gupi lekas membiak dan merambah aneka perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini dapat ditemukan di hampir semua kolam dan parit di Jawa Barat.[3] Sekarang ikan ini telah meluas ke berbagai tempat di Nusantara, dan mungkin telah menjadi ikan yang paling melimpah di Jawa dan Bali.[7]

Taksonomi

250px-Guppy_breeds.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna-warni enam varietas gupi

Ikan kecil ini semula ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy di Trinidad pada 1866. Albert C. L. G. Gunther belakangan pada tahun itu juga, menamai ikan ini dengan sebutan Girardinus guppii untuk menghormati sang penemu. Namun ternyata ikan ini telah dideskripsi terlebih dulu dengan nama sah Poecilia reticulata oleh Wilhelm Peters pada 1859, sehingga nama Girardinus guppii hanya mendapatkan status sebagai sinonim (junior synonym). Meski demikian, nama umum gupi (guppy) bagi ikan ini telah telanjur tenar dan digunakan di mana-mana.[8]

Kerabat dekat

Ikan seribu berkerabat dekat dengan ikan moli (Poecilia latipinna), ikan moli hitam (Poecilia sphenops), ikan ekor-pedang (Xiphophorus helleri), serta ikan platis (Xiphophorus maculatus).

Jenis Ikan Guppy Diarsipkan 2023-03-25 di Wayback Machine. yang dapat berkawin silang dengan beberapa jenis moli seperti P. latipinna dan P. velifera, yakni gupi jantan dengan moli betina. Namun anak hasil persilangan ini selalu berkelamin jantan dan cenderung mandul.[9] Sementara persilangan dengan Poecilia wingei dapat menghasilkan anak yang subur.

Referensi

  1. Eli Agbayani. "Common Names of Poecilia reticulata". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-02-04. Diakses tanggal 2007-04-24.
  2. Guppy. Encyclopaedia Britannica. 2007. Encyclopaedia Britannica Online Diarsipkan 2008-05-13 di Wayback Machine.. Retrieved on 2007-05-07.
  3. 1 2 3 Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 126-127.
  4. Green, J., S.A. Corbett, E. Watts, and B.L. Oey. 1978. Ecological studies on Indonesian lakes: The montane lakes of Bali. J. Zool. 186:15-38
  5. Chervinski, J. (1984) Salinity tolerance of the guppy, Poecilia reticulata Peters. Journal of Fish Biology 24: 449-452.
  6. Eli Agbayani. "Countries where Poecilia reticulata is found". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-08-12. Diakses tanggal 2007-04-24.
  7. Whitten, T., R.E. Soeriaatmadja dan S.A. Afiff. 1999. Ekologi Jawa dan Bali. Prenhallindo – Jakarta. Hal. 439
  8. Eli Agbayani. "Synonyms of Poecilia reticulata". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-08-12. Diakses tanggal 2007-04-24.
  9. Ghadially, F. N. (1956-12-29). "A Localized Melanoma in a Hybrid Fish Lebistes x Mollienesia" (pdf). Cancer Research: 597–599. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-08-16. Diakses tanggal 2008-05-05.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Poecilia reticulata.
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
Pelagis kecil
Demersal
Biota laut lain
Ikan air tawar
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
Air tawar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan